Sambutan Presiden RI Pd Groundbreaking Infrastruktur GBT Jateng, tgl 14 Mar 2014, di Jateng

 
bagikan berita ke :

Jumat, 14 Maret 2014
Di baca 1205 kali

SAMBUTAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PADA

GROUNDBREAKING INFRASTRUKTUR GAS BUMI TERINTEGRASI JATENG

DI PT INDONESIA POWER

SEMARANG, JAWA TENGAH

14 MARET 2014

 

 

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

 

Bapak-bapak, Ibu-ibu, Hadirin sekalian yang saya cintai,

 

Alhamdulillah, hari ini kita dapat bersama-sama membulatkan tekad kita dan meningkatkan upaya, serta kerja keras kita untuk membangun negeri tercinta ini, termasuk untuk memajukan kehidupan saudara-saudara kita di Jawa Tengah. Semoga niat baik kita ini mendapatkan ridha Allah SWT dan dapat kita wujudkan secara bersama.

 

Tadi, baik Pak Gubernur maupun Pak Jero Wacik sudah menyampaikan kepada kita tentang apa yang hendak kita lakukan, groundbreaking infrastruktur gas bumi terpadu maupun proyek-proyek apa yang hendak kita resmikan penggunaannya mulai hari ini. Oleh karena itu, saya tidak ingin mengulanginya lagi, dan saya ingin menyampaikan sesuatu yang saya pandang perlu untuk sungguh kita pahami dan kita laksanakan bersama-sama di dalam membangun Indonesia.

 

Saya juga menyimak apa yang disampaikan oleh Pak Ganjar Pranowo tadi, tentang apa yang sungguh diperlukan oleh Jawa Tengah. Saya akan memberikan dukungan penuh, dan saya akan sampaikan kepada para menteri terkait untuk mempercepat dan mempermudah setiap urusan. Dengan demikian, tidak ada lagi yang mandek, yang apa namanya, terhenti, yang tentunya kalau segera bisa dituntaskan akan membawa kebaikan yang nyata bagi perekonomian di Jawa Tengah ini.

Saya sudah berbicara di Pekalongan dengan Pak Gubernur, saya pahami visinya jelas, tekadnya kuat untuk memajukan Jawa Tengah ini, dan semuanya juga untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, saya katakan saya dukung penuh, dan pemerintah pusat akan memberikan bantuan yang diperlukan.

 

Ini adalah tahun terakhir saya memimpin negeri ini dan menjalankan pemerintahan. Ada baiknya, saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk menyampaikan sesuatu dari hati saya kepada Saudara-saudara semua, bagaimana pembangunan yang kita lakukan ini terus berlanjut ke masa depan, dan membawa manfaat bagi kehidupan rakyat kita. Dan tentunya kita berharap, berdoa, dan ikut berperan agar Presiden kita nanti, yang akan resmi memimpin kita tanggal 20 Oktober siang hari, pagi hari masih saya Presidennya, siang hari sudah berganti, siapa pun beliau, harapan kita bisa melanjutkan apa-apa yang sudah baik yang kita lakukan selama sepuluh tahun, dan memperbaiki hal-hal yang belum baik yang tentu ada di sana-sini, sebagaimana yang terjadi di pemerintahan manapun dan juga di negara manapun. Dan, kita mesti memberikan dukungan yang penuh agar Presiden baru dengan pemerintahannya juga bisa bekerja lebih efektif, lebih baik, dan lebih berhasil.

 

Dan, begitulah kehidupan bernegara dan berbangsa, begitulah proses pembangunan yang terjadi, Leaders itu come and go, pemimpin yang telah memimpin akhirnya mengakhiri tugasnya, pemimpin baru akan datang mengambil tanggung jawab dan melanjutkan pembangunan bangsa. Dan, saya yakin dan percaya di negeri ini banyak pemimpin-pemimpin yang potensial, yang punya visi yang baik, yang punya niat yang kuat, dan mau bekerja keras. Oleh karena itu, rakyat, saya berharap bisa memilih pemimpin-pemimpin seperti itu yang banyak sekali pilihannya, dan semoga Allah SWT menakdirkan negeri kita negeri yang menjalankan demokrasi yang baik, kemudian bisa dengan jernih mengelola kehidupan berbangsa dan bernegaranya sebagaimana yang menjadi cita-cita dan idaman kita semua.

 

Saudara-saudara,

 

Saya ingin menyegarkan ingatan kita, bahwa sejak Indonesia merdeka kita terus membangun diri. Mulai dari Bung Karno, Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Ibu Megawati, saya, dan pemimpin-pemimpin seterusnya juga bertugas untuk membangun negeri ini menuju masyarakat yang adil dan makmur. Begitulah yang menjadi cita-cita para pendiri Republik dulu. Pembangunan itu sendiri, yang dituju tiada lain adalah meningkatnya kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, pembangunan adalah sebuah proses jangka panjang, a never ending goal. Dari satu periode ke periode, dari satu generasi ke generasi, pembangunan itu terus dilakukan.

