Dipusatkan di Cilacap, Provinsi Jawa Tengah
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat siang,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu-rahayu.
Yang saya hormati Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga adalah CEO atau Direktur Utama Danantara beserta seluruh jajaran Danantara Indonesia, selaku penyelenggara;
Para Ketua dan Wakil Ketua Komisi DPR RI yang hadir:
Ketua Komisi VI DPR RI, Saudara Anggia Ermarini,
Ketua Komisi XI DPR RI, Saudara Mukhamad Misbakhun,
Ketua Komisi XII DPR RI, Saudara Bambang Patijaya,
Para Anggota DPR RI yang hadir, yang berkenan hadir di sini,
Saya lihat Saudara Andre Rosiade, Saudara Nurdin Halid, Saudara Adi Sulistyo, Ibu Novita;
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Pak Airlangga,
Para Menteri Kabinet Merah Putih yang hadir:
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang juga Ketua Satgas Hilirisasi, Saudara Bahlil Lahadalia,
Menteri Sekretaris Negara, Saudara Prasetyo Hadi,
Menteri Pertanian, Saudara Andi Amran Sulaiman,
Menteri Kelautan dan Perikanan, Saudara Sakti Wahyu Trenggono,
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,
Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Saudara Letkol Teddy Indra Wijaya,
Panglima TNI sedang memimpin Apel Dansat di Universitas Pertahanan;
Direktur Utama PT Pertamina, Saudara Simon Aloysius Mantiri;
Komisaris Utama PT Pertamina, Komisaris Jenderal Polisi Purnawirawan M. Iriawan;
Gubernur Jawa Tengah, Komisaris Jenderal Polisi Purnawirawan Ahmad Luthfi beserta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah yang saya hormati: Panglima Kodam, Kapolda, Pimpinan Daerah Pimpinan Cilacap, ada di sini Wakil Bupati;
Menteri Perindustrian, Saudara Agus Gumiwang;
Yang saya hormati para tokoh masyarakat, tokoh agama;
Seluruh hadirin undangan serta rekan-rekan pers dan media yang hadir;
Juga hadir Wakil Menteri Investasi, Saudara Todotua Pasaribu;
Wakil Kepala BP BUMN, Saudara Aminuddin Ma’ruf;
Kepala BP BUMN dan COO Danantara, Saudara Dony Oskaria;
CIO Danantara, Saudara Pandu Sjahrir;
CTO Danantara, Profesor Sigit Puji Santosa;
Saudara-saudara sekalian yang saya hormati.
Tentunya kita sebagai insan yang bertakwa tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Mahakuasa, Tuhan Maha Besar, Allah Subhanahu wa ta'ala bagi umat Islam atas segala karunia, atas kesehatan yang masih diberikan kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul pada siang hari ini dalam acara yang menurut pendapat saya cukup bersejarah dan sangat membanggakan, yaitu Groundbreaking Hilirisasi Tahap II yang mencakup 13 proyek strategis hilirisasi senilai kurang lebih Rp116 triliun. Meliputi lima proyek di sektor energi, lima proyek di sektor mineral, tiga proyek di sektor pertanian. Tadi sudah disebut, hilirisasi tahap I ada 13 proyek di 13 lokasi, dan saat ini, tahun ini juga kita akan tambah hilirisasi, mungkin enam lagi proyek, dan terus menerus akan kita tambah. Mungkin ada tahap IV, V, VI, insyaallah tahun ini juga.
Saudara-saudara,
hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia. Yang kita lakukan di banyak bidang dalam tahun pertama pemerintahan yang saya pimpin, yang kita lakukan adalah memperkuat fondasi yang sudah dilakukan oleh presiden-presiden terdahulu, dari mulai presiden pertama sampai ke presiden ketujuh. Saya tegaskan di sini, kebangkitan suatu bangsa, nation-building, keberhasilan suatu bangsa adalah perjalanan yang jauh, perjalanan yang berat, perjalanan yang tidak ringan.
Dari sejak kita menyatakan kemerdekan kita tahun 1945, kita dihajar, kita perang, perangnya tidak main-main. Kita berhadapan dengan negara-negara besar, kita perang fisik dengan negara-negara besar, pemenang Perang Dunia II, Inggris, Belanda. Habis itu terjadi perang ideologi yang mahadahsyat. Kita menjadi ajang, salah satu, dua ideologi besar, komunisme lawan kapitalisme, kita berada di tengah, kita kena dampaknya.
