Pengantar Presiden - Sidang Paripurna Energi Ketiga Dewan Energi Nasional, Jakarta, 22 Juni 2016

 
bagikan berita ke :

Rabu, 22 Juni 2016
Di baca 1354 kali

PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

SIDANG PARIPURNA ENERGI KETIGA DEWAN ENERGI NASIONAL

KANTOR PRESIDEN, JAKARTA

22 JUNI 2016




Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,


Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,


Agenda pokok sidang paripurna ketiga Dewan Energi Nasional sore hari ini adalah penetapan Rencana Umum Energi Nasional kita, dan juga penambahan anggota Dewan Energi, dan isu-isu strategis yang lainnya.


Rencana Umum Energi Nasional merupakan arah dan peta jalan pembangunan energi sampai tahun 2050. Sudah saatnya perencanaan dan pembangunan nasional di sektor energi dilakukan lebih komprehensif dan memiliki visi jangka panjang. Ini harus menjadi pedoman bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan stakeholder untuk bersinergi melaksanakan komitmen pembangunan energi nasional kita ke depan.


Saya minta Rencana Umum Energi Nasional dapat menjawab permasalahan energi saat ini dan mendatang, serta dapat mengantisipasi perkembangan energi global.


Rendahnya harga minyak dunia harus menjadi momentum untuk melakukan dua hal secara simultan.


Yang pertama, menjadikan peluang untuk memperbaiki tata kelola sektor energi kita, menata kembali sektor migas kita dari hulu sampai hilir.


Kemudian yang kedua, rendahnya harga minyak juga bisa menjadi peluang untuk membangun ketahanan dan kedaulatan energi kita untuk memperkuat cadangan penyangga energi untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.


Kita juga tidak bisa lagi menunda-nunda program energi baru terbarukan. Pengembangan energi baru terbarukan harus dipercepat lima kali lipat pada tahun 2025 agar bauran energi baru terbarukan mencapai 23%. Tidak boleh ada ego sektoral. Pengembangan energi baru terbarukan merupakan komitmen kita bersama, komitmen nasional kita.


Saya minta Rencana Umum Energi Nasional mendorong secara agresif perkembangan energi bersih dan konservasi energi.


Demikian beberapa hal sebagai pengantar Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional pada hari ini. Dengan mengucap ‘Bismillahirrahmanirrahim’, Sidang Paripurna Energi Ketiga Dewan Energi Nasional saya nyatakan dibuka. Selanjutnya, saya persilakan Menteri ESDM selaku ketua harian untuk menyampaikan rancangan Rencana Umum Energi Nasional kita. Saya persilakan.

*****

Biro Pers, Media dan Informasi

Sekretariat Presiden