Sambutan Presiden RI pd Melepas Kontingen Indonesia ke Turnamen Thomas, di Jakarta, tgl.13 Mei 2014

 
bagikan berita ke :

Selasa, 13 Mei 2014
Di baca 1204 kali

SAMBUTAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PADA

MELEPAS KONTINGEN INDONESIA

KE TURNAMEN THOMAS CUP DAN UBER CUP TAHUN 2014 DI NEW DELHI, INDIA

DI ISTANA NEGARA, JAKARTA

TANGGAL 13 MEI 2014

 

 

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

 

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

 

Salam sejahtera untuk kita semua.

 

Para Menteri dan para Pejabat Lembaga Kepresidenan, Pimpinan dan Pengurus KONI dan KOI, Pimpinan dan Pengurus PBSI, para Atlet bulutangkis Indonesia yang saya cintai dan saya banggakan,

 

Alhamdulillaah, hari ini kita dapat bersatu dalam semangat, dalam tekad, dan dalam perjuangan untuk kembali dengan iringan doa dan restu rakyat Indonesia, berjuang untuk mencapai keberhasilan dalam perebutan Piala Thomas dan Piala Uber, yang insya Allah dilaksanakan di New Delhi, India. Atas nama bangsa dan negara, atas nama pimpinan pemerintahan, dan selaku pribadi saya mengucapkan selamat mengemban tugas, melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

 

Para Atlet utamanya telah dipersiapkan dengan baik, telah dilatih dengan baik. Saudara pun juga memiliki semangat dan tekad yang luar biasa untuk meraih kemenangan di India nanti. Percayalah kalau melangkah ke ajang pertandingan dengan penuh percaya diri, tenang, sambil tentu memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, Saudara-saudara, kita semua akan berhasil. Tidak perlu ada beban, karena semuanya sudah dipersiapkan dengan baik, Pimpinan KONI dan KOI, Pimpinan PBSI, Pelatih, semua sudah mempersiapkan dengan baik.

 

Dan saya selalu membangun tradisi, kalau ada tim kita berangkat ke medan juang untuk Sang Saka Merah Putih, rakyat, kita semua harus mengiringi dengan doa, memberikan semangat, memberikan motivasi. Ketika yang kita berikan semangat itu berhasil dengan baik, kita bersyukur kepada Allah SWT, kita mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para Pahlawan Merah Putih kita. Tetapi, kalau barangkali tidak berhasil, karena dalam pertandingan itu kita bisa kalah, bisa menang. Sesekali menang, sesekali kalah. Nah, ketika kalah, ketika tidak berhasil, jangan lantas dihukum, dicerca dengan kata-kata yang tidak patut, itu bukan budaya yang baik, bukan etika yang hendak kita tegakkan di negeri ini. Menang atau kalah kita bersatu. Saya, kalau menang tentu bangga, senang, tetapi kalau kalah saya tabah, ini kemenangan yang tertunda, jangan kecil hati, selalu begitu. Inilah budaya di negeri ini yang harus kita bangun, karena kalau bangsa kita bersatu, mendukung, tidak saling salah-menyalahkan, maka masa depan negeri ini akan baik.

 

Saya sendiri manakala tidak ada kegiatan yang tidak bisa saya tinggalkan, saya selalu menyempatkan diri untuk menonton langsung. Contoh pada saat Simon Santoso bertanding melawan juara dunia sebetulnya ya, Lee Chong Wei. Saya lihat utuh. Setelah menang saya telepon Simon Santoso. Betapa saya bangga. Saya juga melihat di Liliyana dengan Tantowi waktu, Tantowi ya? Saya juga lihat langsung. Begitu. Pokoknya kalau nanti ada event yang saya harus menonton, beritahu saya. Pak Gita jangan lupa, saya pasti nonton jam berapa pun, karena hati saya bersama untuk para atlet. Doa kami bersama Kalian semua.

 

Hanya itulah yang ingin saya sampaikan. Dan sekali lagi, berbuatlah yang terbaik. Tenang, Simon Santoso itu saya lihat tenang kemarin menghadapi lawan yang tangguh, demikian juga ia berhasil. Ketenangan itu sering membuahkan kemenangan, tentu dengan modal, ya Saudara sudah berlatih, punya pengalaman, punya keterampilan, dan sebagainya. Dan, para Pembina, Pelatih, Official, kelola dengan baik, berikan semangat, berikan pelayanan yang terbaik bagi mereka semua, dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhai niat dan cita-cita baik kita, agar Sang Saka Merah Putih kembali berkibar di medan laga untuk Thomas Cup dan Uber Cup yang kali ini akan insya Allah dilaksanakan di New Delhi, India.

 

Demikian, selamat berjuang, sukses, Tuhan beserta kita.

 

Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

 

 

Asisten Deputi Naskah dan Penerjemahan,

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan,

Kementerian Sekretariat Negara RI