“Vocational Revival” Kolaborasi Kemensetneg, Kemenperin, dan Universitas Indonesia

 
bagikan berita ke :

Senin, 03 Februari 2020
Di baca 564 kali

SDM Unggul, Indonesia Maju, merupakan program pemerintahan utama Kabinet Indonesia Maju yang digalakkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Sebagai upaya mendukung program tersebut, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) serta Universitas Indonesia (UI) mengadakan ‘’Vocational Revival’’ bertempat di Ruang Auditorium Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK), Jakarta, Minggu (2/2).

‘’Vocational Revival’’ merupakan upaya lintas kementerian dan perguruan tinggi dengan melibatkan pelaku industri untuk dalam upaya memberikan penghargaan terhadap mitra industri yang menjadi mitra studi kerja mahasiswa Vokasi Humas Universitas Indoensia, yang mempertemukan para Mahasiswa Vokasi Humas UI dengan Para Pelaku Industri Kreatif untuk membahas berbagai langkah strategis ke depan menuju SDM Unggul Indonesia Maju dan merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Perindustrian dan UI untuk para pelaku industry kreatif yang telah membuka diri untuk terlibat bersama-sama dalam pendidikan vokasi.

Asisten Deputi Hubungan Masyarakat, Eddy Cahyono Sugiarto dalam sambutannya mengatakan bahwa Presiden Jokowi memiliki konsen yang begitu tinggi terhadap perkembangan vokasi. “Kita semua sudah paham bagaimana konsen yang begitu tinggi Pak Presiden terhadap perkembangan vokasi ini. Kalau kita lihat di dalam beberapa kali pernyataan, dijelaskan bagaimana strategisnya peran pendidikan vokasi ini sebagai salah satu pilar untuk menstrategi peningkatan SDM unggul untuk Indonesia maju. Kolaborasi Kemensetneg, Kemenperin, Kampus dan Industri hari ini, diharapkan dapat menjadi kompas baru bagi model akselerasi kemajuan bangsa, khususnya untuk pengembangan SDM unggul melalui strategi pendidikan vokasi,” ujar Eddy yang sekaligus membuka acara.


Membuka paparan, Masrokhan, Staf Ahli Bidang Komunikasi Kemenperin memberikan apresiasi acara Vocational Revival ini. “Saya ingin memberikan apresiasi pada Kemensetneg, Kemenperin, UI karena ini merupakan acara yang pertama kali kolaborasi tiga lembaga, yakni akademisi, birokrasi dan pelaku ekonomi. UI sebagai jantungnya intelektual Indonesia, dan pemikirnya Indonesia, Kemensetneg sebagai jantungnya republik, pusat kekuasaan, dan Kemenperin sebagai jantungnya perekonomian Indonesa, karena kontribusi terbesar perekonimian terletak pada industri. Acara ini merupakan upaya agar melalui lembaga pendidikan vokasi diharapkan nantinya dapat memenuhi kebutuhan dunia usaha industri,” kata Masrokhan.

Kemenperin memberikan apresiasi kepada Universitas Indonesia yang telah mengembangkan pendidikan vokasi, yang sudah ada 13 program studi vokasi UI. “Tentunya kita berharap Perguruan Tinggi Negeri lainnya dapat mengikuti UI. Kita berharap kesempatan ini kita manfaatkan sebaik-baiknya sehingga “Vocational Revival” ini bisa kita gelorakan di tengah-tengah masyarakat. Ini butuh komitmen kita semua, tidak hanya pemerintah tapi juga pelaku bisnis dan akademisi,” pungkas Masrokhan.


Sependapat dengan Masrokhan, Rosari Saleh, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia mengungkapkan ditanggal 2 Februari 2020 Universitas Indonesia akan meluncurkan 60 buku profesi kreatif mahasiswa vokasi UI. “Di tanggal cantik ini, akademisi, pemerintahan dan industri akan mengikat janji melalui kegiatan Vocational Revival ini, dengan meluncurkan 60 buku profesi kerja karya mahasiswa vokasi UI, harapan kami tulisan ini dapat menginspirasi anak muda lainnya dalam menapaki jalan kehidupan dan lebih banyak industri yang tergugah untuk memberikan kesempatan mahasiswa vokasi untuk mempraktekkan pengetahuannya langsung di industri dan memberikan kesempatan mahasiswa vokasi belajar dari para juara-juara di dunia nyata,” terang wanita yang akrab disapa Oca ini.

Theresia Rustandi dari Intiland dalam tertimoninya mengharapkan dengan adanya acara ini, yang merupakan kolaborasi antara pemerintah, akademisi dan pelaku industri bisa terpublikasikan dengan baik dan efektif.

Melengkapi Vocational Revival, Staf Khusus Presiden Milenial, Gracia Billy Mambrasar memberikan sharing session dihadapan sejumlah tamu yang hadir. Dimulai bercerita tentang kehidupan pribadi, perjalanan karir hingga pengalaman pribadi serta dukungan terhadap sekolah vokasi, Billy, sapaan akrabnya, membeberkan peran generasi milenial saat ini.


Sebelum acara berakhir, Kementerian Sekretariat Negara memberikan plakat penghargaan kepada Universitas Indonesia yang dilanjut dengan foto bersama. Acara ini dihadiri oleh Kepala Biro Humas Kemenperin, Setia Utama; Theresia Rustandi, Sekretaris Perseroan sekaligus Head of Corporate Social Responsibility (CSR) PT Intiland; Krishna Ricky, Internet Marketing Lead Tokopedia, serta beberapa perwakilan dari pelaku industri yang telah bekerjasama membangun pendidikan vokasi diantaranya OVO, Grab, Facebook, Bukalapak dan Traveloka. (ART, Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
2           0           0           0           0