Sambutan Presiden pada Malam Tahun Baru Bersama Warga Terdampak Bencana di Tapanuli Selatan
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Yang saya hormati dan yang saya cintai, rakyat Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan;
Bapak Gubernur Sumatera Utara;
Bapak Bupati Tapanuli Selatan.
Saudara-saudara sekalian,
Saya hari ini datang ke sini, tadi didampingi beberapa pejabat, beberapa pembantu saya, beberapa menteri: Menko Infrastruktur, Saudara Agus Harimurti Yudhoyono; Saudara Menteri Pertahanan, Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin; kemudian Menteri Dalam Negeri, Pak Tito Karnavian. Ada Menteri Dalam Negeri. Menteri Luar Negeri pun hadir, Saudara Sugiono. Beliau lahir di Takengon, Aceh.
Tadinya saya ingin berangkat ke Aceh. Tapi karena cuaca, akhirnya dialihkan. Saya akhirnya datang ke Tapanuli Selatan.
Kemudian juga hadir Menteri Sekretaris Negara, Saudara Prasetyo Hadi. Hadir juga Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Saudara Angga Raka Prabowo. Hadir juga Sekretaris Kabinet, Saudara Teddy Indra Wijaya.
Saudara-saudara sekalian,
Tentunya kita selalu bersyukur ke hadirat Allah Swt., Tuhan Mahabesar, Mahakuasa, kita masih diberi kesehatan. Kita tentunya berdoa terus bahwa [Tuhan] Yang Mahakuasa akan memberi yang terbaik untuk kita. Kita menghadapi kesulitan, kita menghadapi musibah, kita menghadapi tantangan, tapi kita harus terus semangat, ikhlas. Kita harus terus kuat. Tegar jiwa kita. Dan yang paling penting tadi, kita harus gotong royong. Kita harus bersama-sama menghadapi kesulitan, dan percayalah bahwa pemerintahmu, bahwa pemimpin-pemimpinmu, bahwa presidenmu tidak akan pernah meninggalkan Saudara-saudara sekalian. Kita akan bersama.
Saudara-saudara sekalian,
Pembantu-pembantu saya terus-menerus, kita bergantian, saya tugaskan untuk menteri-menteri semua berpencar, mengecek, melihat, memeriksa semua perkembangan di semua daerah yang terdampak.
Saudara-saudara sekalian,
Negara kita sangat besar, sangat indah, sangat makmur, tapi memang kita harus waspada terhadap alam. Karena itu, alam harus kita hormati, alam harus kita jaga, alam harus kita rawat, tidak boleh kita rusak alam, tapi kita waspada karena memang alam itu sering memberi tantangan dan cobaan bagi kita semua.
Saudara-saudara sekalian,
Saudara-saudara harus percaya dan yakin bahwa pemerintahmu, dengan segala kekuatan yang ada, kita bertekad untuk membantu mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat. Itu tujuan dari Pemerintah Republik Indonesia, itu tugas kami. Kami dipilih oleh rakyat untuk bekerja untuk rakyat. Dan karena itu, saya memutuskan, di pergantian tahun ini saya harus bersama rakyat kita yang dalam kesulitan, Saudara-saudara sekalian.
Saya bersyukur, dalam satu bulan ini walaupun masih banyak tantangan, tapi cukup banyak kemajuan dan keberhasilan kita. Tadi dilaporkan kepada saya bahwa di Tapanuli Selatan ini sudah tidak ada lagi desa yang terputus, yang terisolasi. Juga, di seluruh Sumatera Utara, sebagian besar sudah mengalami perbaikan. Tadi Gubernur [Sumatera Utara] melaporkan, mungkin dari awalnya sekian puluh desa, sekarang mungkin tinggal, tinggal lima desa yang masih terputus.
Kemudian saya juga dapat laporan, saya tadi periksa jembatan yang baru dibangun, juga dibangun dalam waktu yang cukup singkat. Biasanya jembatan seperti itu butuh waktu tiga minggu sampai satu bulan, ini berhasil dilaksanakan berapa hari? Sepuluh hari bisa dilaksanakan.
Terima kasih, ini adalah hasil kerja keras semua lembaga, ya, TNI, Polri, masyarakat, [Kementerian] PU, BNPB, hampir semua lembaga, K/L hadir di sini, yang saya lihat. Saya lihat tadi, satuan kepolisian juga bekerja baik di sini, ya. Di tengah kesulitan, mereka juga bantu menemukan para korban.
Saya ikut, turut belasungkawa kepada mereka-mereka yang kehilangan keluarganya. Kita akan mengurus Saudara-saudara sebaik-baiknya. Kita sudah bertekad untuk segera membangun rumah-rumah untuk mengganti rumah-rumah Saudara yang hilang, yang rusak, kita bantu. Ya saya melihat, saya cukup optimis, kecepatan kita memulihkan keadaan cukup baik. Tentunya kita tidak puas, saya minta semua lembaga bekerja terus siang malam.
Terima kasih, para Petugas TNI, Polisi, BNPB, [Kementerian] PU, semua yang bekerja. Saya tanya, “Berapa lama kau di sini?” Ada yang sudah 20 hari, ada yang sudah dua minggu, ada yang sudah berminggu-minggu di sini. Terima kasih sekali lagi.
Kita hadapi masa depan, kita hadapi tahun yang akan datang dengan penuh semangat dan optimisme. Kita semakin kuat, negara kita akan semakin kuat, dan kita akan bertindak tegas. Semua perusahaan, semua pihak yang melanggar, akan kita tertibkan semuanya. Yang tidak patuh kepada hukum dan undang-undang, akan kita cabut izinnya semuanya. Kita di tahun depan ini tidak akan ragu-ragu bertindak, melindungi kepentingan bangsa, kepentingan negara, dan terutama kepentingan rakyat kita.
Saya kira itu dari saya dan—lima menit lagi, ya? Saudara-saudara, saya tegaskan kembali bahwa semua program kita, semua strategi kita adalah untuk memperbaiki kehidupan rakyat kita. Kita ingin ekonomi kita bangkit, lapangan kerja kita tambah, ya. Kita ingin semua anak-anak kita bisa dapat makan bergizi. Saya minta maaf kalau belum semuanya, saya minta maaf kalau belum semuanya. Kita akan bekerja lebih cepat lagi, ya.
Anak-anak sudah dapat makan semua? Makan bergizi tiap hari, sudah belum? Yang sudah, angkat tangan. Oh, baru selesai dapurnya? Sudah selesai dapurnya? Oke, berarti sebentar lagi, ya. Anak-anak harus makan yang baik supaya tumbuh sehat, kuat, pintar, nanti bisa menjadi masa depan bangsa Indonesia yang hebat.
Oke, kita tiga menit lagi ini. Bagaimana, coba kalau kita bersama-sama, kita nyanyi [lagu] Tanah Airku, tanah air kita, ya? Kau pimpin, ya.
(Menyanyikan lagu Tanah Airku dan Rayuan Pulau Kelapa bersama-sama)
Sudah masuk [tahun baru]. Selamat tahun baru, tahun 2026! Semoga [Tuhan] Yang Mahakuasa selalu memberi yang terbaik kepada kita semua.