Di Lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Merdeka!
Merdeka!
Hidup buruh!
Saudara-saudara sekalian,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga Negara yang hadir:
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Saudara Ahmad Muzani;
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Profesor Sufmi Dasco Ahmad;
Saudara-saudara para Menteri yang hadir:
Mensesneg Prasetyo Hadi,
Menteri Luar Negeri, Saudara Sugiono,
Menteri Ketenagakerjaan, Profesor Yassierli yang membela kepentingan kalian terus menerus,
Menteri Hukum, Saudara Supratman Andi Agtas,
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Saudara Mukhtarudin,
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI Purnawirawan Dudung Abdurachman,
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto,
Sekretaris Kabinet RI, Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya,
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Saudara Muhammad Qodari,
Wakil Menteri Sekretaris Negara I, Marsekal Madya TNI Purnawirawan Bambang Eko Suhariyanto,
Wakil Menteri Sekretaris Negara II, Saudara Juri Ardiantoro,
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Saudara Afriansyah Noor,
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Saudara Ahmad Riza Patria;
Gubernur DKI Jakarta, Saudara Pramono Anung Wibowo, "Bowo"-nya sama, partainya lain enggak apa-apa. Untuk buruh tidak ada partai, kita semua membela kepentingan buruh;
Para Pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja:
Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), yang juga menjabat Menteri Lingkungan Hidup, Saudara Mohammad Jumhur Hidayat,
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Saudara Andi Gani Nena Wea,
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Saudara Said Iqbal,
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, Saudari Elly Rosita Silaban,
Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Saudara Ilhamsyah.
Saudara-saudara sekalian,
Ada juga yang hadir, Direktur Utama BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan;
Hadir juga Pimpinan Kadin, APINDO, HIPMI, dan Pimpinan Perusahaan BUMN dan swasta lainnya.
Saudara-saudara,
Saya mengajak Saudara-saudara marilah kita bersyukur ke hadirat Tuhan Maha Besar, Allah Subhanahu wa ta'ala, kita diberi kesehatan bisa berkumpul pada hari yang bersejarah ini, 1 Mei, May Day, Hari Buruh Seluruh dunia.
Saudara-saudara,
Hari ini adalah hari perjuangan kaum buruh. Saudara-saudara, saya ucapkan terima kasih atas undangan kepada saya untuk hadir hari ini bersama Saudara-saudara sekalian. Ini kehormatan bagi saya, terima kasih. Saya merasa bahwa kaum buruh selalu mendukung saya sekian kali dan saya merasa jadi presiden karena dukungan kaum buruh, kaum tani, kaum nelayan, kaum pekerja seluruh Indonesia. Dan saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit. Itu adalah tugas saya, itu adalah tugas pemerintah yang saya pimpin, dan itu adalah tekad kami. Kami tidak akan gentar, kami tidak akan menyerah, kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia.
Saudara-saudara sekalian,
Saya kira dalam satu tahun ini Saudara-saudara bisa menilai kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang saya pimpin adalah kebijakan-kebijakan yang membela seluruh rakyat Indonesia, terutama kaum buruh.
Saudara-saudara,
Kita telah mengangkat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional dan bulan ini juga saya akan berangkat ke Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur untuk meresmikan museum perjuangan buruh yang diberi nama Museum Marsinah.
Saudara-saudara,
Hari ini saya bisa melaporkan kepada Saudara-saudara bahwa kita telah mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Kalau tidak salah ini adalah perjuangan lama, perjuangan 22 tahun, bahkan selama Republik berdiri belum pernah ada Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, belum pernah ada. Selama ini, pekerja-pekerja rumah tangga entah dibayar upah berapa tidak jelas, sekarang pertama kali dalam sejarah NKRI kita sahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
Saudara-saudara,
Saya terima kasih, saya terharu, saya diundang di tengah-tengah Saudara-saudara karena saya menyadari, saya merasakan, dan saya menghormati perjuangan Saudara-saudara. Seorang yang bekerja dengan badannya, dengan keringatnya, dengan tangannya adalah seorang yang mulia, seorang bekerja dengan halal, seorang berjuang untuk anaknya, untuk istrinya.
Tiap hari seorang yang bekerja dengan jujur, pengalaman saya para pekerja, para petani, para nelayan, justru yang hidupnya susah mereka adalah orang-orang yang jujur, orang-orang yang ikhlas. Yang saya sedih, orang semakin tinggi pangkat banyak yang semakin enggak jelas. Saya heran, semakin pintar, banyak yang pintar, pintar maling. Enggak habis pikir aku, enggak habis pikir.
