Sambutan Presiden RI pd Peresmian Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kaltim, tgl. 15 Sept 2014

 
bagikan berita ke :

Senin, 15 September 2014
Di baca 1235 kali

SAMBUTAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PADA

PERESMIAN BANDARA SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN

SEPINGGAN BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR

DAN PERESMIAN PROYEK-PROYEK MP3EI

DI KALIMANTAN TIMUR

TANGGAL 15 SEPTEMBER 2014

 

 

 

 
 

Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua.

 

Yang saya hormati, para Pejabat Negara dan Pejabat Pemerintah, baik pada tingkat pusat maupun tingkat daerah, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif, maupun TNI dan Polri, khususnya Saudara Gubernur beserta para Bupati dan para Walikota,

Yang saya muliakan para Pemimpin Agama, Pemimpin Adat, dan Tokoh Masyarakat,

Yang saya homati para Pemimpin Dunia Usaha baik Milik Negara, Milik Daerah maupun Swasta

Hadirin sekalian yang saya muliakan,

 

Alhamdulillah di hari yang istimewa ini kita dapat menghadiri sebuah acara penting, diresmikannya sejumlah proyek-proyek pembangunan, dan akan dimulainya pembangunan sejumlah proyek pembangunan yang lain. Ini menunjukkan bahwa negara kita, termasuk Kalimantan, utamanya Kalimantan Timur, terus membangun dan bergerak maju, menuju, menuju masa depan yang lebih baik.

 

Saudara-saudara,

 

Sebenarnya saya tidak perlu terlalu banyak bicara, sekarang ini. Pertama, tadi memang sudah lengkap yang disampaikan oleh Bapak Awang Faroek dan Bapak Mangindaan.

 

Yang kedua, sudah hampir sepuluh tahun saya menjelaskan kepada rakyat tentang visi Indonesia kita, tentang kebijakan dan strategi dalam pembangunan nasional. Sekarang ini ibaratnya karena sudah menanam kita selama 10 tahun, saatnya kita panen. Dalam arti melihat langsung apa yang kita hasilkan secara bersama.

 

Ada istilah dalam bahasa Inggris, silent is golden. Kalau memang kita tidak perlu berbicara daripada pembicaraannya ngawur ke kiri ke kanan, apalagi menyalahkan dan menuding orang lain, lebih baik diam. Nah di situ, diam itu emas, silent is golden. Tetapi, ketika orang lain berharap seseorang itu berbicara barangkali ingin mendengarkan pandangannya, pemikirannya, kalau ada masalah, bagaimana pula solusinya atau jalan keluarnya, maka seseorang itu, pemimpin itu, pejabat itu bicaralah, bicara sesuai dengan apa yang diharapkan dan tepat, tidak berlebih-lebihan.

 

Dalam bahasa Inggris dikatakan, speak is silver, berbicara pada saat itu tepat, laksana perak. Di sejumlah negara, konon perak itu lebih tinggi derajatnya dibandingkan emas, speak is silver. Oleh karena itu, saya akan berbicara tidak terlalu panjang, saya pilih yang patut saya sampaikan kepada Hadirin sekalian, maupun saudara-saudara kita di seluruh Tanah Air utamanya yang ada di Kalimantan Timur ataupun Kalimantan.

Kita break sebentar mendengarkan agar adzan bisa diselesaikan.

 

Saudara-saudara kita lanjutkan.

 

Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Perhubungan tadi, 10 hari yang lalu, 5 September 2014, di Jakarta, kita laksanakan refleksi implementasi MP3EI, 3 tahun pertama. Saya mengajak Presiden Terpilih, Pak Jokowi, untuk hadir bersama-sama saya agar beliau mengetahui tentang cetak biru dan agenda MP3EI yang kita mulai laksanakan sejak tahun 2011 hingga tahun 2025 nanti, dan sekaligus mendengarkan harapan dari para gubernur waktu itu, agar pembangunan ini atau percepatan dan perluasan pembangunan di seluruh Indonesia itu tetap dijaga dan dilanjutkan.

 

Pada refleksi tanggal 5 September itu, kita mendengarkan laporan komprehensif atas pelaksanaan MP3EI. Kesimpulannya adalah pembangunan dalam kerangka MP3EI di 6 koridor; mulai Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara, serta Papua dan Maluku berjalan sesuai rencana, on the right track,  on the right track dan kemudian progress-nya, kemajuannya juga nyata. Oleh karena itulah, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kerja keras dari semua pihak yang telah mewujudkan masterplan kita, MP3EI kita dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan bersama.

 

Hadirin yang saya muliakan,

 

Berkaitan dengan rencana hari ini, meskipun saya harus mengucapkan selamat atas dapat diselesaikannya berbagai proyek MPE3I, utamanya proyek-proyek transportasi, proyek-proyek energi, dan nantinya juga industri yang akan diresmikan oleh Menko Perekonomian ataupun groundbreaking berikutnya lagi, tetapi saya ingin menegaskan kembali konsep besar kita membangun Indonesia ke depan.

 

Saudara pernah mendengar beberapa kali saya menyampaikan bahwa di samping kita memiliki Rencana Pembangunan Jangka Panjang 25 tahun, di samping kita punya Rencana Pembangunan Jangka Menengah setiap 5 tahun, dan di samping kita punya Rencana Kerja Pemerintah baik pusat maupun daerah setiap tahun beserta APBN dan APBD yang juga setiap tahun, kita memerlukan masterplan. Masterplan-nya ada dua sebenarnya. Satu, percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi, yang sekarang kita bicarakan ini. Yang kedua adalah percepatan dan perluasan pengurangan kemiskinan. Itulah yang kita sebut dengan dual track pembangunan nasional kita. Alhamdulillah dengan dokumen strategis tadi ditambah dengan dua masterplan ini, maka kita telah bisa melakukan tindakan nyata bukan hanya rencana di dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia dan membangun semua daerah di seluruh Tanah Air.

 

Kita juga memahami bahwa di samping MP3EI serta upaya mengurangi kemiskinan secara terus-menerus, masa depan bangsa ini sangat ditentukan oleh sumber daya manusianya, human capital. Tidak ada artinya kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, faktor demografi yang juga menjanjikan, letak strategis kita, capaian pembangunan hingga hari ini, kalau kita tidak punya sumber daya manusia yang unggul, maju, dan berdaya saing. Oleh karena itulah, setiap kita melaksanakan MP3EI sekaligus kita pastikan, kita juga melakukan percepatan dan perluasan pembangunan sumber daya manusia atau human capital. Hari ini akan kita mulai pembangunan dua perguruan tinggi misalnya, itu juga berkaitan dengan peningkatan human capital yang ada di Tanah Air kita.

 

Saudara-saudara,

 

Persoalan pembiayaan pun menjadi sangat penting. Saya sudah mengatakan pada tanggal 5 September, dalam refleksi MP3EI kemarin, tidak mungkin membangun infrastruktur di seluruh Tanah Air yang banyak sekali jumlahnya, yang memerlukan anggaran ribuan triliun hanya mengandalkan APBN atau APBD hampir pasti tidak cukup. Oleh karena itulah, kita mengundang dan mengajak swasta serta melibatkan BUMN dan BUMD. Untuk diketahui, sampai dengan tahun 2025 kita memerlukan anggaran atau dana sebesar 4700 triliun. Dari mana dana itu kita peroleh, ternyata setelah kita hitung, setelah kita kalkulasikan, 40% kurang lebih berasal dari swasta, kita utamakan swasta dalam negeri dan mengajak swasta dari negara-negara sahabat, 25% dari BUMN dan sedikit dari itu BUMD, 15% baru dari APBN.  Jumlah ketiga-tiganya mencapai 80%, masih 20% itulah yang kita sebut patungan, paduan dari dana pemerintah, dana BUMN, dan dana swasta.

 

Itulah yang mesti dipahami oleh seluruh rakyat Indonesia, oleh para pemimpin pemerintahan dari pusat maupun daerah, dan oleh dunia swasta. Hanya dengan itu, maka pembangunan infrastruktur bisa berkembang dengan baik. Kalau APBN terlalu banyak digunakan untuk membangun infrastruktur maka pendidikan, kesehatan, pengurangan kemiskinan akan menjadi sedikit dan itu tidak baik bagi rakyat kita yang memerlukan sentuhan pemerintah untuk meningkatkan taraf hidupnya sekaligus mengurangi angka kemiskinan di negeri ini.

 

Saudara-saudara,

 

Itulah konsep besar kita, itulah kebijakan dan strategi, itulah cetak biru atau blue print MP3EI sekaligus upaya percepatan pengurangan kemiskinan.

 

Hari ini kita mendengarkan laporan baik dari Gubernur maupun dari Menteri Perhubungan tentang makin pentingnya jasa dan pelayanan transportasi baik transportasi darat, transportasi  laut, maupun transportasi udara. Mengapa? Ya karena memang ekonomi kita tumbuh terus. Tahun 1998, ekonomi kita hancur karena krisis. Tahun 2008, alhamdulillah ekonomi kita masuk 20 besar dunia. Dan tahun lalu, dengan hitungan purchasing power parity oleh Bank Dunia, ekonomi kita telah diletakkan menjadi ekonomi nomor sepuluh besar dunia.

 

Bangsa kita harus bersyukur karena itu kerja keras kita semua, semua dari Sabang sampai Merauke. Akibatnya memang karena daya beli meningkat,  income per kapita meningkat, kelompok menengah atau middle class juga meningkat, maka kebutuhan untuk barang dan jasa meningkat termasuk pelayanan transportasi tadi, darat, laut, maupun udara. The demand is growing.

 

Kemudian diperlukan pula di samping mengangkut barang dan manusia, maka transportasi diharapkan menjadi penggerak pembangunan ekonomi di Indonesia dan bahkan di kawasan ASEAN, dan bahkan di kawasan Asia Timur. Itulah yang sering disebut dengan konektvitas.  Oleh karena itu, hampir pasti makin ke depan industri transportasi akan makin berkembang, hampir pasti makin ke depan kebutuhan pelayanan transportasi darat, laut, dan udara akan tumbuh dengan pesat.

