Dukung Perkembangan Anak Melalui Kompetisi Lomba Mewarnai Dalam Masa Pandemi

 
bagikan berita ke :

Jumat, 05 Maret 2021
Di baca 289 kali

Tahun telah berganti namun pandemi Covid-19 belum kunjung berakhir. Sudah hampir satu tahun pemerintah terus menggalakkan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, beribadah hingga belajar. Kebijakan ini diambil untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Tak terkecuali, bagi para pelajar pemerintah memberikan himbauan agar melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah.

Pembatasan aktivitas tentu berdampak pada pola hidup. Anak-anak yang biasanya bebas beraktivitas di luar rumah bersama teman-teman sebayanya kini harus tinggal di dalam rumah. Mereka terpaksa hanya dapat bermain di zona yang terbatas. Kontak fisik berubah menjadi interaksi virtual menggunakan berbagai jenis alat komunikasi.

Bagi anak-anak usia dini, kegiatan belajar mengajar dilakukan sambil bermain. Menurut National Association for the Education of Young Children anak usia dini berada di rentang usia lahir hingga delapan tahun (Dadan, 2014). Pada usia ini, anak-anak berada dalam masa keemasan di mana potensi-potensi anak seharusnya mendapatkan stimulus yang optimal dan maksimal. Namun, pandemi yang pada akhirnya membatasi aktivitas anak usia dini untuk berkembang menjadi kendala bagi keberhasilan proses perkembangan anak. Menurut Bredekamp (199) yang dikutip oleh Dadan (2014), prinsip perkembangan untuk pembelajaran yang efektif meliputi antara lain aspek fisik, sosial emosional, dan kognitif yang saling berkaitan dalam kerangka konteks sosial dan kultural yang majemuk.

Perubahan kondisi sosial dan kultural yang signifikan akibat pandemi menjadi perhatian bagi pemerintah, institusi pendidikan, para pendidik, hingga orang tua. Oleh karena itu, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) menginisiasi lomba mewarnai antar TK (Taman Kanak-Kanan) di Tingkat Kabupaten Tangerang. Kompetisi mewarnai ini diselenggarakan pada Kamis, 25 Februari 2021. Kompetisi ini menjadi bagian dari penyelenggaraan acara Gebyar Mewarnai Himpaudi Kabupaten Tangerang, dengan tema “Meningkatkan Kreatifitas Anak Usia Dini Di Masa Pandemi Covid-19”.

Lomba mewarnai ini dilaksanakan pertama kali di tengah situasi pandemi Covid-19 secara daring. Peserta lomba mewarnai ini diikuti oleh 10.967 anak dari TK yang berada di semua kecamatan di Kabupaten Tangerang. Pada lomba ini,  Juara I diraih oleh Thafana Putri Azarine dari TK Al Habieb Komplek Sekretariat Negara Karawaci, Juara Kedua diraih oleh Rajwa Abidah dari TK Lestari, dan Juara 3 diraih oleh Adza Rauf dari TK IT Islamic. Adapun juara Harapan I dari TK Al Hidayah,  juara harapan 2 dari TK Cerdas Ceria dan juara harapan 3 diraih oleh TK Teratai.

Panitia lomba juga menobatkan Kecamatan Kelapa Dua dinobatkan sebagai Juara Umum Lomba Mewarna atas nama Thafana juga. Tropi piala diterima oleh Ketua Himpaudi Kecamatan Kelapa Dua, Ibu Hj. Puji Lestari,S.Pd., dan disimpan di Kantor Himpaudi Kecamatan Kelapa Dua.

Dalam kesempatan terpisah, ibunda Thafana Putri Azarine, Dwi Handayan yang bekerja sebagai bidan RS Murni Asih, Tangerang menyadari 'kesenangan' anaknya. Putri kedua Joko Widjanarko yang bekerja di Sekretariat Kabinet Republik Indonesia ini memang suka sekali menggambar. Walaupun sudah disediakan media untuk menggambar, Dwi mengatakan bahwa Thafana masih suka menggambar di tembok rumahnya. Bahkan hampir seluruh tembok rumahnya penuh dengan “hasil karya”  Thafana.

Dalam proses perkembangan anak usia dini, Bredekamp (199) yang dikutip oleh Dadan (2014) juga menjelaskan bahwa penting bagi lingkungan di sekitar anak untuk memastikan kebutuhan-kebutuhan anak terpenuhi secara fisik dan psikologis yang juga didukung dengan keberadaan komunitas yang memberikan rasa aman dan menghargai.
 
TK Al Habieb Komplek Sekretariat Negara Karawaci yang berada di bawah Yayasan Bhakti Sekretariat Negara Karawaci berkomitmen untuk terus mendukung proses perkembangan anak dengan penyelenggaraan berbagai aktivitas yang edukatif dan menarik. (YLI_WKA-Humas Kemensetneg)

Referensi:
Suryana,  D (2014). Hakikat anak usia dini. Padang: UNP Press Padang.

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
13           2           0           0           0