Dialog Presiden dengan Perwakilan Polda usai Peresmian dan Groundbreaking 1.179 SPPG serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri
Secara virtual dari SPPG Polri Palmerah, DKI Jakarta
Pewara:
Bapak dan Ibu hadirin yang kami hormati, dan kami sampaikan kepada Bapak Presiden, bahwa acara kali ini disaksikan oleh Polda dan jajaran, dimohon dapat menyapa enam Polda perwakilan. Selanjutnya, berkenan kepada Bapak Kapolri untuk berkenan memandu jalannya dialog interaktif. Kami persilakan.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo:
Baik, untuk mempercepat waktu, untuk wilayah Bekasi, (Polda) Metro Jaya, siap?
Perwakilan Polda Metro Jaya:
Bapak Kapolri, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang terhormat, yang kami muliakan dan kami banggakan, Bapak Presiden Republik Indonesia, selamat pagi, Bapak Presiden.
Saat ini, kami berada di lokasi ekosistem rantai pasok bahan baku SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Polda Metro Jaya, tepatnya di Desa Pantai Harapan (Jaya), Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Area ekosistem yang dirintis oleh Bapak Kapolda Metro Jaya sejak 15 September 2025, melalui kerja sama izin pakai lahan, terdiri dari budaya ikan, udang, ayam petelur, dan ternak kambing. Di lokasi seluas 49 hektare, hari ini dilaksanakan panen raya ikan nila dan bandeng 108 ribu ekor, 600 ribu ekor udang windu dan vaname, 1.000 ayam petelur, dan 100 ekor kambing, yang akan kami distribusikan ke 57 SPPG Polda Metro Jaya melalui UMKM.
Saat ini, Bapak Presiden, kami sedang bersama 100 orang warga Desa Pantai Harapan Jaya, Mitra Peda. Bapak Presiden, sebelumnya, mereka bekerja serabutan, tetapi saat ini sudah mendapatkan penghasilan tepat melalui ekosistem ini. Izin, Bapak Presiden, mereka ingin langsung mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden.
Perwakilan Warga Desa Pantai Harapan Jaya, Kabupaten Bekasi:
Terima kasih, Bapak Presiden. Terima kasih, Bapak Prabowo. Matur sembah nuwun, Bapak.
Perwakilan Polda Metro Jaya:
Selanjutnya, kami mohon petunjuk dan arahan Bapak Presiden. Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih, Saudara-saudara sekalian, di Bekasi, ya. Saya terima kasih, saya sangat, saya sangat bahagia hari ini. Saya sangat bangga. Tadi saya sudah sampaikan mungkin di sambutan saya, tapi sekarang saya lihat langsung, ini luar biasa, ini juga akan mengamankan kita semua, mengamankan ketahanan pangan kita, ya, juga membantu rakyat kita, membantu gizi anak-anak kita.
Ini sesuatu yang luar biasa, ini sesuatu yang sangat penting. Terima kasih semuanya.
Perwakilan Polda Metro Jaya:
Terima kasih, Bapak Presiden.
Perwakilan Warga Desa Pantai Harapan Jaya, Kabupaten Bekasi:
Terima kasih, Bapak Presiden. Terima kasih, Bapak Prabowo.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih para pejabat, para perwira, para tamtama, dari Polri, dan seluruh rakyat, seluruh petani, peternak, pekerja. Terima kasih. Saya sangat bahagia. Ini, saya mulai sangat, sangat bangga menjadi presiden Republik Indonesia. Kita berada, kita harus percaya, kita berada di jalan yang benar. Kita ingin seluruh rakyat kita bahagia. Seluruh rakyat kita punya penghasilan yang baik. Itu keinginan kita, itu perjuangan kita, dan kita tidak ragu-ragu. Kita tidak menerima, dan kita tidak akan membiarkan Indonesia tetap lemah, Indonesia rakyatnya masih ada yang miskin. Kita tidak akan terima.
Terima kasih. Sekali lagi, terima kasih.
Perwakilan Polda Metro Jaya dan Warga Desa Pantai Harapan Jaya, Kabupaten Bekasi:
Terima kasih, Bapak Prabowo. Sehat-sehat selalu, Bapak.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo:
Baik, selanjutnya, tolong untuk Kapolda, Polda Papua Barat, apabila mendengar suara saya, langsung melaporkan kepada Bapak Presiden. Saya persilakan.
