Pengantar Presiden pada Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam

 
bagikan berita ke :

Kamis, 17 September 2026
Di baca 15 kali

melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta


Terima kasih, saya mengundang kita rapat melalui vidcon (video conference), ya, saya hanya ingin monitor bagaimana perkembangan sekaligus mendengar situasi yang terkini. 

Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana. Gempa di Flores, kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua. Ini, ya, adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api (the ring of fire), ya, jadi ini, membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, ya, bagi pemerintahan yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan. 

Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan, kita akan lebih mampu. Sekarang pun, dibandingkan dengan tahun-tahun yang dulu, respons kita sangat cepat. Keadaan bencana di Sumatra, ya, di Aceh, Sumatra Utara, dan di Sumatra Barat, ternyata respons kita cukup masif, cukup cepat, ya. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras. Kita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan kekuatan kita sendiri, cukup, menurut saya, kita cukup berhasil, kita atasi, saya ucapkan terima kasih [kepada] semua unsur. 

Kemudian juga, saya lihat, reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif, walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah, ya, yang antisipatif. Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan, ya, kita gunakan prinsip, ya, lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga, nanti ya, Menteri Setneg, siapkan juga, beri tahu juga Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, berarti lebih banyak helikopter, lebih baik. Lebih banyak pompa air, lebih baik. Lebih banyak pemadam kebakaran, lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian. Lebih banyak ekskavator di tingkat, ekskavator-ekskavator kecil di tempat, di desa-desa yang secara tradisional selalu kena kebakaran hutan, itu lebih baik. Jadi, kita bikin nanti suatu persiapan master plan yang menyeluruh dan yang masif. 

Alhamdulillah, sebentar lagi, kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita, itu kita akan refurbished, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone, dan itu kemampuannya itu bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, medium helicopter, 10 [unit]. Saya kira itu sejenis Black Hawk dan sejenis Mi-17 yang rata-rata bisa mengangkut 4 sampai 5 ton air. Jadi, kalau kita punya 10 helikopter, bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak, ini juga akan sangat membantu respons kita. 

Kemudian, kita nanti harus alokasikan pesawat-pesawat untuk cuaca, untuk modifikasi cuaca. Kemudian, BRIN harus mengkaji, ya, zat-zat apa yang paling efisien untuk mempercepat modifikasi cuaca. Dan, selanjutnya, kita harus mengadakan drone-drone yang bisa melempar air. Ada drone yang cukup besar, ya, sampai bisa mengangkut dan melempar, men-drop 50 kilogram air. Kalau 50 kilogram air, kan itu kita 10 drone sama dengan 1 helikopter kemampuannya, iya, kan? Lima puluh, oh, tidak, tidak, ya, 50 kali 10, lalu 500, ya, setengah, setengah ton, ya, ya. Minimal kalau ada di tempat terdepan, ya, ini akan sangat. Jadi, kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita, kita siapkan. 

Gempa Flores, saya lihat juga, respons kita juga cukup besar, ya. Tapi saya juga ingin cek di kabupaten-kabupaten yang belum saya datangi tapi saya ingin untuk lihat, lihat bagaimana, kebutuhan dasar apa sudah bisa dipulihkan dan sebagainya. Jadi, nanti saya menunggu, nanti laporan dari, dari, saya kira mungkin nanti Menteri Dalam Negeri melaporkan kondisi, kemudian juga nanti Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), nanti juga saya minta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan juga Badan Geologi, ya, yang ada di [Kementerian] ESDM yang masih, masih punya tanggung jawab tentang gunung-gunung berapi. 

Kemudian, nanti saya juga minta, mungkin, Panglima TNI dan Kapolri bisa melaporkan dari segi keterlibatan TNI dan Polri dalam penanganan ini. Kemudian, tentunya nanti saya akan beralih kepada Gubernur NTT untuk bersama dengan Pangdam dan Kapolda NTT untuk melaporkan perkembangan penanganan pascakejadian. Baik, saya, saya persilakan sekarang. BNPB, ya. 

Oke, kita mulai dengan BNPB melaporkan keadaan secara umum, silakan.