Melalui “Istana untuk Anak Sekolah”, Kemensetneg Kenalkan Sistem Pemerintahan kepada Generasi Muda

 
bagikan berita ke :

Jumat, 11 September 2026
Di baca 1 kali

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Republik Indonesia kembali menggelar program edukasi kenegaraan "Istana untuk Anak Sekolah" di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Kemensetneg, Jakarta, Selasa (10/09/2026). Program ini merupakan bagian dari komitmen kementerian dalam memperkenalkan lembaga kepresidenan kepada generasi muda Indonesia.

Pada kunjungan kali ini, sebanyak 341 peserta didik turut serta dalam kegiatan tersebut. Para peserta terdiri atas 141 siswa SMA Dharma Putra Advent Bekasi, 100 siswa SMA Negeri 99 Jakarta, dan 100 siswa SMA Binus School Simprug Jakarta. Kegiatan ini turut dihadiri oleh guru dan pendamping dari masing-masing sekolah.

Program “Istana untuk Anak Sekolah” dirancang sebagai sarana pembelajaran di luar kelas yang memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengenal secara langsung lingkungan kerja lembaga kepresidenan. Melalui program ini, Kemensetneg berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret dan interaktif, sekaligus memperkenalkan kepada para pelajar mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan dinamika pelaksanaan tugas pemerintahan di tingkat pusat.

Mengawali rangkaian kegiatan kunjungan, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg, Faisal Fahmi, menyampaikan sambutan sekaligus pemaparan singkat mengenai tugas dan fungsi Kemensetneg.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal menjelaskan bahwa Kemensetneg memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan teknis, administratif, dan substantif kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta dukungan manajemen kabinet.

“Kementerian Sekretariat Negara memiliki peran dalam memberikan dukungan teknis, administratif, analisis, serta dukungan manajemen kabinet. Dukungan tersebut diberikan untuk memastikan seluruh tugas Presiden dan Wakil Presiden dalam menjalankan pemerintahan dapat terlaksana dengan sukses, lancar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Republik Indonesia,” jelas Faisal.

Sebelum mengikuti rangkaian tur di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pemaparan dari Pranata Humas Ahli Pertama Waluyo Sutomo, yang menyampaikan penjelasan mengenai Sejarah dan fungsi Istana Kepresidenan.

Dalam kesempatan tersebut, Waluyo turut menyampaikan harapannya agar kegiatan kunjungan ini dapat memberikan pelajaran berharga sekaligus menumbuhkan motivasi bagi para siswa untuk terus mengejar cita-cita, termasuk peluang untuk kelak menjadi pemimpin bangsa Indonesia di masa depan.

"Semoga kalian belajar banyak di dalam Istana dan semoga salah satu dari kalian besok berkesempatan di masa depan menjadi pemimpin di Indonesia," ujar Waluyo.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, para peserta diajak menyusuri sejumlah titik penting di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Kunjungan mencakup Istana Negara yang merupakan salah satu bangunan bersejarah dan kerap digunakan untuk berbagai kegiatan kenegaraan; Istana Merdeka yang menjadi salah satu simbol kedaulatan bangsa sekaligus tempat pelaksanaan berbagai upacara resmi kenegaraan; Kantor Presiden sebagai pusat aktivitas kerja harian Presiden; Ruang Sidang Kabinet sebagai tempat berlangsungnya rapat-rapat penting antara Presiden dan para menteri dalam membahas berbagai kebijakan negara; serta Ruang Konferensi Pers yang digunakan untuk menyampaikan informasi resmi kepada publik dan media.

Selama kunjungan, para siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai sejarah, fungsi, serta nilai-nilai kenegaraan yang melekat pada setiap bangunan dan ruangan yang dikunjungi. Melalui pengalaman tersebut, para siswa diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai peran strategis Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, tidak hanya sebagai bagian dari pusat penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga sebagai salah satu simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salah satu peserta, Aisyah Reva Khumaira, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program “Istana untuk Anak Sekolah”. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi generasi muda untuk memahami dunia politik dan pemerintahan secara lebih utuh, tidak hanya melalui informasi yang diperoleh dari media sosial.

“Menurut saya, program ini sangat bagus untuk anak muda seusia saya. Selama ini, banyak anak muda yang mendapatkan informasi mengenai politik melalui media sosial, tetapi belum tentu memahami secara langsung bagaimana proses pemerintahan dan kebijakan publik berlangsung. Dengan adanya program ini, kami mendapatkan pengalaman dan wawasan baru yang dapat mendorong generasi muda untuk lebih memahami isu-isu politik serta lebih peduli terhadap berbagai persoalan sosial,” ungkap Aisyah.

Setali tiga uang, Adrian Arrafi, siswa dari SMA Binus School Simprug Jakarta, yang mengaku terkesan dengan suasana dan berbagai koleksi yang ada di dalam Istana Merdeka.

“Aku ngeliat ada banyak painting dan furniture, ruangan favorit saya di depan Istana Merdeka sangat bagus dan keren banget. Terima kasih kepada Bapak Presiden, benar-benar seru dan enjoy sekali saat tur ke dalam istana,” ujar Adrian.

Melalui penyelenggaraan program ini, Kemensetneg berharap dapat memperluas wawasan dan pengetahuan para siswa mengenai lembaga kepresidenan serta sistem penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar, kecintaan terhadap tanah air, serta kesadaran akan pentingnya peran generasi muda untuk turut berkontribusi membangun dan memajukan bangsa Indonesia pada masa mendatang.(ART/YLI-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0