30 Peserta Ikuti Pelatihan Fungsional AKS-01 Kemensetneg untuk Tingkatkan Kapasitas Analisis Program
Pusat Pembinaan Analis Kerja Sama Kementerian Sekretariat Negara (Pusbin AKS Kemensetneg) resmi menutup Pelatihan Fungsional AKS 01 – Analisis Program Kerja Sama yang telah diselenggarakan selama lima hari, pada 18 s.d. 22 Mei 2026.
Bertempat di Gedung Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (PPKASN), Cilandak, Jakarta Selatan, sebanyak 30 peserta yang terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari berbagai kementerian/lembaga dan pemerintah daerah telah menyelesaikan rangkaian pelatihan pada Jumat (22/05/2026).
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya Pusbin AKS Kemensetneg selaku instansi Pembina Jabatan dalam rangka kompetensi Jabatan Fungsional Analis Kerja Sama (JF AKS), khususnya dalam bidang analisis program kerja sama. Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh penguatan pemahaman mengenai konsep, pendekatan, dan praktik analisis program kerja sama yang aplikatif serta relevan dengan kebutuhan pelaksanaan tugas di instansi masing-masing.
Dalam pelatihan ini, peserta mempelajari berbagai pendekatan analisis, antara lain analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) dan PESTEL (Political, Economic, Social, Technological, Environmental, and Legal) untuk memahami posisi organisasi di tengah dinamika lingkungan strategis. Selain itu, peserta juga memperoleh pembelajaran mengenai Cost-Benefit Analysis (CBA) sebagai salah satu instrumen dalam mendukung proses pengambilan keputusan kolaboratif yang lebih terukur dan efektif.
Kepala Pusat Pembinaan Analis Kerja Sama, Andri Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hasil evaluasi pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pada seluruh peserta. Mayoritas peserta dinilai mengalami peningkatan pemahaman, khususnya dalam aspek critical and analytical thinking, stakeholder mapping, serta teknik pengumpulan dan validitas data.
Menurut Andri, capaian tersebut menunjukkan bahwa peserta tidak hanya hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran, diskusi, simulasi, dan penugasan kelompok. Andri juga menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan Bandung sebagai Tim Pengajar yang turut menyukseskan pelatihan fungsional ini.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pengajar dari PACIS UNPAR yang telah berperan luar biasa dalam proses pengajaran, mengawal proses diskusi, simulasi, dan memberikan umpan balik yang tajam, peran para pengajar yang hadir dalam pelatihan telah mengubah ruang kelas ini menjadi lingkungan belajar yang sangat kondusif dan professional, terima kasih juga kami sampaikan kepada para peserta atas dedikasi, ketepatan waktu, dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan selama sesi interaktif maupun kerja kelompok di ruang diskusi,” ujar Andri.
Pada kesempatan tersebut, Andri turut menyampaikan bahwa Pusbin AKS Kemensetneg akan kembali menyelenggarakan sejumlah pelatihan teknis bagi Analis Kerja Sama pada tahun ini, antara lain dengan tema Project Cycle Management, Monitoring dan Evaluasi, serta Penyusunan Dokumen Perjanjian Kerja Sama. Selain itu, Pusbin AKS juga akan menyelenggarakan Pelatihan Fungsional AKS 01 Batch II.
Sementara itu, Ketua Pusat Studi Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (PACIS UNPAR), Yulius Purwadi Hermawan, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan selama lima hari. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Pusbin AKS Kemensetneg atas kepercayaan yang diberikan kepada PACIS UNPAR untuk terlibat dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut.
“Selamat kepada 30 peserta yang telah menyelesaikan pelatihan ini, tentunya saya mewakili PACIS UNPAR ingin menyampaikan terima kasih kepada Tim Pusbin AKS telah dilibatkan dalam pelatihan ini, kami tentunya siap untuk pelatihan-pelatihan selanjutnya karena sesuai dengan kurikulum yang dirancang dengan pendekatan inovatif, seperti pembelajaran berbasis pengalaman, studi kasus, dan simulasi, untuk membangun keterampilan yang praktis dan efektif,” tutur Yulius.
Penutupan kegiatan turut diisi dengan penyerahan cenderamata kepada tim pengajar dari PACIS Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), penyerahan sertifikat kepada peserta, pemutaran video dokumentasi, serta pemberian apresiasi bagi peserta kategori Most Active Participants dan Most Friendly Participant. Adapun penghargaan Most Active Participants diraih oleh Alam Si’iran dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Eka Febriyanti dari Kementerian Kehutanan. Sementara penghargaan Most Friendly Participant diberikan kepada Bagus Ramadhan dari Perpustakaan Nasional.
Melalui pelatihan ini, peserta berharap dapat mengimplementasikan ilmu dan kapasitas yang telah diperoleh di unit kerja masing-masing, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam pelaksanaan program kerja sama antar instansi. (RTP, ART/Humas Kemensetneg)