Sambutan Presiden pada Peresmian Jembatan Kabanaran, Jembatan Sambas Besar, Flyover Canguk, Underpass Gatot Subroto, dan Underpass Joglo Surakarta
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Yang saya hormati dan saya muliakan, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur, Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, beserta seluruh jajarannya;
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan Saudara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kemudian Menteri PU Saudara Hanggodo, Mensesneg Saudara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Saudara Teddy Indra Wijaya;
Saudara-saudara sekalian, para tokoh-tokoh yang hadir di sini, mungkin bupati, hadir ya, Bupati Kulon Progo, Bupati Bantul, hadir Lurah Banaran, Lurah Poncosari, Panewu Galur Saudara Yulianta Nugraha, Panewu Srandakan Saudara Sarjiman, dan tokoh-tokoh lain yang saya hormati, saya tidak sebut satu-satu tanpa mengurangi rasa hormat saya.
Pertama-tama tentunya kita selalu bersyukur, dan tidak henti-hentinya kita panjatkan rasa syukur kita ke hadirat Tuhan Mahakuasa, Tuhan Mahabesar, atas segala karunia, kesehatan, kedamaian yang diberikan kepada kita, sehingga hari ini kita dapat berkumpul pada acara peresmian Jembatan Kabanaran di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jembatan Sambas Besar di Kalimantan Barat, Flyover Canguk di Magelang, Underpass Gatot Subroto, dan Underpass Yogyakarta–Solo.
Saudara-saudara sekalian,
Tadi kita sudah mendengar arti historis dari tempat ini, tempat perjuangan Pangeran Mangkubumi melawan Belanda, markasnya di sini. Juga, bahwa ini nanti akan diharapkan mempermudah konektivitas, mempermudah akses juga kepada daerah yang begitu indah, begitu penting dalam budaya Jawa, penuh spiritualitas, dan kita mendengar ada rencana-rencana untuk membangun kawasan ini, untuk mendukung pariwisata. Mungkin akan ada hotel-hotel yang bagus, fasilitas-fasilitas, memang kita harus dorong pariwisata, karena pariwisata adalah penyumbang devisa yang sangat besar, dan adalah penyerap lapangan kerja yang sangat besar pula. Jadi, kita harus mendorong pariwisata. Alhamdulillah, tahun ini pariwisata kita meningkat 20 persen, salah satu peningkatan sangat berarti dalam perkembangan ekonomi kita.
Saudara-saudara sekalian,
Saya kira itu, ya. Terima kasih atas jerih payah semua pihak yang telah bekerja. Saya titip perawatan dan juga untuk selanjutnya, kalangan PU untuk melaksanakan proyek-proyek infrastruktur dengan sebaik-baiknya.
Sekaligus, Saudara-saudara, saya titip, tadi saya mendarat, dan dalam perjalanan ke sini, terima kasih, saya disambut oleh rakyat dan banyak anak-anak sekolah. Saya terkesan, tapi saya kasihan juga mereka berdiri lama di panas, sehingga saya minta Sekretaris Kabinet nanti tolong dibuat surat ke semua bupati, wali kota, kalau seandainya saya kunjungan kerja, mohon anak-anak sekolah tidak perlu menyambut saya di pinggir jalan. Biarlah mereka di sekolah masing-masing, kalau mereka mau lihat, bisa mungkin dari TV, dan kalau saya mau periksa, saya akan masuk ke ruang kelas saja.
Saya paham, dan memang, kalau memang tidak terlalu panas atau tidak terlalu lama mereka menunggu, saya juga tidak ada masalah. Saya senang melihat mereka, setiap kali saya lihat wajah-wajah rakyat, wajah-wajah anak-anak, itu saya juga tambah semangat, saya tambah muda, karena energi dari mereka. Tapi saya kasihan kalau mereka tunggu lama di panas terik matahari, dan ini juga saya khawatir nanti bisa mengurangi waktu, jam sekolah mereka.
Tapi saya sangat terkesan, saya sangat terharu atas sambutan-sambutan itu. Hanya saya berpikir, kasihan kalau mereka terlalu lama menunggu, dan kadang-kadang konvoi saya lajunya cepat, sehingga saya enggak ada waktu untuk berdiri menyambut mereka. Ya, jadi ini saya mohon para bupati untuk selanjutnya, dan untuk bupati di seluruh Indonesia, wali kota, kalau saya datang, tidak perlu anak-anak sekolah untuk dikerahkan.
Saya kira itu, sekali lagi, selamat ke semua pihak. Terima kasih, Sri Sultan. Saya juga tadi pangling, Sri Sultan juga tambah muda kelihatannya. Saya kira tadi kapten dari pasukan khusus ini.
Baik, saya kira demikian, ya, jangan lama-lama Prabowo dikasih podium, ya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera,
Syalom,
Om santi santi santi om,
Terima kasih.
Selamat bekerja, dan mudah-mudahan kita jumpa lagi. Saya sangat terkesan, keindahan ini luar biasa, juga desainnya sangat luar biasa, semoga Yang Mahakuasa selalu menyertai rakyat Yogyakarta, terima kasih.