Semangat Sumpah Pemuda, Kemensetneg Ajak Siswa Mengenal Sejarah dan Kehidupan Kenegaraan

 
bagikan berita ke :

Selasa, 27 Oktober 2026
Di baca 3 kali

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima kunjungan 330 siswa dan guru pendamping dari SMP Negeri 170 Jakarta dan SMP Negeri 289 Jakarta melalui program “Istana untuk Anak Sekolah” di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Kemensetneg, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Masing-masing sekolah mengirimkan 165 peserta untuk mengikuti kegiatan edukatif yang memperkenalkan tugas dan fungsi Kemensetneg serta kehidupan kenegaraan.

Sebelum mengikuti tur kompleks Istana Kepresidenan, para siswa mendapatkan pemaparan interaktif dari Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg, Faisal Fahmi, mengenai tugas dan fungsi Kemensetneg dalam memberikan dukungan teknis, administrasi, analisis, dan manajemen kepada Presiden dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Faisal mengajak para siswa memanfaatkan kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dan mengenal lebih dekat sejarah bangsa melalui Istana Kepresidenan.

“Saya ingin adik-adik sekalian tidak hanya sekadar berjalan-jalan. Jadikan ini sebagai momen dan sejarah bagi kalian, jadikan ini sebagai landasan inspirasi untuk terus belajar ke depan,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan bahwa Istana Kepresidenan merupakan milik rakyat Indonesia sekaligus saksi perjalanan bangsa. Program “Istana untuk Anak Sekolah” merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk membuka kesempatan bagi anak-anak Indonesia melihat langsung lingkungan Istana dan mempelajari sejarah serta kehidupan kenegaraan.

Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat wawasan kebangsaan serta mendorong para siswa untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan diri agar kelak dapat berkontribusi bagi bangsa.

Kunjungan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa. Agus Ramadhani, siswa SMP Negeri 289 Jakarta, mengungkapkan rasa bangganya karena mendapat kesempatan untuk berkunjung langsung ke Istana Kepresidenan.

“Pak Presiden dan Wakil Presiden, saya bersungguh-sungguh mengucapkan terima kasih sekali karena sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa datang ke sini. Ini merupakan pencapaian terbesar dalam hidup saya yang saya rasakan,” ungkap Agus.

Sementara itu, Ikwuka Karunia Favour Chidimma, siswa SMP Negeri 170 Jakarta, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai bagian-bagian dan sejarah Istana Negara serta Istana Merdeka setelah mengikuti tur.

“Aku jadi tahu isi di dalam Istana Negara, Istana Merdeka ada apa saja, dan sejarah-sejarahnya juga. Asyik banget bisa keliling-keliling,” ujar Ikwuka.

Apresiasi juga disampaikan oleh para kepala sekolah yang mendampingi siswa. Kepala SMP Negeri 289 Jakarta, Yuliani, menilai program ini memberikan edukasi sekaligus motivasi bagi para siswa.

“Program ini sangat mengedukasi dan juga memotivasi anak-anak. Harapan saya, program Istana untuk Anak Sekolah ini bisa terus berlangsung untuk anak sekolah seluruh Indonesia,” ungkap Yuliani.

Senada dengan itu, Kepala SMP Negeri 170 Jakarta, Muhammad Nur, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari sejarah dan memahami kehidupan bernegara melalui Istana Kepresidenan.

"Kegiatan ini membuat anak-anak kami bisa merasakan di dalam Istana ini banyak sejarah yang bisa dipelajari. Hal ini sangat berarti untuk siswa, bagaimana bernegara itu melalui tur Istana ini,” ujar Nur.

Melalui program “Istana untuk Anak Sekolah”, Kemensetneg berharap para siswa semakin memahami sejarah dan kehidupan kenegaraan serta terdorong untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.(FID/YLI-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0