Dialog Presiden dengan Perwakilan Forkopimda pada Peresmian 218 Jembatan di Berbagai Wilayah di Indonesia
Melalui Konferensi Video dari Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat
Pewara:
Bapak-Ibu hadirin yang kami hormati, selanjutnya, dimohon berkenan Presiden Republik Indonesia berdialog dengan perwakilan lima titik lokasi sebagai berikut:
1. Jembatan perintis Kodim 0420/OKI (Ogan Komering Ilir);
2. Jembatan perintis Kodim 1422/Maros;
3. Jembatan perintis Kodim 1418/Mamuju;
4. Jembatan bailey Kodim 0213/Nias;
5. Jembatan perintis Kodim 0309/Solok.
Selanjutnya, kami persilakan dialog diawali dari Komandan Kodim 0420/OKI, Sumatera Selatan, kami persilakan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ya, Komandan Kodim, ya? Silakan
Komandan Kodim 0420/Ogan Komering Ilir Gunawan Wibisono:
Siap, Bapak, izin.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ya, kenalkan dirimu. Bisa dengar, suara saya?
Komandan Kodim 0420/Ogan Komering Ilir Gunawan Wibisono:
(Audio tidak terdengar dengan jelas).
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Kurang keras suaranya. Suaranya kurang keras.
Komandan Kodim 0420/Ogan Komering Ilir Gunawan Wibisono:
Masyarakat, kades, dan pak camat, kami bisa berupaya untuk memaksimalkan pekerjaan, di mana kami…
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ya, terima kasih. Itu, yang sebelah Anda itu, Bupati, ya? Yang ada di situ. Coba, kenalkan.
Komandan Kodim 0420/Ogan Komering Ilir Gunawan Wibisono:
Di sebelah kami, Bapak Camat, izin.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ya, oh, camat?
Camat Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ricad Lee:
Selamat sore, Bapak Presiden Republik Indonesia yang kami banggakan dan kami cintai. Perkenalkan, kami Camat Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Kami sangat senang dengan adanya jembatan gantung ini, Pak. Kami mewakili semua masyarakat Desa Kuala Dua Belas, terima kasih kepada Bapak Presiden dan jajarannya, sudah berupaya mendirikan jembatan gantung di desa kami, Pak, sehingga masyarakat kami, terutama anak-anak sekolah, bisa mudah nyampai di sekolahnya, Pak. Mungkin itu saja, Pak, yang dapat kami sampaikan, mohon maaf, kurang-lebihnya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Baik, terima kasih. Terima kasih atas prestasi dan jerih payah Saudara-saudara sekalian, ya. Terima kasih. Kita ke mana? Kodim mana sekarang?
Pewara:
Selanjutnya, Pangdam XIV/Hasanuddin, [di Kodim 1422] Maros, Sulawesi Selatan.
Pangdam XIV/Hasanuddin Bangun Nawoko:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Waalaikumsalam.
Pangdam XIV/Hasanuddin Bangun Nawoko:
Yang terhormat dan sangat kami banggakan, Bapak Presiden Republik Indonesia, dan seluruh pejabat tinggi. Pada saat ini, kami sedang berada di lokasi pembangunan jembatan gantung atau jembatan perintis di Desa Bonto Matinggi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Izin melaporkan, Bapak, kami didampingi oleh Bapak Gubernur Sulawesi Selatan yang kita banggakan dan Ketua DPRD, serta yang mewakili Bupati Maros. Saat ini, pembangunan jembatan memasuki 60 persen di mana jembatan ini terbentang 100 meter, yaitu membentangi sungai kurang lebih 70 meter, menghubungkan dua desa antara Desa Bonto Matinggi dengan Desa Bonto Manurung. Di mana penerima manfaatnya di Desa Bonto Matinggi adalah 1.527 jiwa dan di Desa Bonto Manurung kurang lebih 263 jiwa.
