Kemensetneg Ajak K/L Perkuat Sinergi dalam Komunikasi Publik Program Prioritas Presiden
Selama kurun waktu hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pemerintah terus bekerja keras menjalankan rencana pembangunan nasional dengan membidik tiga sasaran utama, yaitu penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan.
Kepala Biro Humas Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Eddy Cahyono Sugiarto menekankan, seluruh program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah di berbagai sektor harus dikomunikasi dengan baik kepada masyarakat.
“Jadi misalnya Sekolah Rakyat dieksekusi oleh Kementerian Sosial, Makan Bergizi Gratis dieksekusi oleh Badan Gizi Nasional, dan lain sebagainya. Setelah dieksekusi tentunya perlu dikomunikasikan kepada publik sehingga publik mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai apa yang ingin dicapai, apa yang ingin diharapkan dari pemerintah, dan apa kemanfaatannya buat masyarakat,” ujar Eddy dalam focus group discussion (FGD) humas kementerian/lembaga yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/04/2026).
Eddy menambahkan, komunikasi yang baik tak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan sekaligus mendorong peningkatan partisipasi publik dalam menyukseskan program-program pemerintah,
“Inilah yang menjadi tugas kita semua, government public relations (GPR). Teman-teman diberi mandat untuk bisa menyampaikan kerja-kerja pemerintah sehingga masyarakat engage terhadap program kebijakan pemerintah, berpartisipasi, dan turut menyukseskan programnya,” kata Karo Humas Kemensetneg.
Lebih lanjut Eddy juga menekankan pentingnya harmonisasi dan sinergi kementerian/lembaga dalam menyampaikan komunikasi kepada publik. Narasi tunggal pemerintah menurut Eddy bukan berarti menyajikan informasi yang sama, melainkan disesuaikan dengan tugas dan kewenangan masing-masing kementerian/lembaga (K/L).
“Misalnya terkait dengan Sekolah Rakyat, Kementerian Sosial menurunkan narasi tunggal ini menjadi informasi bagaimana Kemensos menyiapkan prasarananya, kemudian dari Kemendikdasmen bagaimana penyiapan guru, dan lain sebagainya dalam bahasanya masing-masing. Agregat dari komunikasi publik yang dibangun oleh masing-masing K/L ini dapat menunjang suksesnya narasi tunggal tersebut,” ujarnya.
Tak hanya menyebarluaskan informasi, Eddy juga menekankan pentingnya humas pemerintah untuk memantau isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat. Sistem pemantauan ini dinilai penting untuk memitigasi isu yang berpotensi menimbulkan krisis.
“Saya kira teman-teman sudah terbiasa melakukan monitoring dan analisis media, menggunakan artificial intelligence, itu yang kita sebut dengan klasifikasi dalam tahap prakrisis. Jadi menggunakan tools itu untuk memastikan apakah ini akan berkembang menjadi krisis, kalau berkembang menjadi krisis apa yang harus kita lakukan sebagai kontranarasi dan lain sebagainya,” ujarnya.
Menutup paparannya, Karo Humas Kemensetneg mendorong humas K/L untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan perkembangan teknologi informasi, termasuk new media, dalam melaksanakan komunikasi dengan masyarakat. Selain itu, Eddy juga menekankan pentingnya empati dalam penyampaian informasi.
“Intinya adalah bagaimana kita menyampaikan pesan dengan mengoptimalkan kemanfaatan teknologi sehingga pesan itu bisa tersampaikan secara cepat, tepat, efisien, serta dengan penuh empati. Narasi yang menyentuh hati jauh lebih kuat dari narasi yang sekadar benar secara faktual,” pungkasnya. (GUN/UN - Humas Kemensetneg)