Wakapolda Papua Barat Sulastiana:
Siap, Jenderal, terima kasih.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak Presiden, izin melaporkan, kami dari Polda Papua Barat memiliki delapan SPPG dengan komposisi dua SPPG aglomerasi yang berada di wilayah Manokwari dan Fakfak, dan enam SPPG daerah terpencil yang berada di, lima di wilayah Polres Kaimana, dan satu di wilayah Polres Fakfak dengan total penerima manfaat 4.871 dan serapan tenaga kerja 181 orang.
Khusus SPPG 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), semuanya sedang dalam persiapan operasional, Bapak Presiden. Dan, seperti yang ada di Kampung Wamesa ini, salah satu di belakang kami, inisiatif pembangunan SPPG melibatkan partisipasi masyarakat yang dilakukan dengan effort yang ekstra, Bapak Presiden, karena dihadapkan pada faktor geografis yang terletak sangat jauh dari pusat kabupaten. Kemudian, kami juga harus menempuh dengan transportasi darat dan laut yang rata-rata membutuhkan waktu 40 sampai 60 menit dengan faktor iklim dan cuaca yang ekstrem sampai dengan gelombang laut yang tinggi, sehingga pemenuhan material dan bahan, membutuhkan waktu yang lebih lama.
Tapi, kami sangat antusias, Bapak Presiden, mengingat kemanfaatan Makan Bergizi Gratis bagi 132 penerima di Kampung Wamesa ini yang terdiri dari TK 16 [penerima], SD 90 [penerima], ibu hamil 5 [penerima], ibu menyusui 6 [penerima], dan balita 15 orang, yang seluruhnya merupakan masyarakat asli Papua yang sangat membutuhkan MBG (Makan Bergizi Gratis) ini. Kami semua mempersiapkan operasionalisasi SPPG-3T ini dengan mengurai rantai pasok dari sumber lokal seperti sayur-mayur, ikan, daging rusa, dan buah, dan sebagian dari luar wilayah seperti Surabaya, Bapak Presiden, di antara lain beras, ayam, telur, dan susu. Mudah-mudahan SPPG di sini dapat berjalan dengan baik, melayani seluruh masyarakat, Bapak Presiden.
Terima kasih dan selanjutnya, mohon petunjuk dan arahan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dan, di hadapan kami ada anak-anak calon penerima manfaat, Bapak Presiden, yang ingin mengucapkan terima kasih.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih.
Perwakilan Anak Penerima Manfaat Program MBG di Kampung Wamesa, Papua Barat:
Terima kasih, Bapak Presiden, sudah bangun dapur MBG di kampung kami. Ditunggu ya, MBG-nya di sekolah kami, SD YPK Betlehem Wamesa, Kabupaten Kaimana. Terima kasih, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih semuanya. Ibu, jabatannya apa, Bu?
Wakapolda Papua Barat Sulastiana:
Siap, Wakapolda, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Wakapolda, ya.
Wakapolda Papua Barat Sulastiana:
Siap.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih.
Wakapolda Papua Barat Sulastiana:
Terima kasih, Bapak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Saya sangat gembira, saya sangat bangga, ya, Saudara-saudara dari Kepolisian bekerja dengan sangat baik di tempat-tempat yang susah. Dan, saya sangat gembira melihat anak-anak cerah. Anak-anak kita sekarang penuh dengan harapan.
Sekarang saya bertanya, ini sudah mulai belum, MBG sudah mulai dibagikan belum?
Wakapolda Papua Barat Sulastiana:
Belum mulai, Bapak, untuk di Kampung Wamesa ini.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Wamesa.
Wakapolda Papua Barat Sulastiana:
Karena kami menunggu verifikasi dari BGN (Badan Gizi Nasional), siap.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Baik, oke. BGN segera ya, diverifikasi.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo:
Sudah selesai, tinggal verifikasi, Bapak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Oke. Terima kasih. Saya percaya, Pak Dadan, bisa cepat, ya?
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana:
Bisa, Pak. Bisa, Pak, insyaallah.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Kapan?