Jembatan ini sering digunakan anak sekolah dengan cara mereka menggunakan gondola. Silakan ditarik gondolanya. Kemudian, tantangan pembangunan di sini, medannya cukup curam, kemudian, kami menggunakan, ulangi, mengirim material yaitu dengan memodifikasi flying fox seperti ini, kekuatannya kurang lebih 200 kilogram, sehingga ini membutuhkan waktu untuk pengecoran, yang saat ini sedang berlangsung di 60 persen ini. Lanjut, jalankan. Ini kurang lebih, cara kerja kami, yaitu pada saat pengangkutan material dari tepi dekat ke tepi jauh sungai, di mana di tepi jauh sungai sana ada kampung dan juga perkebunan masyarakat.
Masyarakat desa Bonto Matinggi dan Desa Bonto Manurung sangat berterima kasih kepada program ini dan kami akan melanjutkan kurang-lebih di 337 titik, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan. Dan, kami sudah berkomunikasi, berkoordinasi dengan Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, beliau akan mendukung penuh program kegiatan ini karena langsung dirasakan oleh masyarakat.
Demikian Bapak yang kami laporkan dari lokasi jembatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Mohon arahan dan petunjuk dari Bapak Presiden yang kami hormati dan sangat kami banggakan. Terima kasih.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih, Panglima. Terima kasih, Gubernur. Terima kasih semua pejabat yang hadir, pejabat pemerintah daerah, pejabat kepolisian, militer, terima kasih. Saya titip saja, teruskan pekerjaan ini, ini sangat penting untuk rakyat kita. Dan, ini juga membuktikan kepedulian negara, kepedulian pemerintah pusat terhadap kondisi rakyat di mana pun. Jadi, anak-anak kita adalah kekayaan kita yang paling berharga. Kita harus jamin, mereka bisa sekolah dengan baik, kondisi mereka baik, dan juga jembatan-jembatan ini akan membantu kehidupan masyarakat, meringankan beban hidup mereka. Terima kasih, saya kira, ya, Panglima [Kodam] Hasanuddin. Teruskan, saya bangga dengan kalian. Lanjutkan tugas, kerjakan.
Pangdam XIV/Hasanuddin Bangun Nawoko:
Siap.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih.
Pewara:
Baik, selanjutnya, jembatan perintis Kodim 1418/Mamuju yang diwakili oleh Pangdam XXIII Palaka Wira Sulawesi Tengah, [di] Mamuju.
Pangdam XXIII Palaka Wira Binsar Sianipar:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Presiden yang kami muliakan, dengan Pangdam XXIII Palaka Wira Mayor Jenderal TNI Binsar Sianipar.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami berada di lokasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. Pada kesempatan hari ini, kami didampingi oleh Bapak Kapolda, Danrem, Dandim, kemudian juga Ibu Bupati Mamuju, kemudian yang mewakili dari provinsi, Bapak Asisten I dan Bapak Kepala Desa yang langsung terjun di lapangan selama ini.
Kami laporkan, Bapak, bahwa jembatan yang dibangun, sudah selesai sebelum Ramadan kemarin. Panjang jembatan 75 meter dengan luas, lebar adalah 1,2 meter. Dan, ini merupakan suatu hal yang membanggakan, menggembirakan buat masyarakat. Mungkin pada kesempatan ini, kami memberikan kesempatan kepada mungkin Ibu Bupati, bisa memberikan penyampaian, mewakili masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Mamuju.
Bupati Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Sitti Sutinah Suhardi:
Siap. Mohon izin, Bapak Presiden yang kami banggakan dan sangat kami cintai. Kami atas nama masyarakat Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, dan Pemerintah Kabupaten Mamuju, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden kami yang tercinta, atas dibangunnya jembatan perintis, jembatan gantung Desa Bonda, Kabupaten Mamuju. Alhamdulillah, anak-anak kami sekarang tidak mesti harus mutar kurang lebih satu jam, sekarang dengan lima menit, mereka sudah bisa sampai di sekolah yang ada di Desa Bonda.
