Sambutan Presiden RI pd Pencanangan Tahun Pembinaan Pajak 2015 dan.., di Jakarta, tgl 30 Apr 2015
SAMBUTAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA
PENCANANGAN TAHUN PEMBINAAN PAJAK 2015 DAN PELUNCURAN SISTEM PERBENDAHARAAN DAN ANGGARAN NEGARA
DI ISTANA NEGARA, JAKARTA
TANGGAL, 30 APRIL 20015
Â
Bismillahirrahmaanirraahiim,
Â
Assalamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh,
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua
Â
Yang saya hormati, seluruh pimpinan Lembaga Tinggi Negara, para Menteri, seluruh Perwakilan Dunia Usaha, para wajib pajak, hadirin yang berbahagia,
Tadi sudah disampaikan oleh Menteri Keuangan, dari penduduk kita 252 juta seharusnya ada 44 juta yang harus memiliki NPWP, tetapi kenyataannya baru 26 juta. Dari 26 juta pun yang memasukkan SPT juga baru 10 juta, dari 10 juta pun yang bayar, ini untuk yang pribadi hanya 900 ribu ini kan sangat kecil sekali, sangat kecil sekali ras rasio kita juga hanya 11% ini juga kecil sekali kalau dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang sudah 18, 16, ada yang 21.
Oleh sebab itu, tahun ini merupakan tahun pembinaan wajib pajak. Tahun pembinaan itu apa? ya wajib pajaknya diberikan, diberi tahu agar ada kepatuhan, agar ada kesadaran. Jangan sampai justru dikejar-kejar dan nabrak-nabrak takut semuanya, jangan sampai melakukan itu. Sehingga ada ketakutan, ini yang tidak bener. Pembinaan adalah memberikan kesadaran sehingga mereka patuh, cara bicara cara bertindak betul-betul harus hati-hati jangan sampai justru ada ketakutan dan menimbulkan dampak yang tidak baik. Artinya apa? Masyarakat, dunia usaha takut membelanjakan uang, takut mengeluarkan uang, takut menginvestasikan uang karena merasa dikejar-kejar. Padahal kita gak ngejar, ini tahun pembinaan, ini supaya digaris bawahi.
Meskipun ada target, tapi targetnya itu kalau kita lihat dari tes rasio kita juga masih kecil. Jadi kalau disini ada wajib pajak, gak perlu takut karena memang ini ya akan banyak dilihat adalah yang di luar yang sudah ada. Jadi meskipun ada target, tapi jangan nabrak-nabrak.
Kemudian yang kedua mengenai SPAN. Ini adalah cash mangement system yang akan mulai kita terapkan. Dengan ini nantinya checking, controlling itu akan lebih mudah. Karena setiap saat, real time kita bisa pantau berapa yang masuk, berapa yang keluar digunakan untuk apa. Kalau nanti di pusat sudah mulai kita lakukan ini, langsung juga akan kita terapkan provinsi dan kabupaten kota. Artinya semuanya termonitor, berapa transfer ke daerah di dana itu digunakan untuk apa semuanya bisa kita cek bisa kita kontrol. Inilah saya kira pembangunan sistem yang terus akan kita lakukan sehingga governance kita lebih baik. Karena persepsi orang, persepsi investasi, persepi negara lain itu akan baik akan muncul lebih baik kalau sistem-sistem yang ada itu kita perbaiki. Ini sudah dimulai, dan kita harapakan seluruh kementerian lembaga betul-betul ikut memonitor setiap pergerakan anggaran, setiap pergerakan uang yang ada di kementerian dan lembaga masing-masing dan jangan sampai satu rupiah pun lolos karena ini sistem, ini sistem dan saya kira jangka panjang ini akan memperbaiki tata kelola pemerintahan kita, dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada hari ini pencanangan tahun pembinaan pajak 2015 dan peluncuran sistem perbendaharaan dan anggaran negara saya nyatakan dimulai.
Â
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Â
Asisten Deputi Naskah dan Penerjemahan,
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan,
Kementerian Sekretariat Negara RI