Sambutan Presiden pada Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirrabbilalamin, wassalatu wassalamu’ala ashrafil anbiya i wal-mursalin, Sayidina wa habibina wa syafiina wa maulana Muhammaddin, wa’ala alihi wa sahbihi ajma’in amma ba’du.
Saudara-saudara sekalian yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia Saudara Gibran Rakabuming Raka;
Para pimpinan lembaga negara, Ketua Majelis Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Saudara Ahmad Muzani, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Saudari Ibu Puan Maharani, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Saudara Sultan Bakhtiar Najamudin, Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Profesor Sunarto, Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia Saudara Abdul Chair Ramadhan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Saudari Sari Yuliati;
Para menteri, koordinator menteri, kepala badan, para anggota Kabinet Merah Putih yang hadir;
Ketua Baznas, Ketua KPK, Panglima TNI, Kapolri, para kepala badan yang hadir;
Yang saya hormati dan muliakan para tokoh agama, para ulama, para ustaz yang turut hadir hari ini di tengah-tengah kita, begitu banyak tokoh keagaman kita Ketua Majelis Ulama Indonesia beserta para wakil ketua umum, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Bapak Kiai Haji Yahya Cholil Tsaquf yang saya hormati;
Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Beasiswa, Industri Halal, sekaligus Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Haji;
Yang saya hormati Prof. Muhammad Quraish Shihab, Pendiri Pusat Studi Qur’an yang hari ini baru saja memberi ceramah yang sangat berharga bagi kita semua;
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Prof. Arif Satria, Kiai Haji Ali Bin Abdurrahman A-Habsyi (Habib Ali Kwitang), Habib Nabiel Al Musawa, Prof. Alwi Shihab, terima kasih;
Turut hadir perwakilan dari organisasi-organisasi Islam dari Perserikatan Islam (PERSIS), Persatuan Umat Islam, PP Aisyiyah Fatayat NU, Muslimat NU, Pengurus Pusat Wanita Islam, PP Al Irsyad Al Islamiyah, Ikatan Da’i Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Pemuda Remaja Masjid Indonesia, Gerakan Pemuda Ansor, para pimpinan pondok pesantren yang saya muliakan;
Hadirin undangan, rekan-rekan pers, serta anak-anakku yang turut hadir bersama kita semua.
Saya juga ucapkan terima kasih kepada Ananda Muhammad Zian Fahrezi, umur 11 Tahun, Juara 1 MTQ di Irak tahun 2026. Saya minta nanti sesudah acara ini menghadap saya, Ananda Muhammad Zian Fahrezi.
Pertama-tama, tentunya sebagai insan yang bertakwa, tidak henti-hentinya kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt., Tuhan Mahakuasa, Tuhan Maha Besar yang memiliki sekalian alam, hanya kepada-Nya lah kita berdoa dan hanya kepadaNya lah kita memohon pertolongan. Salawat dan salam kita haturkan ke hadirat junjungan kita Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw. yang telah memberi kepada kita petunjuk, agama, dan peradaban. Kita bersyukur masih diberi kesehatan dapat hadir bersama pada Peringatan Nuzulul Qur’an Tahun 1447 Hijriyah pada hari Ramadan, hari ke-20, malam ke-21, malam ganjil yang kita percaya Lailatul Qadar turun di antara malam ganjil bulan Ramadan pada 10 hari terakhir. Semoga ini akan menambah kebaikan, keberkahan bagi kita semua
Saya terima kasih atas kehadiran Bapak-Bapak dan begitu banyak tokoh-tokoh agama, para ulama besar, para ustaz. Saya sangat terima kasih dengan Prof. Quraish Shihab yang baru saja memberi ceramah singkat kepada kita sekalian dan juga memberi arti tentang hal-hal yang mendasar, arti damai, arti kedamaian, arti perdamaian, dapat juga memberi kepada kita perbedaan itu bukan sesuatu yang harus mengarah kepada perpecahan. Yang sangat besar artinya bagi saya adalah pencerahan pengertian beliau yang disampaikan, yaitu tentang keadilan dan juga tentang takdir seorang pemimpin yang dipercaya oleh bangsa dan rakyat. Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber daripada Yang Mahakuasa. Dan, kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Dan, bahwa kekuasaan itu adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan dan keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpin.