Terima kasih, Bapak Presiden. Bapak Presiden sehat selalu. Terima kasih.
Pangdam XXIII Palaka Wira Binsar Sianipar:
Demikian, Bapak Presiden, yang dapat kami laporkan. Terima kasih banyak atas atensinya. Ada apresiasi luar biasa dari seluruh masyarakat. Kami bawa juga Bapak, anak-anak yang saat itu viral di media sosial, sudah dua tahun yang lalu, ini anak-anak kami bawa, yang sekarang sudah SMP, dulu mereka masih SD. Hari ini mereka datang untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Tengah:
Terima kasih, Bapak Presiden, yang saya cintai.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih.
Pangdam XXIII Palaka Wira Binsar Sianipar:
Demikian, Bapak Presiden, kami laporkan perkembangan pembangunan jembatan yang sudah selesai di Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Itu yang dulu, salah satu ya, yang viral itu.
Pangdam XXIII Palaka Wira Binsar Sianipar:
Betul, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Baik, terima kasih, Panglima, para pejabat, Kapolda, Ibu Bupati, para pejabat, anak-anakku sekalian. Ya, juga terima kasih atas keberanian anak-anak untuk lapor langsung. Akhirnya, seluruh Indonesia yang beruntung karena kita baru sadar bahwa banyak anak-anak kita, tadi sebagaimana Ibu Bupati mengatakan, tadinya untuk sekolah harus jalan satu jam, sekarang cukup lima menit dan dalam keadaan yang lebih baik dan lebih aman. Terima kasih atas pekerjaan kalian, ya, teruskan, dan pelihara. Pelihara tidak hanya dalam rangka fisik, tapi juga pelihara kerja sama yang sebaik-baiknya antara semua unsur. Unsur pemerintah daerah, unsur ASN, unsur tentara, unsur kepolisian, kita harus jadi satu. Kita adalah satu bangsa Indonesia, kita adalah satu keluarga besar. Tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lain. Tidak ada boleh yang merasa bisa menang sendiri. Tidak. Kita semua satu keluarga. Seluruh bangsa Indonesia adalah satu keluarga besar. Kalau ada satu yang susah, semua merasakan. Kalau ada satu desa yang menderita, seluruh rakyat merasakan.
Saya kira itu dari saya, terima kasih, sampaikan penghormatan saya kepada semua unsur yang bekerja keras. Mudah-mudahan pada saat selesai, nanti, Saudara-saudara juga akan melapor kepada saya, pada saat selesai, terima kasih.
Pewara:
Dialog selanjutnya, jembatan bailey Kodim 0213/Nias, yang diwakili oleh Komandan Korem 023/KS, dipersilakan.
Komandan Korem 023/Kawal Samudera Iwan Budiarso:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat dan kami muliakan, Bapak Presiden. Izin Pak, kami dengan Kolonel Inf. Iwan Budiarso, kami Danrem 0213/Kawal Samudera. Saat ini kami didampingi Dirbinjaspas dari Pusziad dan Bapak Bupati, dan juga adik-adik SMA, Bapak, yang SMK yang pada saat itu viral minta jembatan kepada Bapak.
Izin, kami laporkan, Bapak, saat ini, jembatan sudah berdiri oleh rekan-rekan dari Pusziad, diselesaikan dalam waktu 50 hari, Bapak, kemudian panjang jembatan 33 (meter), dan saat ini sudah dapat digunakan oleh seluruh masyarakat. Kami, atas nama masyarakat, mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Bapak kepada Kecamatan Gomo, di Kabupaten Nias Selatan ini. Selanjutnya, Bapak, mungkin akan ada penyampaian dari Bapak Bupati maupun oleh adik-adik yang saat itu viral kepada Bapak, silakan.