Saudara-saudara sekalian,
Dalam bumi kita di abad ke-20 dan ke-21 ini, bumi sudah semakin kecil oleh teknologi. Apa yang terjadi di belahan jauh bumi kita, berpengaruh kepada kita. Kita tidak ikut-ikut, apa yang terjadi di Ukraina berpengaruh kepada kita. Terjadi perang di Ukraina berpengaruh kepada harga jagung, harga gandum, harga minyak. Apalagi perang lagi di Gaza, apalagi perang lagi di Teluk Persia, Iran lawan Amerika Israel, Saudara-saudara sekalian.
Jadi Saudara-saudara, ini menandai bahwa kebangkitan suatu bangsa perlu suatu kerja keras, kesinambungan. Dan terutama, untuk kesekian kali lagi, saya menyampaikan keyakinan saya dari apa yang saya pelajari dari sejarah perkembangan dunia. Satu-satunya jalan menuju kebangkitan suatu bangsa yang berhasil adalah nasionalisme, adalah cinta tanah air, adalah persatuan nasional. Dan hal ini dipahami, dimengerti oleh negara-negara besar, oleh negara-negara yang ingin jadi hegemon. Karena ini adalah sifat manusia, semakin besar, semakin kuat, semakin ingin dominasi, semakin ingin menguasai, Saudara-saudara.
Dan apa yang ingin dikuasai? Yang ingin dikuasai adalah kekayaan, resources. Resources. Kekuatan-kekuatan besar dunia pada saat itu datang ke nusantara ini ratusan tahun yang lalu karena apa? Karena nusantara kaya, mereka datang ke sini mencari dan ingin menguasai kekayaan, ingin menguasai. Dari mana mereka kuasai? Dari menguasai rantai perdagangan dan menguasai fisik sumber-sumber kekayaan tersebut.
Bangsa yang mau merdeka, bangsa yang ingin tetap merdeka adalah bangsa yang mampu dan berani. Atau saya ulangi, harus berani dulu baru mampu. Yang berani dan mampu menguasai sumber daya bangsa itu. Bangsa diberi karunia Tuhan luar biasa, bangsa itu tidak mampu dan tidak berani, akan miskin terus.
Jadi Saudara-saudara, bentuk-bentuk keberanian antara lain adalah keberanian bangsa itu untuk menguasai sumber daya dan mengolah sumber daya itu di negaranya sendiri. Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur.
Saudara-saudara sekalian,
karena itu hari ini saya bahagia dan saya bangga. Saya terus terang saja di awal pemerintahan saya, saya sampaikan ke menteri-menteri, tolonglah saya jangan diundang groundbreaking. Saya sebetulnya anggap groundbreaking itu ya… Yang ingin saya datang adalah peresmian kalau sudah jadi. Tapi karena ini begitu banyak dan begitu penting, saya merasa saya harus hadir. Saya hadir untuk memberi semangat, memberi penghormatan kepada mereka-mereka yang menyiapkan proyek-proyek ini.
Proyek ini tidak jatuh dari langit, proyek-proyek ini adalah buah pemikiran, saya kira, buah pemikiran belasan tahun, mungkin puluhan tahun. Buah pemikiran, buah cita-cita, buah impian para pemimpin Indonesia, para teknokrat Indonesia, para ilmuwan Indonesia sehingga wujud lah konsep-konsep ini. Kita tidak mau sekedar jual bahan baku, kita tidak mau hanya menjual buah kelapa, kita mau olah turunan-turunannya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia.
Sudah terlalu lama petani-petani Indonesia, nelayan-nelayan Indonesia, buruh-buruh Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak. Sudah terlalu lama. Sudah terlalu lama sumber daya ekonomi kita, sumber daya alam kita dikuasai oleh pedagang-pedagang yang saya pertanyakan nasionalisme mereka. Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank pemerintah, bank milik rakyat. Tapi mereka begitu berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia.
Saya kira bangsa Indonesia tidak mau hal ini diteruskan. Dan saya sebagai mandataris, sebagai yang diberi kepercayaan oleh rakyat Indonesia, saya juga tidak mau meneruskan hal-hal seperti ini. Saya menginginkan sumber kekayaan bangsa Indonesia harus di tangan bangsa Indonesia dan harus dinikmati oleh rakyat Indonesia.
Dan Saudara-saudara, Saudara-saudara lah adalah pelaku utama. Saudara-saudara yang di Danantara, Saudara-saudara yang di BUMN, Saudara-saudara sekarang adalah harapan bangsa. Saudara-saudara sekarang adalah patriot-patriot yang diharapkan rakyat kita. Para prajurit, para polisi adalah perisai, adalah bayangkara, adalah pelindung. Tapi kalian yang harus wujudkan itu.
Saudara-saudara, saya mengimbau, saya menggugah kalian, saya menggugah kalian, kerahkan dari hatimu, kerahkan dari hatimu cintamu kepada bangsa dan rakyat, berbuatlah untuk bangsa dan rakyat kita. Ini kesempatan emas, ini kesempatan emas. Kita sudah mengerti kekayaan kita, kita sudah paham, kita sudah lihat data-datanya, sekarang tinggal kita mampu atau tidak mengelola.
