Wamensesneg Juri Ardiantoro: Keberagaman adalah Kekuatan dan Identitas Indonesia
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bersyukur dan merawat keragaman Indonesia. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Perayaan Natal Persekutuan Oikumene Lembaga Kepresidenan, di Gedung Krida Bakti, Jakarta, Sabtu (17/01/2026) malam.
Dalam sambutannya, Juri Ardiantoro yang mewakili Menteri Sekretaris Negara menyampaikan salam hangat kepada seluruh hadirin. Menurutnya, momen Natal merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan kebesaran Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.
Juri menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang sulit ditandingi oleh bangsa lain di dunia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia memiliki kekayaan luar biasa berupa ribuan pulau, ribuan suku bangsa, serta ribuan bahasa daerah.
“Indonesia adalah bangsa yang sangat besar. Kita memiliki lebih dari 17.000 pulau, lebih dari seribu etnik dan suku bangsa, dan ratusan bahasa daerah. Keberagaman ini adalah anugerah yang luar biasa yang harus kita rawat bersama,” ujar Juri.
Ia menekankan bahwa kebesaran Indonesia tidak hanya terletak pada jumlah penduduk dan wilayahnya, tetapi juga pada kemampuannya menjaga harmoni di tengah perbedaan. Keragaman suku, agama, budaya, dan bahasa menjadi kekuatan utama bangsa yang harus terus dirawat bersama.
Menurut Juri, upaya untuk menyeragamkan Indonesia justru dapat menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa. Oleh karena itu, ia mengharapkan seluruh kelompok masyarakat, lintas etnis dan umat beragama untuk saling menghormati dan menjaga persatuan.
Selain bicara soal kebangsaan, Juri juga memberikan apresiasi atas solidaritas yang terjalin di lingkungan kantor Lembaga Kepresidenan. Berdasarkan pengalamannya selama mengabdi, mulai dari Kantor Staf Presiden hingga saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Negara, beliau melihat bahwa semangat bekerja bersama tetap terjaga dengan baik.
"Perayaan Natal ini adalah bukti nyata bahwa di lingkungan Istana Kepresidenan, kita semua bisa berjalan dan bekerja bersama tanpa membedakan latar belakang. Kita saling mendukung untuk memastikan Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden dapat mewujudkan cita-cita bangsa," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Natal Persekutuan Oikumene Lembaga Kepresidenan, Edwin Wuisang, melaporkan bahwa perayaan Natal tahun 2025 merupakan wujud nyata dari kerukunan dan kebersamaan seluruh pegawai Kristiani dalam mendukung visi pimpinan negara. Kegiatan Natal ini tidak hanya berfokus pada ibadah syukur, tetapi juga mencakup berbagai aksi sosial dan pemberian bantuan kepada sesama sebagai bentuk implementasi kasih di lingkungan kerja.
"Perayaan Natal Oikumene ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum bagi kami di lingkungan Lembaga Kepresidenan untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan semangat pelayanan dalam tugas-tugas kenegaraan,” kata Wuisang.
Edwin juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak atas dukungan penuh sehingga acara dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Melalui perayaan ini, ia mengharapkan seluruh pegawai dapat kembali bekerja dengan semangat baru dan integritas tinggi dalam melayani negara, selaras dengan pesan damai Natal.
Perayaan Natal denga tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” ini dihadiri oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro; Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan, Mari Elka Pangestu; Staf Khusus Bidang Hukum dan Perundang-undangan, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Lambock V. Nahattands; Ketua Panitia Natal Persekutuan Oikumene Lembaga Kepresidenan, Edwin Wuisang; dan para pejabat pegawai, pensiunan di lingkungan Lembaga Kepresidenan beserta keluarga. (FID/YLI-Humas Kemensetneg)