Bupati Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Sokhiatulo Laia:
Baik, terima kasih. Mohon izin, Pak Presiden yang kami banggakan. Selamat sore, saya Bupati Nias Selatan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya dan mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Nias Selatan bahwa jembatan yang sudah viral di tahun 2025, tepatnya bulan September, dan Desember Pak Wakil Presiden langsung meninjau di lokasi, dan Januari 2026 dimulai pekerjaan, dan hari ini sudah bisa dipakai, sudah bisa selesai 100 persen.
Kami berharap sebagai Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan seluruh masyarakat Nias Selatan, harapan kami bahwa ini bukan akhir, Pak Presiden. Karena banyak yang sama nasib juga, anak-anak sekolah juga yang melewati sungai-sungai seperti yang sudah kita bangun ini, bukan hanya satu-dua titik lagi, Pak Presiden. Makanya kami berharap ada tahap dua dan ketiga. Kira-kira begitulah yang kami sampaikan sama Pak Presiden, dan ini anak-anak juga mau menyampaikan terima kasih, Pak Presiden, kalau diizinkan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Silakan. Saya ini, saya ingat, nih, wajah-wajah yang dulu viral, ya, yang di pinggir sungai, kan, dulu? Yang basah. Iya, bisa diputar lagi, tuh, videonya? Untuk kita kenang, ya. Ada? Namamu siapa yang sebelah….
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Yamisa Zebua, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Siapa?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Yamisa Zebua.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Anisah?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Yamisa Zebua.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Yamisa?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ejaannya gimana? Ejaannya? Yamisa.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Y-A-M-I-S-A.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Y-A-….
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Y-A-M-I-S-A.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
…-M-I-S-A.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Ya, Yamisa Zebua.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Yamisa Zebua.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Iya. Zebua itu nama marga, ya?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Saya banyak anak buah namanya Zebua. Ada yang jenderal juga, ya, ada yang Jenderal Zebua. Oke. Yamisa, silakan.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Izin, Pak Presiden, terima kasih atas semua bantuan yang telah Bapak berikan kepada kami. Sekarang kami tidak kewalahan lagi dan tidak membuka sepatu lagi kalau kami pergi ke sekolah. Sekali lagi, terima kasih, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Yamisa.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Ya, Pak?
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Kamu umur berapa, Yamisa?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Tujuh belas tahun, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Tujuh belas tahun.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Kamu kelas berapa sekarang, sekolahnya?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Kelas 12.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Dua belas.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Kamu, mau sekolah ke mana, kamu? Penginnya, penginnya melanjutkan ke mana?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Saya ingin melanjutkan studi tapi orang tua saya tidak mampu, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Apa?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Orang tua saya tidak mampu. Saya ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Kau mau studi apa? Mau jadi apa?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Di…kedokteran, Pak, kedokteran.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Kedokteran?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ya sudah, nanti kamu…kamu nanti dites, ya.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak. Sekalian kawan-kawan saya yang tiga orang ini, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Apa kamu? Siapa itu?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Sekalian teman-teman saya yang tiga orang ini, ingin melanjutkan studi, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ya, insyaallah semua, ya, he-eh.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak. Amin.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Tetapi harus belajar yang benar, ya. Nilainya harus bagus, ya.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
He-eh, jangan pacaran dulu, ya. Iya, katanya mau, mau studi, ya. He-eh. Ya, nanti…Danrem, coba catat, ya.
Komandan Korem 023/Kawal Samudera Iwan Budiarso:
Siap, Bapak, laksanakan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Karena dia, bagaimanapun, dia punya keberanian dan punya leadership kemarin itu. Langsung lapor ke saya lewat…lewat TikTok, ya.
Komandan Korem 023/Kawal Samudera Iwan Budiarso:
Siap, dilaksanakan, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Iya. Yamisa Zebua, oke.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Nanti teman-temanmu dicatat lagi juga nama-namanya, ya.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak, siap.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Oke. Baik….
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Terima kasih, Pak Presiden.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih, terima kasih. Belajar yang benar.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Siap, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Salam orang tua.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Oke, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih.
