Menyusuri Istana, Menyulam Mimpi: Pengalaman Tak Terlupakan Pelajar SMP 39 Jakarta
Pintu Istana Kepresidenan yang selama ini hanya terlihat dari kejauhan, kini terbuka bagi para pelajar dalam program “Istana untuk Anak Sekolah” pada Kamis (16/04/2026). Bagi para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) 39 Jakarta, langkah memasuki ruang-ruang bersejarah bukan sekadar kunjungan, tetapi pengalaman yang menumbuhkan rasa bangga sekaligus menyalakan mimpi tentang masa depan.
Azhari, salah satu siswa SMP Negeri 39 Jakarta, tidak bisa menyembunyikan antusiasmenya. Meski sebelumnya sudah pernah datang ke kawasan Istana saat penyambutan tamu negara, kesempatan untuk masuk ke dalam bangunan utama menjadi pengalaman pertamanya.
“Kalau ke area Istana saya udah dua kali waktu penyambutan PM (Perdana Menteri) Tiongkok dan ini yang kedua kalinya. Untuk masuk ke dalam ini baru pertama kalinya,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Tri Fauziah dan Najma yang untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Istana. Mereka mengaku kagum melihat langsung berbagai simbol kenegaraan. Bahkan mereka mulai membayangkan bisa kembali suatu hari nanti, bukan sebagai tamu, melainkan sebagai bagian dari lingkungan kerja Istana.
“Sesuai ekspektasi banget sih. Banyak foto-foto pahlawan, patungnya juga, tertata rapi, bersih, wangi,” ujarnya.
Rasa kagum juga diungkapkan Sayid Mardhatillah Akbar. Ia terkesan dengan keindahan dan kerapian interior Istana. Pengalaman ini pun memupuk ambisinya untuk berkontribusi bagi negara. Bahkan Sayid menyebut cita-citanya menjadi Menteri Keuangan atau Presiden. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan berharap para pelajar dari sekolah lain dapat memiliki kesempatan yang sama dengannya.
“Kalau untuk Pak Presiden makasih sudah mengajak kami ke sini, semoga nanti teman-teman kami di sekolah lain maupun di sekolah kami yang belum sempat ke sini bisa datang ke sini,” ujarnya.
Sementara itu, Aisyah dan Jessica menemukan inspirasi dari sisi yang berbeda. Bagi mereka, koleksi seni dan arsitektur Istana menjadi daya tarik tersendiri. Aisyah menambahkan bahwa keindahan bangunan Istana membuatnya semakin bangga sekaligus membuka wawasan baru.
“Aku sendiri kagum sama beberapa lukisan karena di situ banyak banget lukisan dari beberapa pelukis yang terkenal,” ujar Jessica.
“Aku juga sama saat aku lihat lukisan, terus corak-corak bangunannya itu bagus banget,” imbuh Aisyah.
Kunjungan ini juga meninggalkan kesan kuat tentang keterbukaan negara kepada generasi muda. Para pelajar merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk belajar langsung dari pusat pemerintahan. Mereka pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesempatan yang diberikan.
“Kalau aku ketemu sama Pak Presiden jujur aku mau mengucapkan banyak terima kasih karena sudah memberikan kita banyak kesempatan untuk mengunjungi Istana dan memberikan sambutan kepada tamu luar negeri,” ujar Azhari mewakili harapan mereka.
Dari sudut pandang pendidik, program ini dinilai memiliki nilai edukatif yang tinggi. Guru Pendidikan Pancasila SMP Negeri 39 Jakarta, Waskito Gunawan, menyebut kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam mendekatkan siswa dengan praktik pemerintahan.
“Menurut saya Istura ini sangat bagus programnya karena mengenalkan kepada anak-anak murid utamanya bagaimana kondisi Istana secara fisiknya maupun program kerjanya. Sangat bagus menurut saya,” ungkapnya.
Program “Istana untuk Anak Sekolah” bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan negara. Dari ruang-ruang bersejarah itulah, lahir inspirasi dan cita-cita bahwa suatu hari nanti, mereka tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga pelaku dalam perjalanan bangsa. (BPMI Setpres)