Upaya Membangun Harmonisasi Pemerintah Pusat dan Daerah, Presiden Menyampaikan Fokus APBN 2023 untuk Daerah

 
bagikan berita ke :

Selasa, 16 Agustus 2022
Di baca 164 kali

Presiden Joko Widodo pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) menyampaikan berbagai paparannya mengenai Fokus APBN 2023, termasuk anggaran yang akan disalurkan ke daerah-daerah di Indonesia, Selasa (16/8).

“Pada tahun 2023, anggaran transfer ke daerah direncanakan sebesar Rp811,7 triliun,” terang Presiden dalam pemaparan pidatonya.

Anggaran yang ditransfer ke daerah tersebut diarahkan pada beberapa hal, yaitu meningkatkan sinergi kebijakan fiskal pusat dan daerah serta membangun harmonisasi belanja pusat dan daerah; memperkuat kualitas pengelolaan transfer ke daerah sejalan dengan implementasi UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; memperkuat penggunaan transfer ke daerah untuk mendukung sektor-sektor prioritas; meningkatkan kemampuan perpajakan daerah dengan tetap menjaga iklim investasi, kemudahan berusaha, dan kesejahteraan masyarakat.

Pada fokus terakhir, Presiden menyampaikan mengenai kualitas layanan dari pemerintah dan akses yang mudah menjadi hal yang penting untuk menjadi sasaran RAPBN 2023. “Mengoptimalkan pemanfaatan belanja daerah untuk penguatan akses dan kualitas layanan publik.” ungkap Presiden Joko Widodo.

Dalam upaya membangun daerah yang lebih baik lagi, Presiden Joko Widodo mengupayakan dengan adanya transfer ke daerah menjadi penghubung yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun keterikatan dalam sebuah kebijakan.

Lalu, pada APBN 2023 ini penambahan jumlah dana yang akan ditransfer ke daerah, yakni dari Rp770,4 triliun di tahun 2022 menjadi Rp811,7 triliun. Hal ini diupayakan untuk membangun sektor prioritas di daerah salah satunya, yang tak lain pastinya untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dan membangun kemudahan untuk para pengusaha menciptakan lowongan kerja baru dengan menjaga iklim investasi. (Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0