Keterangan Pers Presiden RI dalam Pernyataan Pers Bersama dengan Presiden Republik Federasi Brasil
Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Yang saya hormati Yang Mulia Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden Republik Federasi Brasil dan Ibu Negara;
Para Menteri dan anggota delegasi dari Brasil dan dari Indonesia;
Saudara-saudara sekalian;
Rekan-rekan media yang saya hormati.
Hari ini kita telah menerima kehormatan kunjungan kenegaraan dari Presiden Republik Federasi Brasil. Ini adalah pertemuan kunjungan kenegaraan kedua Presiden Lula ke Indonesia, setelah kunjungan pertama beliau pada tahun 2008, kemudian juga pertemuan dengan saya ketiga kali. Dan, dua bulan yang lalu saya melaksanakan kunjungan kenegaraan di Brasilia pada tanggal 9 Juli 2025.
Kita telah melaksanakan pertemuan yang intensif dan produktif. Kita, kedua negara adalah dua kekuatan ekonomi baru yang sedang meningkat terus-menerus. Kita merupakan dua kekuatan Global South. Karena itu, kerja sama antara Indonesia dan Brasil memiliki arti strategis, dan kami berdua memandang sangat penting hubungan ini. Hubungan ini kita bertekad, setelah kita diskusi secara intensif, untuk mempererat dan terus meningkat di segala bidang.
Di bidang perdagangan, tentu saja kita harus tingkatkan perdagangan antara negara. Di bidang teknologi, kita saling akan belajar. Di bidang pertanian mereka sangat maju, kita juga ingin berhubungan dengan baik di bidang itu.
Di bidang pertahanan, mereka juga punya industri pertahanan yang sangat maju. Kita juga sudah menggunakan beberapa alat pertahanan dari Brasil, sudah cukup lama kita menggunakan dan kita rencana akan terus meningkatkan kerja sama di sini. Kita sudah punya defense cooperation agreement dengan Brasil dan ini dalam rangka ratifikasi.
Tadi saya sebut, di bidang energi juga kita sepakat. Tadi kita tanda tangan kesepakatan di bidang energi, cukup signifikan antara PLN dan juga dengan swasta. Di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian, kita juga tadi sudah melaksanakan kerja sama.
Secara garis besar kita sepakat ingin menuju suatu perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif, CEPA, yang kita sudah wujudkan dengan Uni Eropa dan dengan Kanada. Dan, kita dapat dukungan dari Brasil karena Brasil sekarang adalah presiden dari Mercosur. Kita harap dukungan terus. Jadi di banyak bidang kita melihat sinergi yang sangat komplementer, saling mendukung.
Di bidang internasional kita punya sikap yang sama terhadap hubungan multilateral di semua bidang yang penting: bidang politik, bidang ekonomi, bidang industri, perdagangan. Kemudian, karena itu, kita akan kerja sama di bidang politik internasional. Kita sama-sama anggota BRICS, kita juga anggota G20, jadi kita ingin meningkatkan.
Hari ini kita menyaksikan kerja sama ekonomi yang signifikan, yang nilainya tadi saling yang ditandatangani tadi potensinya itu sampai lebih dari 5 miliar dolar, tadi yang kita tanda tangan tadi itu. Sedangkan, investasi kita dalam satu tahun saja sekitar 20 miliar dolar. Berarti kalau ini terwujud insyaallah paling lambat tahun depan, ini berarti 5 per 40, berarti ini yang kita bicarakan hari ini adalah hampir 20 persen, 20-25 persen dari total investasi langsung ke Indonesia.
Saya kira itu yang ingin saya sampaikan. Saya mendukung Brasil dalam kepemimpinan Brasil di COP30. Dengan inisiatif-inisiatif Brasil, mereka mendirikan suatu dana investasi untuk membantu melestarikan hutan, hutan tropis. Dan, saya sudah menyampaikan bahwa Indonesia mendukung. Brasil yang merintis, kita mendukung Brasil dan kita komit berapa dana yang Brasil akan investasi, Indonesia akan ikut investasi di dana tersebut.
Saya tadi minta maaf mungkin saya sulit hadiri COP 30 di Belem, Brasil, tapi saya akan kirim delegasi yang kuat untuk hadiri itu dengan keputusan kita untuk mendukung inisiatif-inisiatif dari Brasil.
Saya kira itu.
Kita di bidang politik internasional kita saling mendukung, sikap kita sama di masalah Palestina, sama di masalah Ukraina, kita ingin gencatan senjata cepat. Kita ingin perdamaian yang real menuju ke solusi politik, yaitu solusi dua negara.
Saya kira itu yang ingin saya sampaikan. Sekali lagi, kami sangat gembira beliau hadir. Saya baru tahu beliau rupanya angka keberuntungan beliau sama dengan saya, angka delapan. Jadi, angka delapan. Kita juga sama-sama lahir bulan Oktober, jadi saya ulang tahun saya tanggal 17 Oktober, beliau ulang tahun beliau 27 Oktober, kalau tidak salah. Jadi beliau 27, saya 17, kita sepakat kita ketemu di tengah-tengah [tanggal] 23 malam. Jadi sebenarnya kita akan merayakan ulang tahun kita bersama nanti malam, kalau diizinkan oleh Ibu Negara Brasil. Kalau beliau izinkan, kita rayakan nanti malam di tengah-tengah. Jadi, ternyata banyak persamaan. Mungkin kita ditakdirkan untuk sekarang bekerja sama, sama-sama untuk membela [dan] memajukan rakyat kita.
Saya mau akui di sini bahwa saya ini pengagum beliau, karena beliau sudah memimpin lebih lama dari saya. This is your third term. Beliau sudah ketiga kali, ketiga kali periode. Kalau undang-undang mereka boleh tiga kali, kalau kita enggak boleh.
Saya kira itu dari saya. Terima kasih, Presiden Lula atas kepemimpinan Presiden Lula memimpin BRICS, di bawah kepemimpinan beliau Indonesia paling cepat diterima di BRICS. Bulan Oktober kita ajukan untuk diterima, Januari beliau langsung terima. Jadi, sekali lagi terima kasih.
Kita sekarang ingin hubungan ini lebih baik, masih banyak kita harus belajar. Dan, karena pentingnya hubungan ini, saya sudah putuskan bahwa bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas di pendidikan kita, karena kita ingin hubungannya lebih baik.
Selain bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, bahasa Korea, Prancis, Jerman dan Rusia, bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas bagi kita, Portugis dan Spanyol.
Saya kira itu dari saya. Terima kasih, Presiden Lula.