Hadapi Tantangan Revolusi Digital, Wapres Dorong Lulusan STAI Shalahuddin Al-Ayyub Jadi Pemenang Kompetisi Global

 
bagikan berita ke :

Minggu, 27 Maret 2022
Di baca 69 kali

Di era globalisasi ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan digitalisasi semakin cepat. Untuk dapat mengikutinya, dibutuhkan SDM yang memiliki daya saing yang tinggi sehingga dapat unggul dalam kompetisi global.

 

“Tantangan yang kita hadapi sebagai bangsa di tengah globalisasi dan revolusi digital makin hari kian kompleks. Kita ingin menjadi bangsa pemenang dalam kompetisi global, bukan penonton, apalagi pengekor,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menghadiri Wisuda Sarjana Strata I Angkatan XXV Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Shalahuddin Al-Ayyubi melalui konferensi video di Jakarta, Minggu, (27/02/2022).

 

Lebih jauh, Wapres menekankan pentingnya menjadi pemuda-pemudi Islam Indonesia yang moderat, toleran, berdaya saing global dan maju, sekaligus menjadi role model bagi generasi muslim dunia.

 

“Hal tersebut membutuhkan keunggulan dalam berbagai kualifikasi, bukan hanya bidang akademis, melainkan juga praktiknya di lapangan. Kemampuan teoritis yang membangun pola pikir sistematis dan terstruktur, mesti didukung kemampuan praktis untuk meraih hasil yang konkret,” tuturnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wapres yang juga merupakan Pembina Yayasan Al Jihad Shalahuddin Al Ayyubi Jakarta juga menyampaikan beberapa pesan sebagai bekal wisudawan dalam menempuh masa depan untuk mewujudkan SDM unggul.

 

“Pertama, pegang teguh nilai-nilai agama dan kebangsaan kita, karena itulah jati diri kita sebagai muslim Indonesia. Bangsa kita berdiri di atas kemajemukan. Kita menerima pluralitas sebagai sebuah realitas dan kekayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita syukuri,” imbaunya.

 

Kedua, lanjut Wapres, untuk dapat menguasai isu domestik dan isu global, harus mengikuti perkembangan teknologi dan digitalisasi.

 

“Pahami kemajuan teknologi dan digitalisasi, beserta dampaknya bagi kehidupan masyarakat. Jadikan kemajuan teknologi sebagai alat untuk memecahkan berbagai permasalahan masyarakat dan bangsa,” pesannya.

 

Ketiga, Wapres mengingatkan, untuk menjadi pemimpin masa depan, harus melewati tempaan dan pembelajaran tak kenal lelah.

 

“Jangan berhenti menuntut ilmu, karena pada kenyataannya, itu adalah pekerjaan seumur hidup, tidak terhenti di bangku sekolah dan kuliah, carilah ilmu mulai dari ayunan sampai ke liang lahat, itu kata Rasulullah SAW,” pesan Wapres.

 

Sementara, yang keempat, Wapres mengungkapkan, pemerintah Indonesia sangat memperhatikan pentingnya pembangunan SDM yang unggul dan berimtak (beriman dan bertakwa), serta berdaya saing global. Ia pun meminta para wisudawan yang hadir untuk tidak hanya fokus pada kemajuan dunia, namun seimbang dengan urusan di akhirat, apalagi sebagai Sarjana Pendidikan Islam.

 

“Tugas Saudara sebagai sarjana pendidikan adalah mewujudkan pembangunan SDM ini dalam berbagai bidang, terutama di bidang iman dan takwa, serta akhlak mulia,” pesan Wapres.

 

Selain itu, lanjut Wapres, perlu diketahui bahwa Pemerintah Indonesia saat ini tengah berupaya memajukan ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari perekonomian nasional dan membutuhkan banyak ahli di bidang tersebut.

 

“Maka, jadikanlah kesempatan yang sangat baik ini untuk berkontribusi sebesar-besarnya di bidang ekonomi dan keuangan syariah, utamanya untuk mengembangkan fikih-fikih berwawasan kontemporer di masa depan,” imbuhnya.

 

Terakhir, Wapres mengajak para wisudawan untuk menjadi terbaik di bidang yang sesuai dengan minat dengan tetap menjaga akhlak mulia.

 

“Jadikan kesuksesan Saudara dalam kerja dan karir sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, sebab kita semua adalah memang disuruh dijadikan oleh Allah untuk beribadah, baik dalam ibadah yang mahdhah, ibadah salat, puasa, maupun juga dalam bidang kemasyarakatan dan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada orang tua, masyarakat, dan negara,” pungkasnya.

 

Sejalan dengan pesan Wapres, Ketua STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta Eno Syafrudien berpesan kepada para wisudawan agar menjadi sarjana wasathy (moderat) yang akan menyeimbangkan 3 kekuatan dalam diri manusia, antara lain kekuatan hawa, kekuatan akal dan kekuatan hati dalam menyambut revolusi industri 5.0 yang menekankan pada keterampilan teknologi digital.

 

“Pada revolusi industri 5.0 ini kita harus memiliki keterampilan yaitu keterampilan dasar teknologi digital, dan pola pikir kreatif, karena prasyarat kompetisi abad 21 ini berfokus pada kemampuan problem solving jadi kita bukan akan menjadi masalah, tetapi kita akan menyelesaikan masalah-masalah itu sendiri. Dan juga kita membutuhkan kolaborasi berfikir kritis dan kemampuan kreatif yang sikap atau karakter penekanannya lebih tertuju pada peran manusia sebagai pusat peradaban yang memanfaatkan teknologi digital, sebagai alat pranata kehidupan dalam berbagai bidang,” jelasnya.

 

Hadir pula dalam acara tersebut, Ketua KOPERTAIS wilayah I DKI Jakarta dan Banten Ahmad Thib Raya, Ketua Yayasan Al Jihad Siti Ma’rifah, Pengurus Yayasan Al Jihad, dan sivitas akademika STAI Shalahuddin Al-Ayyubi.

 

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, dan Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah. (NA/SK-BPMI, Setwapres)

Kategori :
Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0