 

Kalimantan Timur cerdas, mengingat wilayah ini adalah wilayah yang berkembang dengan cepat, maka pembangunan infrastruktur dan jasa transportasi ini insya Allah akan membuat Kalimantan Timur berlarinya makin kencang.

 

Jangan lupa, karena kebutuhan transportasi meningkat, maskapai transportasi juga akan makin banyak, maka yang bisa menang dan bisa bersaing adalah apabila kualitas pelayanannya menjadi lebih bagus, di samping menjanjikan keamananan dan keselamatan. Maka sering saya katakan, maskapai transportasi haruslah memberikan pelayananan yang lebih baik, better, pelayananan yang lebih cepat, faster, pelayananan yang  lebih murah, cheaper, dan pelayananan yang lebih mudah bagi rakyat kita, bagi konsumen yaitu easier. Ingat, itulah karakter yang harus dibangun oleh mereka yang bergerak di dunia transportasi.

 

Saudara-saudara,

 

Dengan semuanya itu, saya sebelum mendarat tadi melihat kemegahan dan keindahan Bandar Udara Sepinggan ini, yang kemudian mengabadikan nama yang amat kita hormati, salah satu tokoh besar di negeri kita, sehingga namanya menjadi Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, yang ada di Sepinggan ini, saya tentu memberikan hormat kepada para pemimpin kita, para pendahulu kita, dan untuk mengenang jasa beliau maka diabadikanlah nama besar itu di Bandar Udara Internasional Sepinggan ini.

 

Di samping megah dan indah, saya senang dengan kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan oleh putra-putri terbaik bangsa, kelihatan menjangkau ke depan, futuristik, kemudian ramah lingkungan, kita senang.  Dan yang cerdas adalah disatukannya bandar udara ini,  terminal-terminalnya dengan pusat yang lain. Dan ini bukan hanya bandar udara, it's not only an airport, tetapi adalah center of growth, of econmy, of services yang ada di tempat ini. Sekali lagi selamat dan terima kasih atas kreativitas, kecerdasan, dan inovasi dari Saudara-saudara semua.

 

Bapak-Ibu dan Hadirin yang saya hormati,

 

Barangkali ini adalah kesempatan saya terakhir berkunjung ke Kalimantan Timur, menghadiri acara yang penting seperti ini, karena insya Allah beberapa minggu mendatang, tepatnya tanggal 20 Oktober 2014, saya akan mengakhiri masa bakti saya sebagai Presiden Republik Indonesia. Dan akan menyerahkan estafet kepemimpinn kepada pengganti saya, presiden terpilih kita, Bapak Joko Widodo. Oleh karena itu, ini kesempatan yang baik pula beserta istri, karena kita bersama-sama sepuluh tahun, maka patutlah kita bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kita diberikan tugas sejarah untuk bersama-sama membangun negeri ini, alhamdulillah dalam waktu 10 tahun ini.

 

Di samping rasa syukur, saya juga mengucapkan terima kasih atas penghargaan setinggi-tingginya atas dukungan Bapak-Ibu, dukungan saudara-saudara kita di Kalimantan Timur ini, atas kebersamaan kita dan hal-hal yang Bapak-Ibu dan saudara-saudara kita di Kaltim ini lakukan. Tanpa kebersamaan dan dukungan dari saudara-saudara kami yang ada di Kaltim ini, tidak mungkin saya bisa mengemban tugas dengan baik. Oleh karena itu, sekali lagi terimalah ucapan terima kasih dan penghargaan saya yang tulus.

 

Nanti berikanlah, nanti berikanlah kebersamaan dan dukungan itu kepada presiden kita yang baru, agar apa yang sudah kita capai ini terus dapat dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan. Kemudian apabila saya dan istri selama berinteraksi dengan Bapak-Ibu semuanya, sepuluh tahun ini meskipun kami hanya berpikir untuk negara, untuk rakyat, untuk Kalimantan, untuk Kalimantan Timur, dan semua dalam kerangka tugas, namun apabila ada tutur kata dan perilaku saya yang tidak nyaman, dan Bapak-Ibu tidak berkenan, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya.

 

Itulah tiga hal sebagai ucapan mohon diri saya pada saatnya nanti pada tanggal 20 Oktober 2014 mendatang.

 

Dan akhirnya dengan pesan, ajakan, dan harapan itu semua,  Bapak-Ibu yang sangat saya muliakan, maka dengan terlebih dahulu memohon ridho Allah SWT, dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmaanirrahiim,  proyek-proyek pembangunan dalam kerangka MP3EI yang tadi telah disebutkan satu persatu, saya resmikan, dan bersamaan dengan itu pembangunan Institut Teknologi Kalimantan yang ada di Balikpapan dan Institut Seni Budaya Indonesia yang ada di Tenggarong, saya nyatakan dengan resmi pembangunannya.

 

Demikian, terima kasih sekali lagi.

 

Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

 

 

 

 

Asisten Deputi Naskah dan Penerjemahan,

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan,

Kementerian Sekretariat Negara RI