Memajukan UMKM Melalui Optimalisasi Hibah Universitas

 
bagikan berita ke :

Kamis, 28 Maret 2024
Di baca 310 kali

Foto: BPMI Setpres


Universitas sebagai pelaksana tridarma pendidikan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus terus menerus meningkatkan kualitasnya. Peningkatan tidak selalu pada capaian prestasi akademik tetapi seperti yang dicanangkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia Nadiem Makarim bahwa luaran dari kegiatan pendidikan adalah hal utamanya. Semakin banyak luaran maka semakin sukses yang telah dilakukan universitas dan itu yang diinginkan negara.

 

Paradigma ini memberikan pemahaman baru kepada universitas bahwa mitra adalah sejajar dengan mahasiswa. Sebagai contoh dalam perolehan hibah maka ada syarat seperti dokumen kerja sama antara universitas dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memuat tanggung jawab masing-masing pihak. Dokumen kerja sama juga memuat pemberian dana in kind dan in cash yang menjadikan semua pihak betul-betul mempertanggungjawabkan atas apa yang diusulkan kepada negara. Artinya telah ada kerja sama yang telah dilakukan dan telah berjalan dengan baik, jadi tidak diawali kerja sama baru kemudian mengajukan proposal hibah. Syarat lainnya yaitu keberlanjutan dengan melibatkan kelanjutan dari program misalnya pendaftaran desain industri, merek, hingga paten.

 

Hasil positif bagi pelaku UMKM yaitu kewajibannya dalam melengkapi legalitas usahanya. Misalnya mereka akan wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) UMKM, adanya laman yang bisa diakses publik, izin edar suatu produk hingga dokumen-dokumen yang dibuat berdasarkan keadaan sebenarnya. Keterbukaan akses bagi publik akan menjadikan UMKM semakin luwes dalam menghasilkan produk atau jasanya.

 

Luaran-luaran ini juga berdasarkan peta penelitian dari para dosen yang identik dengan kekhususannya. Selain itu, luaran juga dihasilkan melalui tingkat ketersiapan teknologi yang diukur dari data empiris.

 


Foto: BPMI Setpres

 

Pertanyaan yang muncul apakah keuntungan bagi mahasiswa? Mahasiswa tidak hanya melihat pembelajaran teori namun ia akan mengimplementasikan pada mitra. Misalnya, hibah penelitian fundamental akan mengajak mahasiswa untuk berpikir secara lintas fakultas karena adanya perbedaan mendasar dengan yang digelutinya. Akan tetapi kesemuanya tidak boleh keluar dari apa yang sudah diperjanjikan sebelumnya. Universitas menjadi pendukung program negara dalam memajukan UMKM sehingga apa yang diinginkan pemerintah akan tercapai.

 

Kolaborasi ini juga kadang menghasilkan mitra UMKM yang akan menjadi pemimpin bagi UMKM sejenis. Sebagai contoh, mitra batik yang dilatih akan menjadi leader bagi UMKM batik yang masih menggunakan metode pemasaran tradisional. Artinya, selepas laporan hibah yang akan diaudit oleh reviewer tersertifikasi maka akan ada pemberian sanksi oleh negara ketika luaran-luaran hibah tidak tercapai. Sanksi berupa pemberhentian dana hibah untuk tahun berikutnya dan penurunan tingkat akreditasi suatu universitas.

 

Lantas bagaimana hibah itu berhasil? Apakah semuanya berhenti? Tidak, karena keberlanjutan terus dilaksanakan. Kegiatan pun bisa menjadi pengabdian kepada masyarakat dan hilirisasi. Hal ini selaras dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di mana memajukan kesejahteraan umum. Penerapan demikian akan memajukan universitas dan UMKM dalam satu langkah bersama.

 

 


Penulis                            : Tomy Michael

Profesi                             : Dosen Fakultas Hukum 

Instansi/Universitas       : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

 

 

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0