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana:
Harus di-appraisal dulu itu, Pak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ya, iya, cepat. Cepatlah appraisal, ya. Yang jauh-jauh, harus segera, ya. Baik, terima kasih, Ibu Wakapolda.
Wakapolda Papua Barat Sulastiana:
Terima kasih, Bapak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih.
Wakapolda Papua Barat Sulastiana:
Siap.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih, anak-anak.
Wakapolda Papua Barat Sulastiana:
Semoga sehat selalu, Bapak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ya, thank you. Terima kasih.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo:
Mohon izin selanjutnya mewakili wilayah tengah, dari Kalimantan Selatan. Langsung silakan melapor kepada Bapak Presiden.
Kapolda Kalimantan Selatan Rosyanto Yudha Hermawan:
Baik. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang kami hormati dan kami muliakan, Bapak Presiden Republik Indonesia;
Yang kami banggakan, Bapak Kapolri.
Kami laporkan, dalam rangka menindaklanjuti Program MBG, Polda Kalimantan Selatan telah melaksanakan beberapa kegiatan yaitu pembangunan 35 SPPG, termasuk 10 SPPG di daerah terpencil dan pondok pesantren, membangun ekosistem rantai pasok bahan pokok SPPG, memastikan kualitas dan keamanan pangan MBG, membangun sistem pengolahan dan pemanfaatan limbah SPPG.
Dapat kami jelaskan sebagai berikut, yang pertama, saat ini telah beroperasi 10 SPPG Polda dan Polres jajaran yang telah menyerap 454 tenaga kerja, dengan total penerima manfaat 21.302 orang, meliputi siswa TK hingga SMA, ibu hamil, menyusui, dan balita, serta para santri pondok pesantren. Sepuluh SPPG di daerah terpencil dalam proses pembangunan dengan calon penerima manfaat sebanyak 3.695 orang, dan saat ini kami sedang membangun SPPG Polda Kalimantan Selatan yang kedua yang terletak di Desa Dalam Pagar, dengan calon penerima manfaat dari para santri Pondok Pesantren Salafiyah Syekh Arsyad Al-Banjari sebanyak 1.837 orang, yang sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu, dan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada sekolah keagamaan.
Yang kedua, guna mendukung produksi MBG, kami juga telah membangun ekosistem rantai pasok melalui program pekarangan pangan bergizi yang kami mulai dengan membangun 12 greenhouse berisi berbagai jenis sayuran dan buah, serta 42 kolam bioflok dengan kapasitas ikan sebanyak 42 ribu. Seluruh sarana tersebut dikelola secara berkelanjutan oleh personel Polda Kalimantan Selatan dan Bhayangkari Polda Kalimantan Selatan.
Yang ketiga, dengan menggunakan dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari beberapa perusahaan, kami juga telah menyumbang 40 kolam bioflok kepada dua pondok pesantren, yaitu Salafiyah Arsyad Al-Banjari dan Ponpes Nurul Hijrah, selain untuk mendukung ekosistem rantai pasok SPPG, program ini juga untuk menciptakan kemandirian ekonomi pada pondok pesantren tersebut. Dengan menggunakan CSR dari PT Antang Gunung Meratus (AGM), kami juga menginisiasi program peternakan sapi pedaging sebanyak 200 ekor, bekerja sama dengan ULM (Universitas Lambung Mangkurat). Selain untuk mendukung ekosistem rantai pasok MBG, keuntungan dari program ini juga digunakan untuk membantu pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal) bagi mahasiswa yang tidak mampu, dan hal ini sebagai implementasi Program Polisi Peduli Pendidikan.
Yang keempat, kami memastikan kualitas dan keamanan pangan MBG dengan langkah-langkah sebagai berikut. Yang pertama, kami melaksanakan scanning kepada penerima manfaat untuk mendeteksi alergen dan intoleransi terhadap makanan melalui penyebaran questionnaire kepada para penerima manfaat. Yang kedua, food security, yang diawasi secara ketat oleh Biddokkes (Bidang Kedokteran dan Kesehatan) Polda Kalimantan Selatan. Yang ketiga, aplikasi mesin berteknologi modern untuk pencucian ompreng yang dapat mempercepat proses pencucian dan menjaga higienitas alat makan. Yang keempat, kami memanfaatkan sisa kulit buah dari SPPG untuk menjadi eco-enzyme yang digunakan untuk pupuk tanaman jagung, dan sisa limbah makanan digunakan untuk pakan tenak, serta limbah cair disaring menggunakan IPAL (instalasi pengolahan air limbah), sehingga air yang dibuang dalam kondisi aman bagi lingkungan.