Saudara-saudara sekalian,
Peringatan Nuzulul Qur’an kali ini, saya kira adalah suatu kesempatan bagi kita sekalian untuk masing-masing memahami, masing-masing meresapi arti daripada apa yang diajarkan dalam Al-Qur’an itu tersebut. Dengan demikian, pesan-pesan tadi yang diberikan oleh penceramah, saya kira sangat-sangat berarti bagi kita semua di tengah dunia sekarang yang penuh ketidakpastian, bahkan penuh bahaya, di mana banyak pemimpin di dunia yang memiliki kekuatan besar tidak dengan lancar menjaga perdamaian yang kita perlukan, yang diperlukan oleh seluruh umat manusia. Kita sebagai bangsa Indonesia bersama banyak-banyak bangsa lain, kita perlu untuk menggalang persatuan di antara kita, menggalang kerukunan di antara kita untuk menghadapi keadaan penuh ketidakpastian ini, untuk menghadapi keadaan yang penuh bahaya ini. Tetapi, kita juga diingatkan oleh penceramah bahwa kita harus yakin, bahwa pada ujungnya yang benar yang akan menang, bahwa kita akan mencapai apa yang kita cita-citakan. Dengan tekad dan komitmen yang sangat jelas dan teguh, insyaallah apa yang kita cita-citakan akan kita capai bersama.
Saudara-saudara sekalian,
Sebagai Presiden Republik Indonesia, saya selalu ingat akan tugas yang dibebankan kepada saya, bahwa tugas saya sebagai Presiden Republik Indonesia adalah untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, seluruh rakyat Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia apa pun sukunya, apa pun rasnya, apa pun agamanya harus dilindungi, harus dijaga, harus diurus, harus dirawat, harus dibina. Karena itu, yang terutama, yang saya sadari adalah bekerja dengan sangat keras untuk menjaga perdamaian. Bangsa Indonesia di bawah kepimpinan pemerintah saya dan semua pembantu-pembantu saya, kita bertekad untuk memelihara persahabatan dan hubungan baik dengan semua bangsa, dengan semua negara, dengan semua kekuatan. Kita tidak mau campur tangan dalam urusan dalam negeri negara mana pun. Kita hormati semua kekuatan di dunia yang besar maupun yang kecil. Ini adalah jalan yang telah ditunjuk oleh pendiri-pendiri bangsa kita. Ini juga ditunjuk oleh hampir semua guru-guru agama dari semua agama, bahwa kita akan berusaha sangat keras untuk menjaga perdamaian. Tentunya menjaga perdamaian itu, tidak dengan cara hanya berdoa dan berharap tapi juga dengan ikhtiar, dengan kerja keras mencapai kesejahteraan dan keadilan. Kita sadari tidak mungkin jatuh dari langit tanpa ikhtiar dan usaha keras dari kita semua.
Kita diberikan dunia oleh Mahakuasa kekayaan yang sangat besar. Pada kesempatan ini, sekali lagi saya sampaikan bahwa kita harus berjuang keras untuk menghilangkan kemiskinan, kelaparan dan penderitaan dari seluruh rakyat kita. Kita tidak boleh mengizinkan ada di antara rakyat kita yang terlantar. Kita mampu. Kita telah diberikan kekayaan yang cukup oleh Mahakuasa, sekarang adalah para pemimpin-pemimpinnya yang harus bekerja dengan baik.
Saya terima kasih Prof. Quraish Shihab tadi, terima kasih atas dukungan Bapak, atas dukungan semuanya. Memang kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik, yang dilarang oleh semua agama. Itu adalah ajaran agama, itu juga adalah ajaran sejarah. Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi, ini ajaran agama dan sejarah. Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain dan memelihara bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah.
Saya bersyukur, saya berterima kasih pada malam yang baik ini, saya terus diberi diberi pelajaran, diberi peringatan, diberi tambahan semangat. Saya berterima kasih atas penceramah yang bersedia hadir dan terus memberi kepada saya pencerahan akan tugas-tugas saya. Saya berterima kasih kepada para ulama, para ustaz, para pemimpin masyarakat. Mari kita bersatu, mari kita bekerja keras, mari kita amankan dan selamatkan seluruh rakyat kita.
Saya mohon doa terus, saya mohon dukungan, kita akan berhasil, kita akan unggul, kita akan mengatasi semua kesulitan. Kita akan memberantas mereka-mereka yang selama ini merusak perekonomian kita. Kita akan berantas mereka, kita akan hadapi mereka dan kita akan menjalankan, kita akan tegakkan kebenaran dan keadilan. Terima kasih atas perhatian Saudara-saudara sekalian.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih semuanya, terima kasih atas doa dan dukungan Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan anak-anakku yang aku cintai.
Terima kasih.
Selesai.