Pewara:
Mohon izin, Bapak, kami tayangkan video adinda yang sedang viral.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Iya.
(Penayangan video Yamisa Zebua dan teman-teman sekolahnya saat hendak menyeberang sungai untuk berangkat sekolah)
Pewara:
Baik, Bapak-Ibu, selanjutnya….
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Dia…Yamisa, itu kamu. Kamu itu, ya, yang….
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Berani sekali kau teriak-teriak ke Presiden, ya. Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar. Alhamdulillah, terima kasih, ya.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Oke. Bagus.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Ini ada bakat jadi pemimpin yang baik ini, si Yamisa ini.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:Izin Pak, ada keluhan lagi.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ah, kamu bela teman terus. Iya, kau…mana temanmu? Mau bicara sama Presiden?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ayo, silakan. Siapa mau bicara lagi?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Tentang MBG (Makan Bergizi Gratis), Pak. MBG-nya masih belum sampai di sekolah kami.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Belum sampai?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Oh, ada, ah.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Orang tua kami tidak mampu untuk membiayai makanan kami.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Bupati, bagaimana itu? Tapi ada yang bilang MBG enggak perlu, katanya, MBG enggak bagus.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Siapa bilang itu? Bohong itu, Pak, bohong.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Bohong itu?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Oke. Saya perjuangkan, ya, supaya segera MBG sampai ke sana, ya.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Amin, amin.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
He-eh.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Amin, Pak, makasih, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih. Jadi kalian merasakan, merasakan perlu MBG, ya? Tapi banyak, ada orang pintar-pintar di Jakarta mengatakan enggak perlu MBG, katanya. MBG buang-buang uang, katanya.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Pak, izin, mau mengeluh lagi. Jalan kami dari Kecamatan Gomo menuju Boronadu, jalannya semua hancur. Kami ingin dibangun, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Apa itu?
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Tolong kepada Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Oh, jalan….
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Dan, begitu juga gedung kami di SMK Negeri 1 Boronadu, semua pada roboh, Pak. Begitu juga lapangannya, Pak. Saya ingin dibangun.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ya.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Iya, Pak. Semoga ada perhatian khusus untuk kami.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Kita kerjakan, kita nanti, kita berjuang. Terima kasih.
Perwakilan Anak Sekolah di Kabupaten Nias Selatan, Sdri. Yamisa Zebua:
Ya, Pak, terima kasih, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ya, terima kasih. Belajar yang benar, ya.
Komandan Korem 023/Kawal Samudera Iwan Budiarso:
Terima kasih, Bapak Presiden, siap.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ya.
Pewara:
Baik, untuk dialog selanjutnya, jembatan perintis Kodim 0309/Solok oleh Komandan Kodim 0309/Solok, dipersilakan.
Komandan Kodim 0309/Solok Sugeng Riyadi:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat, Bapak Presiden, kami Komandan Kodim Solok, Letnan Kolonel Inf. Sugeng Riyadi. Saat ini, kami berada di posisi jembatan yang sudah kami bangun yaitu di Jembatan Perintis Sungai Batang Bangko Gadang, Kodim 0309/Solok. Jembatan ini kami bangun setelah jembatan lama, Bapak, kena terjangan banjir bandang pada tanggal 28 Desember (2025) kemarin. Jembatan ini jadi hari Minggu kemarin tepatnya, ini menghubungkan dua nagari, penerima manfaat sekitar 4.700 sampai 5.000 jiwa, Bapak. Kemudian manfaat dari jembatan ini yang sangat penting sekali, yaitu digunakan untuk anak-anak pada saat kegiatan sekolah.
Kami tunjukkan, Bapak, pada saat jembatan ini belum jadi, anak-anak nyeberang lewat yang kami tunjukkan, mohon izin, lewat sebatang pohon kelapa itu, Bapak, sebelum jembatan ini kami bangun. Setelah kita….
