UMKM Bisa Tumbuh Besar asal Berorientasi pada Riset, Paragon Contohnya

 
bagikan berita ke :

Rabu, 29 Desember 2021
Di baca 514 kali

Tangerang, wapresri.go.id – PT Paragon Technology and Innovation saat ini merupakan salah satu perusahaan manufaktur komestik terbesar di Indonesia.

 

Perusahaan yang menaungi merek produk kecantikan Wardah ini bermula dari sebuah bisnis rumahan, kini ia tumbuh menjadi perusahaan besar karena usahanya bukan hanya berbasis pasar tetapi juga riset.

 

“PT Paragon Technology and Innovation yang sangat besar ini, merupakan industri yang saya lihat memang berbasis riset (penelitian), bukan hanya berbasis pasar,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat memberikan keterangan pers usai meninjau penerapan inovasi pada industri kosmetika halal PT Paragon Technology and Innovation di Jl. Raya Industri IV Blok AG No. 8, Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (29/12/2021).

 

Lebih lanjut, Wapres bercerita bahwa dirinya mengetahui perkembangan Paragon yang semula masuk kategori UMKM hingga saat ini menjadi korporasi besar.

 

“Saya tahu ketika pada awal-awal, perusahaan ini bergerak sekitar 1999 masih di rumah, tapi setelah 22 tahun sudah menjadi perusahaan yang besar,” tuturnya.

 

Untuk itu, Wapres berharap model bisnis Paragon yang dikenal dengan produk Wardah-nya ini bisa menjadi contoh bagi UMKM-UMKM di tanah air. Khususnya dilihat bagaimana Paragon terus berinovasi dalam usahanya.

 

“UMKM itu bisa menjadi besar asal dia betul-betul terus melakukan inovasi dan dengan tekun melakukan upaya-upaya, tidak hanya berorientasi pada pasar tapi juga pada riset,” tegasnya lagi.

 

Hingga kini, sambung Wapres, Paragon terus melakukan riset untuk menghasilkan produk-produk kecantikan yang berkualitas dan memperluas jangkauan pasarnya hingga ke luar negeri.

 

“Produknya berkembang dari semula Wardah, ada make over, emina, kahf dan sekarang sedang dipelajari untuk pasar di negara-negara yang bercuaca ekstrem panas atau pun ekstrem dingin, sehingga produknya nanti tidak bermasalah dan bisa diterima,” papar Wapres.

 

“Bahkan juga dalam negara-negara yang maju dengan kualitas yang mereka harapkan, juga bisa dilakukan (pengembangan) produk yang terus dilakukan melalui riset,” imbuhnya.

 

Namun, kata Wapres, dalam perkembangannya saat ini masih terdapat tantangan yang dihadapi tidak hanya oleh Paragon tetapi juga pemerintah, yakni bahan baku produksi yang masih mengandalkan produk impor.

 

“Tapi ada yang saya sayangkan yaitu bahwa ternyata produk bahan bakunya, hulunya, ini masih impor. Oleh karena itu ini jadi tantangan pemerintah untuk bagaimana mendorong lahirnya industri hulu untuk kosmetik ini,” ujarnya.

 

Untuk itu, Wapres berharap ke depan dapat didorong munculnya industri hulu kosmetik dengan memanfaatkan bahan-bahan baku dari dalam negeri.

 

“Saya kira bahan-bahan bakunya banyak (di dalam negeri), tetapi bagaimana kita mendorong supaya industri hulunya itu bisa kita siapkan di sini, jadi ini tantangannya ke depan,” pungkasnya. (EP-BPMI Setwapres)

Kategori :
Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0