Indonesia dan Jepang Berkolaborasi Menyelenggarakan Pelatihan Internasional Bertema Kesehatan Ibu dan Anak

 
bagikan berita ke :

Rabu, 07 September 2022
Di baca 578 kali

Pemerintah Indonesia kembali berkolaborasi dengan Pemerintah Jepang untuk melaksanakan program pelatihan dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) di bidang kesehatan ibu dan anak (KIA). Kerja sama antara Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Japan International Cooperation Agency (JICA) tersebut telah berlangsung sejak tahun 2007, dengan 14 program terlaksana yang diikuti oleh lebih dari 224 peserta dari 15 negara sahabat.

 

Tahun ini, program bertajuk Knowledge Sharing Program on Maternal and Child Health Handbook: Enhancing the Quality of Care for Early Detection through Integrated Health Check-up for Mother and Child Using the MCH Handbook dilaksanakan pada tanggal 7 s.d. 9 September 2022. Kegiatan ini merupakan program ketiga yang digelar secara daring. Sebanyak 31 peserta dari 9 negara, yaitu Indonesia, Kamboja, Kenya, Laos, Madagaskar, Papua Nugini, Tajikistan, Thailand, dan Timor Leste ikut serta dalam program tahun ini.

 


Foto: Biro KTLN-Humas Kemensetneg

  

Sesi pembukaan dihadiri oleh Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri, Kementerian Sekretariat Negara, Noviyanti; Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono; Senior Representative JICA Indonesia, Kenji Okamura; dan Plh. Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional, Kementerian Luar Negeri, Irvan Fachrizal.

 

Dalam sambutannya, Noviyanti mengapresiasi kerja sama yang telah berlangsung antara Kemensetneg, Kemenkes, dan JICA yang telah mencetak keberhasilan dalam implementasi program pelatihan di bidang KIA sejak tahun 2007. “Melalui program ini, saya harap kita dapat saling berbagi pengetahuan dan menghasilkan strategi untuk isu-isu terkait KIA”, ungkapnya.

  

Selanjutnya, Kenji menekankan permasalahan yang timbul terkait akses kesehatan di masa pandemi COVID-19, yang memberikan dampak yang berbeda kepada kelompok rentan untuk mengakses layanan kesehatan, terutama ibu dan anak. “Setiap negara memiliki kapasitas dan respons yang berbeda terhadap pandemi COVID-19. Oleh karena itu, momen ini adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan program”, ujar Kenji.

 


Foto: Biro KTLN-Humas Kemensetneg

 

Dante turut menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan bagi ibu dan anak, terutama di waktu sekarang di mana masih banyak ibu dan anak yang merasakan dampak dari pandemi COVID-19. “Buku KIA berperan penting dalam meningkatkan kesehatan keluarga dan dalam memantau kesehatan ibu dan anak secara berkesinambungan,” tambah Dante.

 

Terakhir, Irvan menggarisbawahi bahwa Pemerintah Indonesia menekankan skema KSST sebagai sarana untuk mendukung pencapaian salah satu Sustainable Development Goals (SDGs). “Bantuan teknis yang diberikan oleh Indonesia melalui kerangka KSST selalu dipastikan sejalan dengan SDGs dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia”, ujar Irvan.

 


Foto: Biro KTLN-Humas Kemensetneg

 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan dari Kemenkes mengenai kebijakan terkait implementasi KIA, terutama dalam hal deteksi dini melalui Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT). Setelah itu, program pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing negara mengenai kondisi KIA di negaranya dan berbagi pengalaman dan strategi dalam penerapan buku KIA. (Biro KTLN-Humas Kemensetneg)

 

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           3           0           0           0