Perkuat Kerja Sama Indonesia - RRT, Kemensetneg Gelar Alumni Gathering Indonesia-China Technical Cooperation Programme
Kementerian Sekretariat Negara bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menggelar Alumni Gathering: Indonesia-China Technical Cooperation Programme yang digelar di Gedung Krida Bakti, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta, pada Kamis (11/06/2026).
Mengusung konsep "Silk Road Night Market Reunion” dengan tema “Strengthening 76 Years of Friendship and Cooperation”, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konektivitas dan kolaborasi lintas sektor para alumni program kerja sama teknik kedua negara.
Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Mensesneg, Sari Harjanti, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Duta Besar RRC untuk Indonesia, H.E. Wang Lutong. Kolaborasi erat yang terjalin selama ini dinilai berkontribusi signifikan terhadap pengembangan human capital di Indonesia.
Kerja sama komprehensif yang telah berjalan selama lebih dari tujuh dekade ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, investasi, infrastruktur, energi, hingga pendidikan. Hubungan baik ini kian diperkuat oleh kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing beberapa waktu lalu.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Xi tersebut menghasilkan Joint Statement on Advancing the Indonesia–China Comprehensive Strategic Partnership. Kesepakatan ini merefleksikan komitmen bersama kedua pemimpin negara untuk mendalami kerja sama bilateral ke tingkat yang lebih tinggi.
Salah satu wujud nyata dari kemitraan ini adalah program pengembangan kapasitas SDM yang peminatnya terus melonjak dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Kemensetneg, pada tahun 2023 tercatat lebih dari 600 alumni berpartisipasi dalam program pelatihan internasional. Angka ini melonjak tajam pada periode 2025–2026 menjadi sekitar 1.600 peserta, di mana mayoritas di antaranya merupakan penerima manfaat dari program yang ditawarkan oleh Pemerintah China.
Duta Besar RRC untuk Indonesia, Wang Lutong, menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Tiongkok tidak hanya bertumpu pada kerja sama perdagangan dan investasi, tetapi juga pada hubungan antarmasyarakat yang telah terjalin erat selama bertahun-tahun.
“Manusia senantiasa menjadi titik sentral dari hubungan ini, dan pada akhirnya masyarakatlah yang harus merasakan manfaat nyata dari hubungan bilateral serta kerja sama yang kita bangun bersama,” ujar Wang Lutong.
Wang Lutong menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bukti bahwa kedua negara memiliki kerja sama yang baik dan kedepannya pemerintah RRT akan terus mendukung pemerintah Indonesia dengan membuat program pelatihan yang akan meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.
Secara spesifik, sejak tahun 2024 hingga Mei 2026, Pemerintah RRT telah memfasilitasi sedikitnya 173 program pelatihan bagi aparatur sipil pemerintah Indonesia. Program tersebut terdiri dari 38 program gelar dan 135 program non-gelar yang mencakup sektor-sektor strategis relevan dengan prioritas pembangunan nasional.
“Para alumni yang berkumpul malam ini bukan sekadar penerima manfaat program, melainkan jembatan penting yang menghubungkan masyarakat Indonesia dan China," ujar Sari Harjanti saat membacakan sambutan Mensesneg.
Ia menambahkan bahwa hubungan yang dibangun melalui interaksi dan proses belajar ini menjadi aset berharga dalam memupuk saling pengertian, kepercayaan, serta kerja sama jangka panjang kedua negara.
Melalui pelaksanaan Alumni Gathering ini, Kemensetneg berharap jaringan alumni dapat terus tumbuh menjadi komunitas yang aktif dan dinamis. Wadah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi katalisator lahirnya ide-ide baru, inovasi, dan kemitraan yang berdampak nyata bagi instansi maupun masyarakat luas. (ART/Humas Kemensetneg)