Sekarang saatnya para teknokrat, sekarang saatnya para ilmuwan, sekarang saatnya para insinyur, para profesor, jadi profesor merah putih, jadi profesor pembela rakyat, jadi insinyur untuk bangsa dan rakyat. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menipu rakyat dan bangsa. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain.
Kita tidak benci bangsa lain. Kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri. Kalau saudara mau, silakan. Jangan ikut pemerintah yang saya pimpin. Pilih, tiap manusia boleh pilih. Pilih, bela rakyatmu atau pilih mengabdi ke yang lain. Saya tidak akan toleransi mereka-mereka yang tidak patriotik. Sepintar kau apapun, kalau kau tidak bela bangsamu sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya. Carilah orang lain.
Jadi Saudara-saudara, hilirisasi ini adalah hal yang bersejarah. Perjalanan suatu bangsa yang saya katakan lama, susah, ibarat long march. Ini long march suatu bangsa. Long march suatu bangsa. Kita dijajah, kita diadu domba, kita diinfiltrasi, dibikin pemberontakan, pemberontakan, pemberontakan. DI/TII, Angkatan Perang Ratu Adil, RMS, PGRS/Paraku, PRRI (Permesta). Terus gerakan ini, gerakan itu. Terus kita dibikin apalagi, Indonesia gelap. Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang.
Ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur saja. Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana? Hei, orang-orang pintar, bukalah, bukalah berita. Lihatlah. Kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia sekarang. “Kabur saja deh.” Iya, kabur saja biar kita enggak gaduh.
Saudara-saudara,
apapun terjadi, kita hanya mau kerja untuk rakyat. Jadi saya ke sini untuk menghargai pekerjaan kalian. Saya terima kasih semua pihak yang menyiapkan. Ini adalah usaha besar. Negara mana yang membuka hilirisasi, berapa itu, sudah 26 titik ya. Dan kita mungkin tambah lagi berapa titik, enam titik. Tahun ini mungkin kita mulai mungkin 30, 40 proyek besar.
Sebentar lagi kita akan resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih, kemungkinan 2-3 minggu lagi. Sesudah itu, 2-3 bulan lagi kita akan resmikan lebih dari 25 ribu koperasi. Koperasi bukan di atas kertas, koperasi fisik. Ada gudang, ada cold storage/pendingin, ada gerai-gerai, ada kendaraan. Banyak yang nanti akan punya pengering. Coba dibukalah dalam sejarah, saya minta dibuka dalam sejarah. Buka dalam sejarah dunia, ada enggak 25 ribu atau 30 ribu koperasi bisa dibangun dan diselesaikan dalam satu tahun.
Saudara-saudara,
kita jangan jadi bangsa yang rendah diri. Minder, minder, minder, selalu bangsa asing yang hebat. Banyak negara sekarang belajar MBG ke kita. Banyak belajar MBG ke kita. Di mana ada negara bisa memberi makan lebih 60 juta orang, ya kan, lima kali seminggu. Yang ibu-ibu hamil diantar makan, orang-orang tua/lansia yang tidak berdaya diantar makan. Kasih lihat di mana, negara mana? Mungkin Tiongkok, tapi Tiongkok kita tahu dia sudah take off lebih dahulu dari kita.
Saudara-saudara,
jadi proyek-proyek yang tadi diumumkan ini baru awal. Kalau Anda perhatikan kita olah semua, nikel, bauksit, bahkan batu bara, bahkan komoditas pertanian kita mau olah supaya nilai tambah ada di Indonesia, supaya kita bisa tambah makmur. Dan kemakmuran itu harus ke rakyat. Yang kaya tidak boleh 0,1 persen di atas. Kita terbuka. Indonesia harus untuk semua. Yang kuat monggo. Kita tidak anti orang kaya. Tapi orang kaya harus nasionalis.
Bangsa Indonesia bukan ladang dan sawah untuk diambil kekayaannya dibawa ke luar negeri. Saya ulangi, bangsa Indonesia tidak mau jadi sawahnya orang lain. Tidak mau jadi ladangnya orang lain. Bangsa Indonesia ingin kekayaan Indonesia ditangan, dinikmati oleh rakyat Indonesia. Berkali-kali saya bicara seperti itu. Dan saya bertekad untuk mencapai itu. Dan Saudara-saudara adalah ujung tombak dari usaha besar bangsa Indonesia ini.
