Keterangan Pers Presiden usai Peninjauan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna Jakarta Selatan

 
bagikan berita ke :

Kamis, 11 September 2025
Di baca 967 kali

Di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan


Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Baik, hari ini saya meninjau salah satu sekolah rakyat. Hari ini sudah 100 yang beroperasi. Saya dapat laporan akhir September, dua minggu lagi, tiga minggu lagi, akan jadi 165 sekolah rakyat. Insyaallah Oktober, saya diminta meresmikan. Jadi tadi saya melihat, saya kira cukup, sebuah prestasi Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, para guru, wali asrama, semua pihak yang telah bekerja keras, saya tidak menduga bisa begini cepat. 

Tahun depan akan kita tambah 100 lagi, ya, 100 lagi, terus tiap tahun 100. Sasaran kita 500 sekolah rakyat di titik-titik, kantong-kantong rakyat kita yang paling tertinggal, rakyat kita yang paling ekonominya susah—kalau istilah statistik, desil, desil 1 dan 2. Tapi saya sedang juga merencanakan untuk desil 2, 3, 4, dan 5. Ini sedang kita rencanakan, ya, supaya semua anak-anak kita harus mengalami pendidikan dengan fasilitas yang bagus. Kita tidak boleh ketinggalan dengan bangsa lain, itu cita-cita kita, insyaallah kita akan sampai ke situ.

Tapi, alhamdulillah, ada sekolah rakyat jadi anak-anak yang putus sekolah bisa sekolah. Anak-anak yang tadinya mungkin merasa rendah diri karena orang tuanya sangat susah hidupnya, kita tarik keluar, kita beri lingkungan yang sebaik-baiknya, supaya dia percaya diri dan dia dapat pendidikan yang terbaik yang bisa kita berikan. Jadi kita tidak mau membiarkan dan berharap ada perbaikan alamiah, tentunya itu harapan kita. Tapi kalau bisa kita, kalau perlu kita intervensi, kita bantu, kita bantu, kita bantu. 

Saya kira itu dari saya, ya. 

Wartawan
Ada catatan atau perbaikan yang perlu dilakukan enggak, Pak, dari tinjauan pertama ini, Pak? 

Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Ya selalu ada, harapan kita. Tapi ini sebetulnya kampus yang sangat baik ini, ya, saya kira untuk sekolah di Indonesia, ini sudah sangat, sangat baik. Tempat tidurnya bagus, tiap tiga siswa-tiga siswi, atau tiap dua siswa-siswi, satu kamar mandi. Saya dulu di akademi militer, kita 60 orang, kamar mandinya los begitu, pakai gayung. 

Wartawan
Pak, bagaimana pemanfaatan teknologi yang bakal diterapkan dengan siswa sekolah rakyat ini nantinya, Pak? 

Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Ya, jadi kita ingin mengejar ketertinggalan, ya. Kita sudah investasi sangat besar di pendidikan, tapi kita harus sadar, harus koreksi, ya, kita akui mungkin belum efisien, masih banyak kebocoran, kita sadar sendiri kekurangan-kekurangan bangsa. Tapi kita sudah, kita jangan, jangan mikir yang lalu, kita perbaiki yang sekarang. Jadi sekarang kita all out, kita mau hemat, kita mau selamatkan sumber daya kita, ya, kita harus, harus kita berantas korupsi, sisa uang yang begitu banyak, kita investasi kepada pendidikan, karena anak-anak kita adalah masa depan kita. 

Jadi itu, dengan kalau perlu, dan tidak kalau perlu, kita harus pakai teknologi, yang sekarang pun, kita sudah sebarkan tapi baru mampu satu sekolah satu layar digital pintar, istilahnya, smart digital screen, baru mampu satu sekolah satu. Berarti tahun ini, kita harapkan 330 ribu sekolah akan dapat November [tanggal] 10, saya dapat laporan, November [tanggal] 10, 100 ribu sekolah akan dapat, sekarang baru 10 ribu. Seratus ribu [sekolah], November [tanggal] 10. Tahun depan, kita tambah satu sekolah tiga layar [digital pintar]. Idealnya nanti, satu kelas satu layar. Di situ, [ditampilkan] pelajaran-pelajaran dengan konten yang terbaik, animasi, dan kita bisa long distance education, tele-education

Karena apa? Untuk membantu daerah-daerah terluar, terpencil, juga daerah-daerah di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, yang guru-gurunya kurang, kurang guru, atau gurunya juga mungkin penatarannya agak terbatas, ada guru-guru yang terbaik, tiap mata pelajaran kita akan seleksi, mungkin 20-30 guru terbaik, tiap mata pelajaran akan siaran dari studio jarak jauh. Berarti secara teoritis, guru ini bisa bantu semua kelas di seluruh Indonesia.

Jadi itu tadi teknologi kita gunakan, ya. Dan juga, smart TV ini interaktif, jadi itu kamera juga. Jadi saya dari pusat, saya bisa lihat kelas yang enggak ada gurunya, saya bisa lihat kelas yang mungkin gurunya kewalahan atau gurunya… jadi ini kita bisa lihat. Jadi ini, saya, ya, we try our best. Kita akan berusaha segala cara untuk anak-anak kita, disiapkan, dididik yang terbaik. Kita tidak boleh kalah, karena dunia akan datang penuh dengan persaingan yang ketat. 

Wartawan 
Pak, terkait pelantikan menteri, Pak, Menko Polkam dan Menpora bagaimana, Pak? 

Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Ya, nanti tunggu waktunya biar kalian ada semangat begitu, kan. 

Wartawan 
Pak, kalau untuk guru-guru, kualitas guru-guru seperti apa dan kalau di daerah kan, mereka jauh-jauh jaraknya untuk ke sekolah, Pak, apakah ada asrama juga? Karena ada beberapa guru yang bilang rumahnya jauh, standarnya seperti apa? 

Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Ya, ya, kita akan perbaiki, kita akan perbaiki, ya. Kita akan perbaiki dan kita akan buktikan, kita tidak hanya angan-angan. Punya angan-angan, punya visi, kita harus mulai dengan cita-cita, mulai dengan impian, tapi kita harus mencapai dengan riil. Sekarang sudah ada 100 sekolah rakyat riil. Minggu depan, dua minggu lagi, 65 tahun depan 100 lagi, 100 lagi, 100 lagi. Nanti sekolah yang lain kita perbaiki semua, ya. We make the impossible, possible. Yang tidak mungkin, kita bikin mungkin, dengan niat, dengan kepercayaan diri, dengan tekad, selalu. Think big, do our best, make the impossible, possible. 

Wartawan
Berarti akan ada pelatihan terus-menerus ya, Pak, untuk guru-gurunya ya, Pak?


Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Terus, terus, dan inilah tadi, smart TV, mereka bisa belajar juga di luar [sekolah] karena kontennya itu 24 jam, dia bisa kembali lagi, bisa kembali lagi. Kalau murid-muridnya nanti kurang ini, bisa mengulangi lagi pelajaran, bisa ulangi, dan itu bisa juga diakses dari handphone. Semua konten bisa dari handphone. Guru pulang, dia bisa buka, jadi kita interaktif. Jadi nanti, saya kira ada interaktif, ada interaktif nanti sama Dikdasmen, guru-guru kita bikin kelas penataran khusus, ya. Teknologi akan membuat ini mampu kita laksanakan, oke. Terima kasih.