 

Kesejahteraan rakyat boleh dikatakan baik manakala taraf hidupnya atau kualitas hidupnya juga makin baik, a quality of life of the people. Banyak ukuran untuk mengukur kualitas hidup atau living standard dari masyarakat, misalnya yang, sebutlah menjadi ukuran universal dan nyaris klasik adalah Indeks Pembangunan Manusia, penghasilan orang seorang, cukup atau tidak cukup, layak atau tidak layak. Kemudian tingkat pendidikannya, berpendidikan atau tidak. Lantas kesehatannya, dalam kesehatan yang baik atau tidak. Itu yang paling basic. Sekarang memang dengan teori pembangunan dan ekonomi yang baru berkembang, ada faktor lingkungan dan sebagainya. Tetapi kalau boleh saya sederhanakan, tiga hal itulah yang penting. Oleh karena itu, sejak tahun 2005 sebenarnya kita menjalankan dulu triple-track strategies, strategi tiga jalur. Kita ingin ekonomi kita terus tumbuh, pertama; yang kedua, kita ingin lapangan pekerjaan terus tercipta; dan yang ketiga, kita ingin kemiskinan terus berkurang. Kini telah menjadi strategi empat jalur, karena kita ingin lingkungan kehidupan kita bisa kita jaga dengan baik. Jadi yang paling basic sebetulnya adalah growth, job, dan poverty reduction, pertumbuhan, lapangan pekerjaan, dan pengurangan kemiskinan. Itulah sebetulnya konsep dasar dan kebijakan pembangunan yang kita laksanakan sekarang ini.

 

Ketika kita terus menata pembangunan di negeri ini, dunia tempat Indonesia hidup, tinggal, dan berinteraksi juga terus berubah. Kita mengetahui, sebagai contoh, penduduk dunia akan terus bertambah. Dua tahun yang lalu penduduk bumi mencapai tujuh milyar manusia. Tahun 2045 diperkirakan akan menjadi sembilan miliar manusia, dan itu memerlukan tambahan pangan sebanyak 60 sampai 70 persen dan juga tambahan energi juga sekitar 60 sampai 70 persen.

 

Indonesia, juga akan masih mengalami pertumbuhan pertambahan penduduk akan melampaui jumlah 260 juta nantinya. Dengan demikian, di negeri kita sendiri kebutuhan akan pangan dan energi juga akan meningkat menuju tahun 2030 dan 2045. Oleh karena itulah, bangsa yang cerdas adalah bangsa yang bisa menjemput masa depannya, memiliki penglihatan jangka jauh, dan kita sadar bahwa mulai sekarang ini kita harus benar-benar meningkatkan apakah disebut ketahanan, kemandirian, atau pun kedaulatan dari pangan dan energi kita, mengingat begitulah gambaran dunia 10, 20, 30, 40 tahun mendatang.

 

Dengan pengantar itu, maka saya kira Saudara lebih memahami, mengapa kita semua baik pada tingkat nasional maupun pada tingkat daerah, terus berupaya untuk meningkatkan perekonomian kita. Tanpa pertumbuhan ekonomi kita tidak bisa membangun dengan lebih luas lagi. Hukumnya begitu, meskipun pertumbuhan ekonomi bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya, adalah dengan ekonomi yang kuat dan tumbuh kita bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lain-lain. 

 

Di samping pendekatan ekonomi yang terus kita lakukan, nampaknya, karena Indonesia tidak menganut kapitalisme yang ekstrim, pasar bebas yang tanpa aturan, ataupun konsep neoliberalisme, maka diperlukan peran pemerintah, the government's role. Negara-negara yang menganut teori pasar murni dan kapitalisme yang ekstrim tidak mengenal subsidi, tidak mengenal mengapa pemerintah ikut-ikutan, serahkan semuanya kepada pasar. Ideologi, sistem, dan mazhab itu bukan pilihan kita. Oleh karena itulah, selain kita menggunakan kaidah-kaidah hukum ekonomi, kita juga ada program-program yang kita targetkan langsung untuk mengurangi kemiskinan. Inilah yang kita sebut dengan program-program pro rakyat yang kita jalankan selama ini. Banyak sekali ragamnya yang dijalankan oleh semua jajaran pemerintah di negeri ini.


Saudara-saudara,

 

Dengan demikian, apa yang kita lakukan hari ini berada dalam konteks apa yang hendak kita lakukan ke depan, paling tidak menuju tahun 2030, dan lebih luas lagi menuju satu abad kemerdekaan kita yaitu tahun 2045. MP3EI yang menyusun kita sendiri. Pemerintah pusat, para gubernur, para ekonom, para pemimpin dunia usaha baik swasta maupun negara. Kita bertemu berkali-kali, lahirlah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, 2011 sampai 2025.