Saudara-saudara,
saya merasa terpanggil karena saya dari usia muda saya masuk tentara, saya masuk tentara ingin menjaga negara ini, ingin membela negara ini, ingin membela rakyat saya. Tapi saya kaget, begitu saya pensiun, saya lihat kok rakyat saya masih banyak yang susah. Saya telah mempertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk bangsa ini. Tapi saya melihat banyak elit-elit yang curi uang rakyat. Bukan ini yang saya perjuangkan, bukan negara yang dirampok oleh maling-maling, saya tidak rela.
Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar. Saya tidak rela ada ibu-ibu yang tidak bisa memberi susu untuk anaknya. Saya tidak rela pejabat-pejabat pemerintah yang diberi kepercayaan oleh rakyat justru bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha brengsek, dengan pengusaha-pengusaha serakah.
Saudara-saudara,
tapi saya mengajak kita dewasa, tidak semua pengusaha serakah. Banyak yang bekerja dengan baik, banyak. Kita butuh mereka supaya ekonomi hidup, jangan kita benci sama orang kaya. Tapi kalau kayanya merampok…
Saudara-saudara sekalian,
saya lima kali ingin jadi presiden, lima kali. Empat kali gue kalah. Tapi saya merasa buruh tani dan nelayan selalu bersama saya, Saudara-saudara. Hanya kita tahu kadang-kadang, kadang-kadang mereka lah banyak akal, tapi enggak apa-apa. Akhirnya Saudara memberi mandat kepada saya dan percayalah saya akan memberi segalanya untuk membela rakyat saya. Sisa, sisa hidup saya, sisa hidup saya adalah untuk rakyat saya, Saudara-saudara sekalian.
Anda tanya semua menteri saya, saya memberi instruksi, Saudara-saudara para menteri, kalau ambil kebijakan, kalau menyusun kebijakan, berpikir, bertanya apakah ini menguntungkan rakyat kecil atau tidak. Kalau menguntungkan rakyat kecil, laksanakan, itu sudah benar. Enggak usah ragu-ragu, Saudara-saudara sekalian.
Saudara-saudara sekalian,
saya sudah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Buruh. Jangan khawatir, kita akan membela kepentingan buruh, yang diancam PHK kita akan membela dan kita akan melindungi, Saudara-saudara sekalian. Kalau ada pengusaha yang menyerah, jangan khawatir negara kita kuat, negara kita akan mengambil alih, negara kita akan membela rakyat Indonesia. Jangan khawatir.
Saudara-saudara perhatikan seluruh dunia dalam keadaan krisis. Banyak negara sudah panik, kita masih aman, kita swasembada pangan, pangan kita aman, BBM kita masih aman. Berapa tahun lagi kita, tidak lama lagi kita akan swasembada BBM, swasembada energi, Saudara-saudara.
Tadi saya diberi banyak saran dan sebagian besar saran oleh pimpinan-pimpinan Anda itu masuk akal dan itu akan kita perjuangkan. Tadi disampaikan bahwa buruh perlu tempat penitipan anak (daycare). Ini saran yang baik, ini akan kita perjuangkan, ini akan kita laksanakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, Saudara-saudara sekalian.
Tadi juga disampaikan bahwa buruh sangat memerlukan rumah, rumah yang terjangkau. Kita sudah membangun cukup banyak tahun ini, sudah sampai 350 ribu rumah, tapi sasaran kita adalah minimal satu juta rumah, kita akan mulai tahun ini juga satu juta rumah. Dan rumah-rumah ini akan sesuai saran Saudara, akan dibuat di klaster-klaster yang dekat dengan kawasan-kawasan industri, yang dekat dengan tempat bekerja.
Dan saya sudah rencanakan kita akan bikin kota-kota baru, kota-kota baru. Tiap kota mungkin terdiri dari 100 ribu rumah, rumah susun 100 ribu. Dan saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit, dan yang paling penting harus ada transportasi, entah kereta api ringan, bis, supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik. Dan Saudara-saudara kita akan coba bahwa nanti buruh yang diberi kartu bisa naik transpor dengan harga yang sangat ringan. Maunya gratis semua itu. Ini lo punya pemimpin di belakang gue maunya gratis. Tenang, tenang, tenang.
Saudara-saudara,
Di mana-mana, setelah saya jadi presiden saya belajar, saya lihat data-data, percayalah negara kita sangat kaya, Saudara-saudara sekalian. Hanya kekayaannya ini banyak dicolong, mereka bikin kebun tanpa izin, banyak bikin tambang tanpa izin. Aku sudah ambil alih itu semua, Saudara-saudara sekalian. Sampai hari ini sudah hampir 5 juta hektare yang kita kuasai kembali, kembali ke rakyat. Perhitungan saya sampai akhir 2026 kita akan kuasai kembali sampai 8 juta hektare. Dan kita sudah tutup ribuan tambang ilegal, ribuan. Dan ini kita akan kelola dan ini nanti akan kita kuasai semua dan itu nanti untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, Saudara-saudara sekalian.