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Pohon kelapa, ya?
Komandan Kodim 0309/Solok Sugeng Riyadi:
Siap, Bapak, satu buah [pohon kelapa yang dibentangkan].
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Kayu pohon kelapa, ya.
Komandan Kodim 0309/Solok Sugeng Riyadi:
Pohon kelapa yang dibentangkan, Bapak. Mungkin izin kami zoom [perbesar penampakannya pada layar],Bapak. Jadi setelah jembatan ini berhasil kemarin kita selesaikan, alhamdulillah, nanti anak-anak bisa menggunakan jembatan ini dengan aman dan [menjalankan] kegiatan aktivitas. Kemudian, ini juga kami bersama Forkopimda, ada Bapak Wakil Bupati yang akan menyampaikan sepatah-dua patah kata terhadap Bapak. Mohon izin, Bapak.
Wakil Bupati Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Yulian Efi:
Bapak Presiden yang saya hormati, izin, kami, Wakil Bupati Solok Selatan, atas nama pemerintah dan masyarakat Solok Selatan, mengucapkan terima kasih atas bantuan dan program dari Pak Presiden. Dan, masyarakat sangat luar biasa dengan selama ini menyeberang dengan pohon kelapa, hari ini sudah bisa [menyeberang] dengan jembatan. Terima kasih, Pak Presiden. Sehat, Pak Presiden.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Baik, saya ucapkan selamat atas berhasil Saudara membangun jembatan itu. Berapa lama kalian butuh untuk bangun jembatan ini?
Komandan Kodim 0309/Solok Sugeng Riyadi:
Siap, mohon izin, Bapak. Kami laporkan, kami bangun jembatan ini kurang lebih dua bulan, Bapak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Dua bulan, baik. Baik, terima kasih, ya, sampaikan ke semua yang terlibat, semua anggotamu, anggota masyarakat, anggota instansi lain. Saya kira ini pelajaran penting bahwa pemerintah harus tanggap, reaksi cepat. Para pimpinan daerah, pemerintah daerah, kepala desa, camat, para bupati, wali kota, gubernur, harus benar-benar selalu memikirkan dan mengetahui kondisi rakyat. Sebenarnya juga negara sudah memberi dana cukup besar ke tiap desa tiap tahun. Dana desa ada Rp1 miliar satu tahun, ini sudah berjalan. Saya minta dana-dana ini dijaga penggunaannya, ya, jangan ada penyalahgunaan sehingga kesulitan rakyat bisa segera diatasi. Kondisi yang kemarin ini, saya ambil alih karena kebutuhan rakyat mendesak. Seharusnya, ini nanti dikerjakan oleh pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, bertingkat bertahap. Nanti TNI, polisi membantu. Tapi dalam kondisi kesulitan sekarang, ada bencana dan sebagainya, kita langsung bereaksi.
Saya kira itu dari saya, sekali lagi selamat, terima kasih atas pekerjaan Saudara-saudara. Terima kasih untuk Kodim Solok, terima kasih.
Pewara:
Baik, Bapak-Ibu yang kami hormati, dengan berakhirnya dialog jembatan perintis dari Kodim 0309/Solok, sesi dialog kami nyatakan berakhir.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Baik, untuk semua [peserta konferensi video] yang mengikuti [acara peresmian dan sesi dialog secara daring], saya minta maaf, saya tidak bisa menyapa Saudara-saudara sekalian. Tapi kalau ada yang…saya kira masih bisa, lah, saya [berdialog dengan] dua-tiga [peserta] lagi, ya, enggak apa-apa. Silakan, dua-tiga [peserta] lagi, siapa yang mau, yang mau menyapa saya. Apa itu…silakan, angkat tangan yang mau bicara langsung ke saya. Ada yang, mana angkat tangan, cepat? Yang duluan angkat tangan, sambung.
Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismail A. Jalil:
Dari Aceh Utara, Pak Presiden.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Dari mana?
Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismail A. Jalil:
Aceh Utara.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Aceh Utara, silakan.
Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismail A. Jalil:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang kami hormati, Bapak Presiden. Yang pertama sekali, saya mengucapkan ribuan terima kasih, Pak, atas bantuan yang telah diberikan menyangkut dengan jembatan, alhamdulillah, sudah aman, jembatan yang telah dibangun. Kemudian kami masih kekurangan jembatan, Pak, sekitar 27 unit lagi. Nah, yang sangat mendesak di [wilayah] Aceh Utara, itu yang pertama. Kemudian yang kedua, Bapak Presiden, mohon kiranya jalan rusak parah di Kabupaten Aceh Utara agar dibantu untuk diperbaiki. Kemudian yang ketiga, Bapak Presiden, untuk ketahanan pangan, kebetulan di Aceh Utara, bencana luar biasa kemarin, sawah masyarakat terendam 18.000 hektare. Maka, untuk ketahanan pangan, mohon segera Bapak Presiden dibantu untuk pembersihan lahan sawah masyarakat sehingga masyarakat bisa ke sawah seperti sediakala. Mungkin ini yang bisa kami laporkan. Bapak Presiden, mohon segera dibantu. Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Baik, terima kasih. Nanti ini pasti akan dan sudah direncanakan oleh Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dipimpin oleh Saudara Menteri Dalam Negeri. Saya sudah terima laporan juga dari Menteri Pertanian. Saya kira perencanaannya sudah ada dan hampir semua sawah akan direhabilitasi. Sebagaimana diketahui, bagi kita, pangan adalah…pertanian dan pangan adalah prioritas yang sangat penting. Jadi, pasti kita akan perbaiki semua itu, rehabilitasi semua itu. Saya kira itu, ya. Jadi itu nanti bagian dari pekerjaannya Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Terima kasih.
Yang lain? Masih ada yang mau bicara langsung kepada saya? Silakan. Waktu buka masih lama, ya. Jadi, silakan. Kalau tidak ada…mana? Saya enggak lihat.
Perwakilan Masyarakat Desa Bonda, Kab. Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat:
Bismillahirrahmanirrahim. Izin, Pak Presiden yang kami hormati dan kami cintai.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Dari mana? Saya enggak lihat gambarnya.
Perwakilan Masyarakat Desa Bonda, Kab. Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat:
Izin, Bapak Presiden yang kami hormati dan kami cintai. Izin, saya dari Desa Bonda, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Tadi sudah, ya? Sulawesi Barat sudah ada
Perwakilan Masyarakat Desa Bonda, Kab. Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat:
Alhamdulillah, jembatan kami sudah selesai, Pak. Terima kasih banyak, Bapak Presiden Republik Indonesia, mewakili warga. Saya ingin, cuma menyampaikan saja bahwa ini adalah jawaban atas doa-doa, kesabaran. Selama ini warga Desa Bonda dibantu Ibu Bupati, Babinsa, Dandim, Danramil, dan seterusnya, itu bergotong royong bahkan sampai di putus terakhir jembatan, anak-anak kami harus menyeberang menggunakan rakit karena memutar melalui jalan itu terlalu jauh. Dan, alhamdulillah, salam hangat dari anak-anak kami dan seluruh warga Desa Bonda berterima kasih banyak dengan jembatan yang dibangun ini, maka tidak lagi menyeberangi, dan tidak lagi memutar jauh. Terima kasih, Bapak Presiden. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih. Terima kasih. Ada lagi? Baik, kalau tidak ada lagi. Terima kasih sekali lagi semua yang ikut. Selamat bekerja. Teruskan pengabdianmu. Saya bangga dengan kalian. Selalu dekat sama rakyat. Selalu berpihak kepada rakyat. Selalu membantu rakyat. Saudara adalah tentara rakyat. Selamat berjuang. Teruskan pengabdianmu. Terima kasih. Selesai.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih.