Di Hadapan Para Pengusaha Muda, Wapres Paparkan Tiga Komponen Penggerak Laju Perekonomian Nasional

 
bagikan berita ke :

Selasa, 29 Maret 2022
Di baca 71 kali

Setelah terkontraksi cukup dalam pada periode 2020 dan 2021 akibat hantaman pandemi Covid-19, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berkisar antara 4,7 sampai 5,5 persen. Oleh karena itu, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin meminta semua pihak, termasuk para pengusaha muda untuk tidak mengabaikan momentum pemulihan ekonomi nasional tersebut.

"Kita membutuhkan setidaknya tiga hal sebagai komponen penggerak laju perekonomian, (yaitu) pengendalian pandemi, kebijakan yang akomodatif, serta pengusaha, pejuang atau pejuang pengusaha seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)," papar Wapres saat memberikan keynote speech pada acara HIPMI Sharia Conference 2022 di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat, Selasa (29/03/2022).

Ketiga hal tersebut, sambung Wapres, harus disinergikan dengan baik. Pertama, terkait pengendalian pandemi, menurutnya pemerintah saat ini terus mengakselerasi program vaksinasi nasional.

"Pemerintah terus meningkatkan capaian vaksinasi sebagai salah satu upaya membentuk kekebalan komunal, termasuk komitmen vaksin booster gratis bagi masyarakat," tuturnya.

Selanjutnya, kata Wapres, komponen penggerak laju perekonomian kedua yang perlu disinergikan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, yaitu berbagai kebijakan akomodatif dan inklusif yang diterapkan pemerintah dan lembaga otoritas.

"Pada kesempatan ini, secara khusus yang saya ingin garisbawahi adalah peran dan ekonomi keuangan syariah dalam pemulihan ekonomi yang inklusif," ungkapnya.

Menurut Wapres, potensi besar ekonomi dan keuangan syariah yang saat ini sedang diarusutamakan dalam perekonomian nasional, harus dimanfaatkan tidak hanya untuk mengatasi tantangan dalam konteks lokal tetapi juga global.

"Potensi besarnya harus dapat kita manfaatkan sebagai daya ungkit perekonomian, seperti populasi dan demand, serta halal lifestyle yang semakin membumi di Indonesia, maupun juga di berbagai belahan dunia," pintanya.

Wapres pun memastikan bahwa Indonesia memiliki sektor-sektor unggulan ekonomi dan keuangan syariah yang mumpuni, seperti pertanian, makanan dan minuman halal, fesyen muslim, pariwisata yang ramah muslim, serta keuangan syariah.

"Sektor-sektor ini tidak saja bertahan, tapi mampu menyangga ekonomi Indonesia selama pandemi," tegasnya.

Bahkan secara keseluruhan, sambung Wapres, pangsa sektor unggulan halal value chain tersebut menopang 25 persen lebih dari ekonomi nasional.

"Peringkat pertama yaitu sektor pertanian dengan kontribusi mencapai 51 persen. Selanjutnya, diikuti sektor makanan halal sekitar 27 persen, pariwisata ramah muslim 16 persen, dan fesyen muslim hampir 6 persen. Itu dari Lexy 2021, Bank Indonesia," terangnya.

Terakhir, Wapres menjelaskan bahwa komponen penggerak laju perekonomian ketiga yang perlu disinergikan adalah para pengusaha muda yang berdaya juang tinggi, salah satunya HIPMI yang terus aktif mendorong ekonomi Indonesia kembali bangkit.

"Kuncinya terletak pada kemauan dan kejelian untuk mengubah berbagai tantangan yang ada menjadi peluang-peluang baru," tuturnya.

Di tangan para pengusaha muda yang memiliki daya juang tinggi, Wapres meyakini laju pertumbuhan ekonomi nasional akan terus positif di masa mendatang.

"Demikian pula potensi besar ekonomi dan keuangan syariah di tangan Saudara-Saudara sekalian, niscaya akan menjadi lentera yang akan menerangi pembangunan ekonomi di masa yang akan datang," harapnya.

Untuk itu, dalam forum ini secara khusus Wapres mengajak para pengusaha muda yang terhimpun dalam HIPMI untuk mulai membangun usaha-usaha yang sesuai dengan kaidah syariah pada berbagai sektor unggulan.

"Saya menantikan meningkatnya sumbangan nyata HIPMI ke depan," pungkasnya.

Tampak hadir dalam acara ini, Founder HIPMI Abdul Latief, Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming, CEO Trusmi Group dan Ketua HIPMI Sharia Conference Ibnu Riyanto, Ketua Umum Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI Anggawira, serta segenap pengurus dan para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi dan Lukmanul Hakim, serta Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing M. Zulkarnain. (EP-BPMI Setwapres)

Kategori :
Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0