Demikian yang dapat kami laporkan kepada Bapak Presiden, dan kami berkomitmen penuh untuk terus mendukung dan melaksanakan kebijakan Bapak Presiden, khususnya dalam mewujudkan generasi muda Indonesia yang sehat, kuat, unggul, dan berdaya saing. Selanjutnya, kami mohon petunjuk dan arahan dari Bapak Presiden. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih, Kapolda dan semua jajarannya. Ya, saya hanya ingin ucapkan penghargaan saya kepada Saudara-saudara sekalian yang telah berinisiatif dan bekerja dengan sangat baik. Terima kasih dan teruskan pengabdian yang baik ini, ini benar-benar untuk masa depan bangsa kita. Terima kasih, selesai.
Kapolda Kalimantan Selatan Rosyanto Yudha Hermawan:
Siap, dilaksanakan.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo:
Baik, selanjutnya kami persilakan dari Jawa Tengah untuk melaporkan langsung kepada Bapak Presiden.
Perwakilan Polda Jawa Tengah:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang terhormat dan kami muliakan, Bapak Presiden Republik Indonesia.
Dapat kami laporkan kepada Bapak Presiden, atas instruksi dari Bapak Kapolda Jawa Tengah, saat ini, Polda Jawa Tengah telah memiliki 152 SPPG, dan tercatat sebagai Polda dengan SPPG Polri terbanyak di seluruh Indonesia, dengan menyerap tenaga kerja sejumlah 6.840 orang relawan dan penerima manfaat sebanyak 186.000 orang yang terdiri dari anak sekolah, tenaga pendidik, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.
Beberapa keunggulan yang dapat dilaporkan terkait dengan SPPG Polda Jawa Tengah, antara lain, yang pertama, memiliki SPPG untuk melayani santri, yakni di Pondok Pesantren Al Maliki Kota Pekalongan, Pondok Pesantren Darul Furqon, Pondok Pesantren Raudlatul Islamiyah di Kabupaten Tegal dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1.000 orang. Yang kedua, membangun kemitraan dengan badan usaha milik desa (BUMDes) dalam mendukung ekosistem rantai pasok bahan baku SPPG berupa beras, protein nabati dan hewani, dan juga sayur mayur. Yang ketiga, pada beberapa daerah yang terdampak bencana alam, SPPG Polda Jawa Tengah juga hadir untuk memberikan pelayanan makan bergizi gratis kepada warga masyarakat yang terdampak banjir di posko-posko pengungsian. Dan yang keempat, SPPG Polda Jawa Tengah dimiliki oleh yayasan dan koperasi Polres jajaran Polda Jawa Tengah. Karena koperasi ini milik seluruh anggota Polri dan Bhayangkari, maka seluruh anggota dan Bhayangkari Polda Jawa Tengah akan menjaga SPPG ini supaya sesuai standar dan bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada anak-anak kita.
Demikian yang dapat kami laporkan kepada Bapak Presiden. Mohon arahan dan petunjuk selanjutnya, terima kasih, matur sembah nuwun. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih. Ya, saya sampaikan sekali lagi ya, juga kepada Polda Jawa Tengah, semua unsur, juga Bhayangkari-nya, saya lihat cerah, semangat. Terima kasih, ya, pengabdian kalian luar biasa. Jaga terus, selalu beri yang terbaik, selalu dekat sama rakyat. Kalian telah buktikan bahwa kalian sekarang bekerja sesungguh-sungguhnya. Terima kasih, sekali lagi.
Perwakilan Polda Jawa Tengah:
Terima kasih, Bapak Presiden.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo:
Untuk yang terakhir, selanjutnya, Polda Jawa Timur, silakan untuk langsung dilaporkan kepada Bapak Presiden.
Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian;
Syalom,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan,
Selamat pagi,
Salam presisi.
