Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyelenggarakan Ceramah Agama Islam dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Mushola Al-Ikhlas, Selasa (20/01/2026).
Digelar secara hybrid, kegiatan ini mengusung tema “Refleksi Perjalanan Spiritual untuk Meningkatkan Kualitas Hidup” yang menghadirkan Ustaz Hadist Ahmad selaku penceramah. Ceramah Agama Islam ini bertujuan untuk memperkuat keimanan para pejabat dan pegawai di lingkungan Kemensetneg dalam memaknai peristiwa Isra Mi’raj.

Memulai ceramah, Ustaz Hadist Ahmad membahas mengenai sisi perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Miraj serta melihat manfaat Isra Mi’raj bagi umat manusia. Dalam ceramahnya, Ustaz Hadist Ahmad menyampaikan bahwa Peristiwa Isra Mi’raj penting untuk dimaknai sebagai nilai pembelajaran dalam kehidupan kita sehari-hari.
“Isra dan Miraj hanya terjadi sekali yaitu kepada Nabi Muhammad SAW dan tidak akan pernah berulang. Peristiwa ini hanya bisa diterima oleh iman. Karena tidak cukup kalau hanya logika saja, jadi harus disertai oleh keimanan, bahwa kita adalah makhluk Allah Yang Maha Besar, sementara kita adalah makhluk-Nya yang kecil. Mudah untuk memindahkan makhluknya dari satu titik ke titik lainnya, berpindah dari atas ke bawah, itu sangat mudah bagi Allah SWT”. jelas Ustaz Hadist Ahmad.

Ia juga menjelaskan perihal turunnya perintah salat lima waktu dalam peristiwa Isra Mi’raj, yang langsung disampaikan perintahnya kepada Nabi Muhammad SAW. Di mana awal mulanya, perintahnya adalah untuk melaksanakan salat 50 waktu hingga kemudian diringankan menjadi lima waktu dengan mempertimbangkan kemampuan umat manusia. Penjelasan ini menghadirkan pesan reflektif bahwa di tengah kesibukan masyarakat, termasuk bagi para pekerja di wilayah perkotaan, kewajiban tersebut tetap dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai kemudahan sarana ibadah yang tersedia di ruang publik.
Melalui ceramah ini, Kemensetneg mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai titik balik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperkuat keimanan hingga dapat memperbaiki kualitas salat kita.
Kegiatan yang didahului dengan salat Dzuhur berjamaah ini berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan yang hadir baik dari peserta yang hadir secara luring maupun daring. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemensetneg, Muharromi. (RTP/ART-Humas Kemensetneg