Sambutan Presiden pada Peninjauan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan
Di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan, Provinsi Bali
Om swastiastu,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Syalom,
Salve.
Menteri Sosial yang saya hormati, Wakil Menteri Sosial, Sekretaris Kabinet, para Pejabat, Kepala Sekolah SRMP 17 Tabanan.
Jadi, terima kasih, Kepala Sekolah, para Guru, Menteri Sosial, pejabat-pejabat Kementerian Sosial. Memang Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah, mereka yang paling kurang berdaya. Jadi, pembangunan kita sebagai bangsa, tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik. Karena itu, usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik, hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang, salah satu adalah pendidikan.
Pendidikan yang bisa membuat rakyat sejahtera di semua bidang. Pendidikan, latihan untuk petani, latihan untuk guru, untuk perawat, semua bidang harus kita tingkatkan pendidikan dan latihan. Ini usaha besar dan ini membutuhkan uang. Karena itu, pemerintah, pemimpin-pemimpin harus bekerja keras, uang harus dihemat, harus dijaga kekayaan negara, harus dijaga. Negara kita sebetulnya sangat-sangat kaya, sumber alamnya sangat banyak. Tinggal kita yang pandai mengelola, pandai menjaga.
Jadi, saya gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat, tentunya usaha masih sangat besar, ya, karena yang butuh sekolah ini ternyata banyak. Saya ingat tadi laporan Menteri Sosial di tabanan ini nanti kemampuan sekolah atau pendaftaran yang sekarang sudah 400-an [siswa], ya? Empat ratusan, ya? Padahal tempatnya 270. Silakan duduk. Ini 270 [siswa] di tempat ini?
Kepala Sekolah SRMP 17 Tabanan (I Putu Jaya Negara)
Di seluruh Bali, Pak. Karena, izin, Pak, karena kebetulan yang menyediakan lahan ini adalah Provinsi Bali. Karena Provinsi Bali, maka yang bisa sekolah di sini adalah warga dari kabupaten dan provinsi tersebut. Kalau lahannya disediakan oleh kabupaten atau kota, maka yang bisa sekolah di situ hanya warga kabupaten dan kota tersebut.
Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Oke, saya mau tanya. Silakan duduk, Pak. Di seluruh Bali ada berapa Sekolah Rakyat?
Kepala Sekolah SRMP 17 Tabanan (I Putu Jaya Negara)
Baru satu.
Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Baru ini? Oke, berarti kita harus, harus tambah secepat mungkin, ya. Nanti diusahakan bupati-bupati, kalau tidak, ya, nanti pemerintah pusat cari lahannya, cari tanahnya. Ya kita upayakan, tapi bagaimana caranya kreativitas Saudara diupayakanlah hampir semua yang minta harus diterima, ya. Bagaimana caranya kita, Seskab mungkin nanti koordinasi dengan kementerian/lembaga yang lain. Cari fasilitas mereka mungkin yang ada, mungkin kurang dimanfaatkan. Bisa segera dipinjam untuk sampai sekolah yang permanen jadi. Ya, diupayakan. Rencana sekolah permanen berapa di Bali?
Kepala Sekolah SRMP 17 Tabanan (I Putu Jaya Negara)
Untuk rencananya semua kabupaten satu, Pak.
Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Baik. Baik, saya kira itu. Terima kasih, Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan Anak-anak sekalian yang baik. Kita kerja keras. Semuanya bekerja keras. Siswa dan siswi belajar yang baik, belajar yang keras, belajar yang disiplin. Patuh sama guru, selalu cintai orang tuamu. Orang tuamu adalah bekerja keras untuk kamu. Apapun pekerjaannya adalah sangat mulia. Kamu harus nanti angkat orang tuamu. Kamu harapan orang tuamu. Belajar, belajar, belajar yang baik. Hormati guru, cintai orang tua, selalu rukun sama kawan, selalu baik sama orang lain, sopan santun. Jangan sekali-sekali jelek-jelekin orang, Jangan benci orang lain. Hidup dengan baik, rukun. Itu kunci dari keberhasilan.
Terima kasih tadi siapa? Bagus, ya? Gede Bagus, kamu dulu diejek, enggak apa-apa, ya. Enggak apa-apa diejek. Jangankan kamu, saya sering diejek, sampai sekarang. Presiden pun sering diejek, enggak apa-apa. Yang penting hatimu teguh, ya. Hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan. Dihina, sopan, ya. Jangan kecil hati. Terima kasih. Kau nanti akan berhasil. Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin, banyak sekali. Tapi, anaknya tidak mau menyerah, anaknya tidak mau putus asa, anaknya selalu gembira. Di tengah kesulitan, cari yang baik, pasti akan ada kebaikan yang datang. Kita percaya itu.
Terima kasih. Selamat, selamat bekerja di bidang masing-masing. Kepala Sekolah, laksanakan tugasmu dengan sebaik-baiknya, ya. Didik anak didikmu dengan sebaik-baiknya. Teliti, rajin, disiplin, berbuat yang terbaik. Terima kasih.
Om santi santi santi om,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih semuanya. Terima kasih.