Yang terhormat dan yang kami muliakan, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Mohon izin, Bapak Presiden dan Bapak Kapolri, kami melaporkan langsung dari Bumi Majapahit, Jawa Timur. Saat ini kami berdiri tepat di dalam gedung ketahanan pangan Polri di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto bersama Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Mojokerto.
Bapak Presiden yang kami banggakan, gedung tempat kami berada ini adalah Gedung Ketahanan Pangan Polri di lahan milik SPN (Sekolah Polisi Negara) Polda Jawa Timur. Secara spesifik, teknis sebagai berikut, luas lahan sebesar 9.500 meter persegi, luas bangunan 1.464 meter persegi yang terdiri dua bangunan gudang. Kapasitas penyimpanan daya tampung, total mencapai dua ton dari masing-masing gudang yaitu 1.000 ton. Kemudian, menyerap tenaga kerja sejumlah 50 orang. Pembangunan 100 persen dalam waktu 120 hari tepat, dan selesai di [tanggal] 30 September 2025 dan kini siap digunakan sepenuhnya.
Kami laporkan bahwa keunggulan dari gudang ini, yang pertama, gudang khusus jagung pertama di Jawa Timur. Karena selama ini, belum ada gudang spesifik untuk komoditas jagung. Yang kedua, lokasinya sangat strategis dan terjangkau, sehingga petani lebih mudah mengakses gudang Bulog. Gudang ini turut memberikan multiplier effect berupa meng-cover kebutuhan industri peternakan di seluruh Jawa Timur dengan menjaga ketersediaan pangan.
Selanjutnya, kami laporkan, serapan jagung ini diperoleh dari petani Jawa Timur yang menjual hasil panennya kepada Bulog dengan harga Rp6.400 per kilogram sudah termasuk PPh 22 dengan kadar air maksimal 14 persen. Selain itu, Gudang Ketahanan Pangan Polri ini tidak hanya dikhususkan sebagai gudang Bulog Mojokerto, namun terbuka untuk membantu 13 cabang Bulog lainnya di Jawa Timur. Melalui pembangunan gudang ini, turut membantu pemenuhan target serapan Bulog Mojokerto sebesar 2.000 ton dari 8.092 ton per tahun.
Sebagai bukti kesiapan, saat ini di Gudang Ketahanan Pangan Polri Polda Jawa Timur, telah terisi 142 ton jagung pipil titipan dari Bulog Mojokerto. Ini merupakan tata kelola profesional antara Polri dan Bulog, di mana Polri menyediakan lahan, membangun infrastruktur, dan menjaga keamanan, sementara Bulog melakukan operasional hingga distribusi. Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ketersediaan dan harga pangan. Dan rencana ke depan, gudang ini akan dilengkapi fasilitas pemipilan, pengeringan, dan pengepakan. Demikian laporan kami dari Jawa Timur, terima kasih. Selanjutnya, kami mohon petunjuk.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam presisi.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih. Terima kasih, Kapolda, terima kasih dengan jajarannya. Ini suatu prestasi luar biasa juga. Ini sangat sangat penting bagi stabilitas, bagi ketahanan pangan, ya, negara aman kalau pangannya aman. Jadi, terima kasih atas prestasi Saudara-saudara. Teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya. Jadikan Polri selalu di tengah-tengah rakyat, penggerak, pengaman, penjaga keselamatan bangsa. Terima kasih.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo:
Terima kasih, Bapak Presiden, dari….
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Sebentar, Pak Dadan, Pak Dadan itu senang melihat rekan sama-sama botak, katanya. Jadi memang orang botak itu pintar-pintar, itu. Habis itu yang TNI juga sama botaknya sama kau, itu. Kalau botak itu pemikir. Terima kasih.
Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto:
Siap, Bapak.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Selamat.
Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto:
Siap.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Ini titipan dari Pak Dadan. Tapi tenang aja, saya juga mulai botak ini, sejak jadi Presiden, mulai botak.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo:
Baik, terima kasih, Bapak Presiden. Dari perwakilan-perwakilan tadi, mewakili 551 wilayah yang terdiri dari Polda dan Polres yang saat ini tergabung, dan seluruhnya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden di dalam acara kami pada hari ini.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto:
Terima kasih, semuanya. Saya minta maaf tidak bisa menyapa semuanya, tapi terima kasih. Saya bangga dengan kalian, terima kasih, terima kasih.