Saudara-saudara,
tadi kalian mengatakan penghasilan kalian 30 persen untuk [bayar] kontrak. Nanti kita akan yakinkan Saudara nanti akan miliki rumah tersebut. Jadi yang tadi 30 persen untuk kontrak kita kurangi, itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri. Cicilnya kalau bisa 20 tahun. Kalau enggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun. Karena buruh tidak mungkin lari ke mana-mana. Betul? Petani dan nelayan tidak mungkin lari ke mana-mana.
Saudara-saudara sekalian,
selama ini rakyat kecil kalau pinjam uang bunganya luar biasa gilanya. Betul? Orang kecil pinjam uang bunganya bisa 70 persen setahun. Betul? Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5 persen satu tahun.
Saudara-saudara,
Ojol. Ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Bagaimana ojol, setuju 20 persen? Bagaimana 15 persen? Berapa? Sepuluh? Kalian minta 10 persen? Iya? Saya katakan di sini saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen. Enak saja, lo yang keringat, dia yang dapat duit, sorry aja. Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia.
Saudara-saudara sekalian,
ada satu lagi hadiah untuk buruh. Saya juga baru saja tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 tentang Ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188, untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan.
Dan kita tahun ini akan meresmikan 1.386 kampung nelayan. Pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia nelayan diurus. Tahun depan, kita akan buka 1.500 kampung nelayan, tahun depannya lagi 1.500, tahun depannya lagi 1.500. Semuanya nanti kurang lebih ada 6 juta nelayan yang akan kita perbaiki hidupnya dengan anak dan istri, 20 juta lebih rakyat Indonesia hidupnya akan lebih baik, hidupnya akan sejahtera. Yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es, sekarang kita bikin pabrik es di setiap kampung nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka.
Saudara-saudara sekalian,
Kita juga mengatur, saya juga telah tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online, yang tadi saya bicara, harus diberi jaminan kecelakaan kerja, akan diberikan BPJS Kesehatan, asuransi kesehatan. Juga, tadi pembagian pendapatan dari 80 persen untuk pengemudi, sekarang menjadi minimal 92 persen untuk pengemudi. Kita juga telah menaikkan upah minimum, kita tambah rumah bersubsidi untuk buruh, kita beri Bonus Hari Raya untuk pengemudi dan kurir, kita melunasi, kita memperluas kesempatan kerja untuk pekerja disabilitas, kita memberi 50 persen diskon Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi pekerja bukan penerima upah.
Saudara-saudara sekalian,
Saya juga telah memberi instruksi kepada Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk segera nanti bersama DPR RI selesaikan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Kalau bisa tahun ini juga harus selesai dan undang-undang itu harus berpihak kepada kaum buruh.
Saudara-saudara sekalian,
Kita berharap undang-undang kita selalu akan menjamin keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia.
Saudara-saudara,
kita juga memberi perlindungan sosial yang sangat besar. Tahun ini, kita memberi perlindungan untuk rakyat yang berpenghasilan rendah, sebesar Rp500 triliun, Saudara-saudara.
Kita juga memberi MBG (Makan Bergizi Gratis). Saya bertanya kepada Saudara-saudara, MBG bermanfaat atau tidak? MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita. Saudara-saudara sekalian, anak-anak kita banyak yang mengalami kurang gizi, badannya kecil, selnya tidak berkembang ya. Dengan MBG ekonomi kita hidup di mana-mana, Saudara-saudara sekalian ya. Rakyat butuh telur, rakyat butuh daging, rakyat butuh sayur, susu, ikan, ekonomi kita hidup, petani-petani kita dapat penghasilan, Saudara-saudara sekalian. Uang ini semua beredar, Indonesia tambah kuat, Indonesia tambah sejahtera, Saudara-saudara sekalian.
Kita juga, saya perintahkan, tadi sudah saya umumkan, kita akan membangun satu juta rumah dan kita akan berjuang segera kita bangun satu juta rumah ini. Ini juga nanti akan menghasilkan pekerjaan yang banyak, Bayangkan, satu rumah membutuhkan lima orang bekerja, berarti tiap tahun mungkin kita bisa menciptakan jutaan lapangan kerja.
Saudara-saudara sekalian,
Saya kira cukup sekian dari saya.
Selamat berjuang,
Selamat bekerja.
Hidup buruh!
Hidup rakyat!
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian.
Syalom,
Salve,
Om santi santi santi om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu-rahayu.
Merdeka!
Hidup buruh!
Hidup buruh!