Perlu Sosialisasi yang Baik untuk Tingkatkan Angka Pendonor Mata

 
bagikan berita ke :

Kamis, 15 Oktober 2020
Di baca 345 kali

akarta, wapresri.go.id – Kerusakan kornea mata merupakan kondisi yang dapat menyebabkan kebutaan pada seseorang. Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014–2016 oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan, diketahui angka kebutaan di 15 wilayah di Indonesia mencapai 3% dan sekitar 4.5 persennya disebabkan karena kerusakan kornea mata. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang baik untuk meningkatkan angka donor mata di Indonesia dalam membantu menurunkan kebutaan di Indonesia.

 

“Kerusakan kornea ini dapat disembuhkan sepenuhnya melalui donor mata. Namun angka donor mata di Indonesia masih sangat minim. Saya mengharapkan CDC RSMU (Cornea Donation Centre Rumah Sakit Mata Undaan) dapat terus bergerak mensosialisasikan donor kornea mata untuk membantu orang buta di Indonesia,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin pada acara 105 Tahun Perhimpunan Perawatan Penderita Penyakit Mata Undaan (P4MU) dan Launching Cornea Donation Centre (CDC) Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya melalui konferensi video di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2020).

 

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, kegiatan donor mata ini masih dianggap baru, tidak seperti donor darah yang sudah banyak dilakukan oleh masyarakat. Karena donor mata masih menjadi kegiatan yang jarang dilakukan, maka saat ini satu kornea mata diperebutkan hingga 70 orang penerima donor di seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, sosialisasi yang baik ini diharapkan dapat membuka mata hati calon pendonor kornea dan memenuhi kebutuhan donor kornea.

 

“Perlu kita ketahui bahwa satu donor kornea bisa bermanfaat untuk 5 orang yang sangat membutuhkan. Semakin banyak orang tergerak melakukan donor kornea akan semakin banyak terjadi estafet penerima kebaikan karena tertolong dari kebutaan,” ungkap Wapres.

 

Menutup sambutannya Wapres berpesan, agar CDC RSMU terus meningkatkan kualitasnya dalam memberikan layanan kepada pasien serta turut menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dalam setiap aktivitas yang dilakukan.

 

“Saya mengharapkan CDC RSMU yang merupakan satu-satunya rumah sakit warisan zaman Belanda di Surabaya terus berkembang dan tetap menjadi pionir dalam layanan operasi dengan teknologi mutakhir. Terus mengembangkan diri dengan melengkapi sarana prasarana, meningkatkan kualitas dan keahlian para dokternya serta yang utama adalah meningkatkan pelayanan kepada pasien secara paripurna,” pesan Wapres.

 

“Dirgahayu P4MU dan selamat atas pendirian CDC RSMU, teruslah berbagi lentera, membuka cakrawala untuk semua dan teruslah berkarya nyata bagi Indonesia tercinta,” pungkas Wapres.

 

Sebelumnya Arif Afandi, Ketua Badan Pengurus P4MU, menceritakan sejarah berdirinya RSMU. Ia menuturkan pada awal didirikan, rumah sakit ini berangkat dari sebuah klinik mata yang memiliki dedikasi untuk membantu masyarakat sekitar yang tidak mampu dalam mengobati penyakit mata menular, trachoma, yang banyak menginfeksi warga.

 

Untuk itu, dalam rangka memperingati 105 tahun P4MU, seluruh pengurus ingin terus menghidupkan semangat sosial tersebut dengan melakukan Launching Cornea Donation Centre. Sehingga, meskipun RSMU merupakan penyedia jasa industri medis, namun fungsi sosialnya tidak boleh hilang, sesuai dengan semangat ketika didirikan pada zaman penjajahan Belanda.

 

“Kita berharap CDC berkembang tidak hanya berkampanye menyadarkan masyarakat tentang perlunya donor kornea, tapi juga kemudian mereka kalau bisa bagaimana mencari para orang-orang yang butuh untuk menerima tranasplantasi kornea mata, tetapi kemudian tidak mampu. Kita akan dorong kesana sehingga kita benar-benar membantu mereka yang tidak mampu sembuh dari kebutaan, yang secara medis itu dimungkinkan,” papar Arif.

 

Acara disiarkan secara langsung pada kanal Youtube CDC RSMU dan diisi dengan talkshow yang mengambil tema “Berbagi Lentera: Donor Kornea dan Estafet Kebaikannya”. Talkshow dipandu oleh Agnes Santoso dan menghadirkan narasumber diantaranya Anggota Dewan Penasihat CDC RSMU Dahlan Iskan, Ketua Bank Mata Indonesia Tjahjono D. Gondhowiardjo, Ketua CDC RSMU Dini Dharmawidiarini, Dokter Spesialis Mata sekaligus calon pendonor mata Farida Moenir, serta calon pendonor mata Togar Sitorus. Sedangkan Launching CDC RSMU dipimpin oleh Ketua Badan Pengurus P4MU Arif Afandi.

 

Hadir mendampingi Wapres, Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar. (OYP/NN/SK-KIP, Setwapres)

Kategori :
Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0