Dukung Penguatan SDM Unggul, Kemensetneg Luncurkan Program Robotika untuk Negeri

 
bagikan berita ke :

Selasa, 27 Oktober 2026
Di baca 2 kali

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Sekretariat Wakil Presiden Eddy Cahyono Sugiarto bersama Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Pendidikan, Riset, Inovasi, dan Hilirisasi Achmad Adhitya, menggandeng Direktorat Jenderal Pesantren, Kementerian Agama (Kemenag) dalam pengembangan robotika di 350 pesantren. Kolaborasi tersebut ditandai dengan peluncuran Program Robotika untuk Negeri, Senin (26/10/2026) di Kantor Kemenag, Jakarta.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan agama dan pembentukan akhlak, tetapi juga memiliki peluang menjadi tempat lahirnya generasi inovator dan talenta teknologi masa depan. Program Robotika untuk Negeri menyasar 350 pondok pesantren dan 150 sekolah umum di seluruh Indonesia.

Program ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan santri dan anak didik dalam bidang robotika, teknologi digital, dan kecerdasan buatan. Upaya tersebut menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang memiliki landasan moral dan spiritual sekaligus menguasai keterampilan yang dibutuhkan di era digital.

“Pendidikan robotika memiliki kaitan erat dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, khususnya penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan,” ujar Eddy.

Menurut Eddy, arah kebijakan Presiden Prabowo juga menekankan penguatan pembelajaran sains, teknologi, rekayasa, dan matematika, termasuk koding dan kecerdasan artifisial, untuk mempersiapkan generasi Indonesia menghadapi era digital.

“Kursus robotika ini merupakan salah satu sarana pembelajaran yang sejalan dengan upaya mempersiapkan tunas bangsa menyongsong Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Seiring berkembangnya robotika dan kecerdasan buatan, teknologi tidak lagi terbatas pada dunia industri atau perguruan tinggi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pendidikan generasi muda. Karena itu, santri perlu memperoleh kesempatan yang setara untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan teknologi sejak dini.

“Melalui Program Robotika untuk Negeri para santri diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” pungkas Eddy.

Program Robotika untuk Negeri ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan ekosistem pembelajaran teknologi yang lebih luas, inklusif, dan berkelanjutan. (NES/MAN - Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0