Saudara-saudara,
kita sudah menghasilkan MBG puluhan juta dan kita akan teruskan sampai selesai. Banyak kekurangan, kita selesaikan. Banyak yang takut ini berhasil. Tapi kita sudah merasakan manfaatnya.
Petani-petani yang tadinya hasil panennya tidak terbeli, begitu dia panen mangga, mangganya tidak diambil. Puso, rusak di kebun. Panennya tidak diserap. Tengkulak datang, banting harga. Tidak mungkin rakyat kita sejahtera. Sekarang kita ubah. Hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar, offtake. Berapa yang dia hasilkan, berapa itu pun akan diserap oleh bangsa Indonesia.
Di tiap desa ada SPPG, ada dapur. Kalau ada kekurangan kita tindak. Secara garis besar ini membangkitkan ekonomi. Satu dapur menciptakan 50 orang bekerja. Kalau nanti sudah berjalan 30 ribu dapur, artinya 1,5 juta orang bekerja. Koperasi Merah Putih akan ada 81 ribu. Satu koperasi mempekerjakan 18 orang. Delapan puluh ribu kali 18 [orang] Anda hitung sendiri, satu juta sekian juga lebih. Jadi Saudara-saudara, belum program-program kita yang lain, perumahan rakyat.
Jadi tadi itu adalah untuk mengembalikan arus kekayaan yang keluar negeri. Kita balikkan sekarang, kita gelontorkan ke rakyat. Apa yang salah? Apa yang salah kalau Presiden Republik Indonesia dan pemerintah yang dia pimpin ingin menggelontorkan uang kepada rakyatnya sendiri? Yang salah apa? Uang ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Uang yang tadinya pasti dikorupsi, kita tahan, kita realokasi, kita gelontorkan ke rakyat. Salahnya apa? Saya merasa saya berada di jalan yang benar. Kita berada di jalan yang benar. Kita berada di pihak rakyat Indonesia. Siapa yang tidak di pihak rakyat, silakan. Saya terus, saya selalu akan berada di pihak bangsa dan rakyat Indonesia, Saudara-saudara sekalian.
Karena itu, saya ucapkan terima kasih dan selamat kepada semua pihak. Saya juga perintahkan terus dikaji, karena perkembangan teknologi berjalan terus. Saya minta kita objektif dan kita bersifat saintifik. Kita hitung secara matematika. Kalau proyek ini, walaupun kita canangkan dan kita adakan feasibility study mulai satu tahun yang lalu, enam bulan yang lalu, kalau hari ini terjadi perkembangan teknologi, kita bisa mendapat teknologi yang lebih bagus, teknologi yang lebih murah, menghasilkan sesuatu yang lebih untung bagi rakyat, kita harus berani mengubah rencana.
Jadi Saudara-saudara, tim Satgas Hilirisasi, Danantara, kaji terus teknologi. Kaji terus teknologi, lihat matematis, matematis, matematis. Tidak ada kepentingan lain. Yang paling efisien, menguntungkan rakyat, itu yang harus dijalankan.
Itu yang ingin saya sampaikan. Kita harus menjadi raksasa yang tidak tidur. Kita harus menjadi raksasa yang bangun, dan kita akan bangun. Kita akan menjadi negara yang hebat. Percaya itu, saya sangat percaya.
Sebetulnya, secara jujur, saya suka dengan kata-kata dari salah satu lagu favorit saya. Karena ada kata-kata itu dalam lagu Pertemuan "saya ingin hidup seribu tahun lagi" karena saya ingin melihat Indonesia jaya, rakyat Indonesia makmur, Indonesia dihormati, dibanggakan oleh bangsa-bangsa lain.
Saya tadi dari SMA di Cilacap, saya lihat anak-anak SMA-nya cerah, semangat. Masa depan kita bagus, kita kompak, kita bersatu. Jangan lihat latar belakang, jangan lihat suku, jangan lihat kelompok etnis, jangan lihat… Perbedaan adalah baik, perbedaan adalah kekayaan, perbedaan jangan kita biarkan menjadi sekat-sekat. Kekurangan, kita saling tutup. Kesalahan, kita saling ingatkan. Kelalaian, segera kita koreksi. Semua tujuannya adalah kebaikan bangsa. Perdamaian, sangat mahal.
Lihat berita tiap hari. Lihat berita tiap hari. Lebanon, Sudan, Somalia, Yemen, Lebanon, Irak, Afghanistan, Baluchestan, mana negara yang tidak perang. Iran, mana negara yang tidak perang. Kita jaga bangsa kita. Jaga bangsa kita.
Saya kira itu dari saya.
Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Rabu, 29 April 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan sangat bangga meluncurkan Groundbreaking Hilirisasi Tahap II mencakup 13 proyek strategis hilirisasi. Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om santi santi santi om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu rahayu.
Terima kasih.