Kemensetneg Ajak 310 Pelajar Kenali Sejarah dan Peran Istana Kepresidenan

 
bagikan berita ke :

Selasa, 01 September 2026
Di baca 2 kali

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) kembali membuka ruang belajar bagi generasi muda melalui program “Istana untuk Anak Sekolah”. Sebanyak 310 pelajar, terdiri atas 215 siswa SMP Katolik Ricci 1 dan 95 siswa SMA Al Azhar Syifa Budi mengikuti kegiatan yang berlangsung di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Kemensetneg, Jakarta, pada Selasa (01/09/2026).

Program tersebut memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengenal lebih dekat lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta sekaligus memperoleh pemahaman mengenai sejarah, fungsi, dan peran istana dalam penyelenggaraan pemerintahan negara.

Kegiatan diawali dengan pemutaran video profil Kemensetneg yang memperkenalkan tugas dan fungsi kementerian dalam memberikan dukungan teknis, administratif, analisis, serta dukungan manajemen kabinet kepada Presiden dan Wakil Presiden.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemensetneg, Faisal Fahmi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemahaman mengenai lembaga kepresidenan penting dikenalkan kepada generasi muda agar para pelajar tidak hanya mengenal pemerintahan dari buku atau pembelajaran di kelas, tetapi juga memahami bagaimana proses penyelenggaraan pemerintahan berlangsung.

“Kementerian Sekretariat Negara memiliki peran dalam memberi dukungan teknis, administratif, analisis, dan juga dukungan manajemen kabinet, sehingga semua tugas Bapak Presiden dan Wakil Presiden dalam menjalankan pemerintahan berjalan dengan sukses, lancar, dan juga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,” ujar Faisal.

Untuk memudahkan pemahaman para siswa, Faisal mengibaratkan peran Kemensetneg seperti air traffic control (ATC) atau menara pengatur lalu lintas di bandara, yang membantu mengoordinasikan berbagai agenda dan kebutuhan Presiden. “Bapak Presiden mau pergi kunjungan ke daerah, kita yang kemudian menyiapkan. Bapak Presiden ingin mengeluarkan satu kebijakan, prosesnya semuanya diawali oleh Kementerian Sekretariat Negara yang kemudian mengoordinasikan kepada seluruh kementerian dan lembaga yang ada,” jelasnya.

Suasana pembekalan berlangsung interaktif. Para siswa diajak berdiskusi dan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai lembaga negara serta alasan mereka mengikuti program tersebut. Salah seorang siswa SMP Katolik Ricci 1, Oliver, mengungkapkan keinginannya untuk melihat secara langsung ruangan-ruangan di dalam kompleks Istana Kepresidenan yang selama ini hanya dapat dilihat dari luar.

Menanggapi antusiasme tersebut, Faisal mengingatkan para siswa agar menjadikan kunjungan sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan dan mengambil pelajaran dari setiap pengalaman yang diperoleh.

“Selain kalian nanti berjalan-jalan dan melihat semua sudut yang ada di dalam Istana Kepresidenan Jakarta, saya harapkan adik-adik sekalian mengambil semua pelajaran yang nantinya akan menjadi inspirasi. Adik-adik sekalian adalah calon-calon pemimpin masa depan,” tuturnya.

Sebelum memasuki kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, para peserta memperoleh pembekalan mengenai sejarah sejumlah bangunan dan tata tertib selama kunjungan. Materi tersebut disampaikan Pranata Humas Ahli Muda Kemensetneg Dinda Ayu Kusumaningrum.

Dinda memperkenalkan sejumlah bangunan yang akan dikunjungi para siswa, antara lain Wisma Negara, Masjid Baiturrahim, Istana Merdeka, Istana Negara, dan Kantor Presiden. Penjelasan tidak hanya mencakup fungsi masing-masing bangunan, tetapi juga sejarah serta berbagai fakta menarik yang melekat di dalamnya.

“Kita nanti akan mengunjungi Istana Kepresidenan, supaya kita tahu istana ini bukan sekadar bangunan tempat Presiden bekerja atau tempat upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, tetapi juga memiliki sejarah dan cerita bagi bangsa Indonesia,” jelas Dinda.

Setelah pembekalan, para siswa kemudian mengikuti tur ke Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, seperti Istana Negara, Istana Merdeka, Kantor Presiden, ruang Sidang Kabinet, hingga ruang konferensi pers. Di setiap lokasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah, fungsi, serta aktivitas kenegaraan yang berlangsung di dalamnya.

Antusiasme terlihat dari respons para siswa setelah mengikuti kunjungan. Akirano, siswa SMA Al Azhar Syifa Budi, mengaku terkesan dengan kemegahan ruangan serta berbagai karya seni yang terdapat di lingkungan istana.

“Yang paling menarik dari aulanya kelihatan megah, terus dari lukisan-lukisannya juga banyak terlihat bagus sekali. Dari keliling Istana tadi juga kita dapat mengetahui gambaran proses-proses terjadinya rapat kabinet,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Javelyn, siswi SMP Katolik Ricci 1. Menurutnya, kesempatan ini memberikan pengalaman baru yang memperluas pengetahuan mengenai negara dan sejarah bangsa.

“Istana untuk Anak Sekolah ini penting banget karena bisa menambah pengalaman. Aku jadi tambah pengetahuan lebih luas tentang kenegaraan dan mengetahui langsung ruangan di dalam Istana Negara, Istana Merdeka juga,” ujarnya.

Melalui program “Istana untuk Anak Sekolah”, Kemensetneg menghadirkan pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan para pelajar dengan sejarah, simbol negara, serta praktik penyelenggaraan pemerintahan secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan kebangsaan sekaligus menumbuhkan semangat belajar dan inspirasi bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam kemajuan Indonesia (FID/YLI-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0