 

Sasaran kita Rp 4 ribu triliun. Sekarang sudah kita keluarkan Rp 825 triliun, yang tentu tidak mungkin dibiayai oleh pemerintah semua, karena APBN sungguhpun makin besar angkanya, akan kita gunakan untuk membiayai pembangunan dan berbagai upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Singkat kata, dari Rp 4 ribu triliun itu, pemerintah hanya mampu mengalokasikan anggaran 25 persen. Kita undang pula swasta, BUMN, dan juga swasta dalam negeri. Mereka hanya mampu menggunakan anggarannya sekitar 30 sampai 40%. Selebihnya kita memerlukan mitra dari negara-negara sahabat, tapi dengan kemitraan yang baik, yang adil, dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat kita.

 

Oleh karena itu, dalam pendanaan MP3EI policy kita, terutama pembangunan infrastruktur, ada yang sepenuhnya ditanggung pemerintah, kewajiban pemerintah, infrastruktur dasar. Adakalanya kemitraan atau partnership pemerintah dengan BUMN atau swasta, dan itu sering kita lakukan. Namun yang ketiga, kalau memang lebih tepat digunakan, dibangun oleh swasta, swasta yang kita berikan peluang untuk itu. Dengan demikian, roda pembangunan akan bergerak, mesin pembangunan akan bekerja secara efektif.

 

Saya berharap, jajaran kita pusat dan daerah, menteri, gubernur, bupati, dan walikota benar-benar menjalankan ini. Permudah setiap urusan, dengan demikian semua akan bergerak. Kalau usaha bergerak di kabupaten/kota, provinsi, dan tentunya nasional, maka lapangan pekerjaan akan tercipta. Kalau yang tadinya menganggur kemudian bisa bekerja, mereka punya penghasilan. Kalau punya penghasilan, maka Indeks Pembangunan Manusia menjadi bagus, yang miskin akan berkurang. Begitulah mata rantai dari satu policy, dari satu program, dan tindakan nyata kita semua.

 

Indonesia negara yang besar, ekonomi kita sekarang sudah tembus satu triliun dollar AS, nomor 16 terbesar di dunia. Akibat kerja keras kita semua, 1998 kita mengalami krisis, sepuluh tahun kemudian 2008 kita masuk G20 dengan peringkat 16 sekarang ini, dan masih akan meningkat dari periode ke periode. Tetapi itu bukan datang dari langit, tidak akan aman meskipun kita tidak melakukan sesuatu. Oleh karena itu, marilah kita lakukan semua upaya lebih giat lagi ke depan. Di antaranya, mari kita bikin negara kita ini terhubung satu sama lain, yang disebut dengan konektivitas.

 

Mari kita pastikan semua pulau tumbuh dengan baik. Inilah konsep dasar MP3EI, semua provinsi, semua pulau tumbuh, dan kemudian terhubung satu sama lain, baik melalui transportasi laut, transportasi udara, maupun transportasi darat. Kalau itu terjadi maka ekonomi Indonesia akan meningkat lagi. Bukan hanya ekonomi terbesar di Asia Tenggara, tapi juga termasuk ekonomi terbesar di tingkat dunia. Oleh karena itu Saudara-saudara, ini masa depan kita, mari kita jemput. Kita undang putra-putri terbaik bangsa untuk memimpin negeri ini di manapun, apakah di tingkat nasional, di tingkat provinsi, di tingkat kabupaten/kota, swasta, semua, karena semua memerlukan kepemimpinan agar semua program pembangunan dapat kita laksanakan dengan baik.

 

Dan yang terakhir, peran daerah sangat menentukan. Saya, karena hampir sepuluh tahun memimpin, mengerti betul di mana penyakit-penyakit pembangunan, di mana bottlenecking, siapa yang menghambat, dan sebagainya. Adakalanya hambatan di pusat, tetapi juga sering hambatan ada di daerah. Oleh karena itu, pers, rakyat kita juga perlu melakukan pengawasan. Lihatlah secara kritis apa yang kami lakukan, secara nasional maupun apa yang dilaksanakan di daerah, sektoral dan juga regional. Dengan demikian, semuanya serba transparan dengan penuh tanggung jawab, dan manakala ada yang tidak benar segera diatasi dan diselesaikan dengan baik. Hanya dengan tanggung jawab, dengan tekad, serta kerja keras seperti itulah negeri yang menjanjikan harapan yang tinggi atas masa depannya benar-benar dapat kita bangun, dan cita-cita luhur para pendiri Republik dapat bersama-sama kita wujudkan.

 

Saudara-saudara,

 

Itulah yang dapat saya sampaikan, dan sebagaimana yang telah disampaikan oleh Pak Gubernur dan Pak Menteri ESDM tadi, maka dengan terlebih dahulu memohon ridha Allah SWT, dan dengan mengucapkan bismillaahirrahmaanirrahiim, Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi Terpadu, kita mulai pembangunannya, kita mulai pekerjaannya, dan kemudian semua proyek-proyek yang telah dilakukan yang berkaitan dengan Pekerjaan Umum kita resmikan penggunaannya mulai hari ini.

 

Sekian,

 

Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

 

 

 

Asisten Deputi Naskah dan Penerjemahan,

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan,

Kementerian Sekretariat Negara RI