Analisis Strategi Komunikasi Politik Indonesia pada Generasi Z dan Millenial

 
bagikan berita ke :

Kamis, 29 Februari 2024
Di baca 696 kali

Foto: Saum/nr/www.dpr.go.id


Tahun ini Indonesia menjalankan pesta pemilihan umum calon presiden dan calon wakil presiden yang telah dilaksanakan secara serentak pada tanggal 14 Februari 2024 lalu. Adapun masing-masing dari kandidat calon yang terdaftar yakni pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut satu yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar; pasangan capres dan cawapres nomor urut dua yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming; dan pasangan capres dan cawapres nomor urut tiga yaitu Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

 

Ketiga pasangan capres ini melakukan kampanye politik untuk meraih suara sebanyak-banyaknya lewat pendekatan strategi komunikasi politik yang berbasis digitalisasi. Hal ini sangat beririsan dengan teori komunikasi politik yang mengatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan negatif dalam pelaksanaan kampanye politik yang keduanya dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.

 

Efek komunikasi secara tidak langsung mengandung pengertian bahwa komunikasi yang terjadi merupakan hasil dari komunikasi politik, seperti yang dilakukan oleh seorang capres kepada masyarakat. Dukungan capres dapat terjadi ketika seseorang memilih presiden karena berbagai faktor dalam komunikasi politik melalui kampanye yang dilakukannya. Ini adalah hasil dari komunikasi politik yang terkadang juga kita alami secara tidak sadar (Syarbaini, 2021). Strategi komunikasi politik tersebut salah satunya adalah penggunaaan media sosial YouTube sebagai media utama yang digunakan untuk kampanye para capres dan cawapres dalam melakukan persuasif dan pendekatan emosional kepada generasi Z dan Milenial di Indonesia.

 

Menurut (Majid, 2023) dalam bukunya “Strategi Komunikasi Politik Dalam Pemilihan Umum di Era Digital“ mengatakan bahwa strategi komunikasi politik kandidat capres mengikuti pergerakan tren politik yang ada. Tren politik merujuk pada arah atau pola perubahan yang dapat diidentifikasi dari politik, kebijakan, dan dinamika politik pada suatu periode waktu tertentu. Ini mencakup perubahan dalam preferensi pemilih, strategi kandidat atau partai politik, dan isu-isu yang mendominasi diskusi publik.

 

Di antara ketiga capres pada pemilu 2024, hanya Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang memanfaatkan YouTube secara maksimal untuk mempromosikan diri, membangun citra, dan menjalin komunikasi politik dengan masyarakat luas. Sampai dengan tulisan ini dibuat, Ganjar Pranowo memiliki akun YouTube pribadi dengan 2.37 juta pengikut, sedangkan Anies Baswedan memiliki akun YouTube pribadi dengan 673 ribu pengikut. Sebagai mayoritas pemilih terbanyak, para kandidat harus menyesuaikan isu-isu yang akan diangkat dengan preferensi isu yang menjadi perbincangan oleh Generasi Z dan Milenial.

 

Dalam video-video YouTube yang ditampilkan oleh capres Ganjar, terlihat bahwa personal branding yang ingin dibangun yaitu seorang calon pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Sebagaimana jargon dari capres Ganjar Pranowo yakni “Tuanku ya Rakyat, Jabatan Cuma Mandat”. Tersirat pesan demokrasi di dalamnya yakni dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Video yang ditampikan cenderung bergerak dari isu-isu sosial, kemiskinan, dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, konten video YouTube Anies Baswedan, mencerminkan sosok pribadi yang akademis yakni dengan muatan video-video yang bernuansa pembelajaran, motivasi dan bergerak pada isu-isu pendidikan.

 

Adapun Capres Prabowo Subianto tidak memiliki akun YouTube pribadi dalam merekam jejak kampanyenya menuju pemilu 2024. Konten-konten Prabowo Subianto yang dinilai “gemoy” oleh para generasi Z dan Milenial dikonsumsi publik melalui suguhan video-videonya yang tertangkap kamera media massa. Sejauh ini, Prabowo Subianto hanya memanfaatkan media massa untuk menyebarluaskan jejak kampanye yang dilakukannya dalam menarik suara generasi Z dan milenial.

 

Selain YouTube, para capres dan cawapres juga memiliki akun media sosial Instagram tanpa terkecuali. Anies dengan pengikut sebanyak 6,7 juta orang, Prabowo sebanyak 8,9 juta orang dan Ganjar sebanyak 6,6 juta orang. Namun dalam pemanfaatannya, Anies dan Ganjar masih menjadi capres yang aktif membagikan postingan feed maupun story Instagram mereka terkait aktivitas kampanye capres yang dilakukan. Hal ini ditandai dengan tayangan (post) keduanya yang selalu ada setiap harinya beserta hasil para pendukungnya dari berbagai kalangan baik politisi, artis ataupun masyarakat sipil yang menyematkan nama akun pribadi mereka. Namun pada akun Instagram Prabowo Subianto, sangat jarang terlihat aktivitas kampanye yang dibagikan secara berkala, baik postingan feed ataupun story.

 

Secara kasat mata, pendekatan strategi komunikasi politik yang dilakukan para capres kepada generasi Z dan Milenial sangat terlihat jelas pada sosok Anies dan Ganjar yang terus mengikuti perkembangan digitalisasi media secara konsisten dan berkelanjutan.

 

Referensi:

Majid, N. (2023). Strategi Komunikasi Politik Dalam Pemilihan Umum Di Era Digital. PERSEPTIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora1(2), 53-61.

Ciacu, N., & Tasente, T. (2014). Youtube and Political Communication. Case study–Romanian’s parlamentary parties. Acta Universitatis Danubius. Communicatio8(2).

Syarbaini, S., Nur, S. M., & Anom, E. (2021). Teori, Media dan Strategi Komunikasi Politik. Jakarta: Esa Unggul.

https://www.youtube.com/@aniesbaswedan diakses pada tanggal 25 Januari 2024 pukul 17.33 wib

https://www.youtube.com/@GanjarPranowoOfficial diakses pada tanggal 25 Januari 2024 pukul 17.33 wib

https://www.instagram.com/aniesbaswedan/ diakses pada tanggal 25 Januari 2024 pukul 17.33 wib

https://www.instagram.com/ganjar_pranowo/ diakses pada tanggal 25 Januari 2024 pukul 17.33 wib

https://www.instagram.com/prabowo/ diakses pada tanggal 25 Januari 2024 pukul 17.33 wib


  

Penulis         : Ismaliyah Yusuf Rangkuti, S.I.Kom

Pekerjaan     : Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi

Universitas   : Universitas Padjadjaran

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
4           0           0           0           1