TRANSKRIP
DOORSTOP PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PENINJAUAN KE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG)
NIAS, SUMATERA UTARA
19 AGUSTUS 2016
Â
Â
Â
Wartawan:
Bapak Presiden, yang pertama di Nias dan Sumatera terutama kan masalah listrik, dan sekarang sudah mulai membaik.
Â
Presiden:
Ya kita ingat semua ya. Bulan Juni yang lalu, bulan Juni, di Nias ini ada masalah besar mengenai listrik yang padam berapa hari kemarin? 12 hari karena memang kurang. Kebutuhan ini baru separuh. Dan suplainya Juni kemarin masalah.
Â
Oleh sebab itu, saya perintah saat itu untuk ini segera dipercepat. Dan Pak Dirut, Bu Menteri BUMN sudah nyanggupi, Oktober selesai. Ini yang 25 megawatt.
Â
Kalau itu selesai, artinya apa? Ada 28 megawatt, ada 25 megawatt. Rampung semuanya. Ini paling tidak cukup dulu.
Â
Tapi ada kebutuhan lain karena kita ingin mengembangkan pariwisata, kawasan perikanan. Jadi, perlu cold storage, perlu suplai lagi listrik sehingga dibangun lagi tahun depan 25 megawatt.
Â
Nah, kalau ini rampung, rampung, rampung, itu baru saya kira di sini udah enggak ada, insya Allah enggak ada pemadaman.
Â
Jadi, kita kerja ini kejar-kejaran betul. Saya juga mau lihat yang sudah saya perintah itu di lapangan seperti apa. Kalau sudah seperti ini, ya yakin nanti Oktober rampung.
Â
Jadi artinya, kalau perintah, pasti prosesnya diikuti, lapangannya juga dikontrol. Itu nanti proyek kita akan selesai semuanya.
Â
Wartawan:
Kemudian, Bapak Presiden, sepanjang tahun ini kan banyak pembangunan infrastruktur.
Â
Hari ini BPS mengumumkan, ketimpangan pendapatan penduduk antara yang kaya dan yang miskin itu menyempit. Artinya, secara pemerataan, kesejahteraannya membaik.
Â
Apakah ini juga?
Â
Presiden:
Ya ketimpangan itu harus dihentikan. Kan naik terus, naik terus sampai terakhir itu 0,402 ya saat itu, waktu kita terima ya.
Â
Kemudian ada proses pembangunan infrastruktur. Itu pengaruh sekali karena di situ ada lapangan pekerjaan yang baru. Itu pengaruh pada income, pada pendapatan. Yang pertama, infrastruktur.
Â
Yang kedua, Dana Desa. Itu pengaruh sekali karena uang yang beredar di daerah, yang beredar di kecamatan, yang beredar di desa itu jadi bertambah. Sehingga apa? Daya beli, income yang ada di bawah itu juga bertambah. Dari 0,402, turun—saya mendapatkan laporan dua hari yang lalu—menjadi 0,397.
Â
Dikit, dikit tapi turun, turun. Tapi yang paling penting adalah harus turun, harus turun, harus turun. Memang arah itu yang kita kehendaki.
Â
Sejak awal saya sampaikan. Problem besar kita kemiskinan, ketimpangan sosial antarkawasan, juga antarindividu ya.
Â
Kemudian, yang ketiga, masalah yang berkaitan dengan pengangguran. Ini di semua negara hal-hal seperti ini yang sedang terjadi.
Â
Wartawan:
Ke depan, apa yang harus kita lakukan, Bapak?
Â
Presiden:
Ya kita akan lebih fokus. Kalau ini sudah ada hasilnya, tentu saja fokus terus ke sana agar sebesar-besarnya semua problem bisa dikurangi ya.
Â
Wartawan:
Terima kasih, Bapak.
*****
Biro Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden