Dari Istana untuk Generasi Muda, Kemensetneg Ajak Pelajar SMAN 84 Jakarta Memahami Proses Kebijakan Nasional
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima kunjungan dari 264 siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 84 Jakarta dalam program Istana untuk Anak Sekolah di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Kemensetneg Jakarta, pada Selasa (28/04/2026).
Melalui kunjungan langsung ke pusat pemerintahan, para peserta diajak untuk ikut berkeliling lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta seraya menumbuhkan pemahaman generasi muda mengenai tugas, tanggung jawab, serta nilai-nilai kebangsaan.
Sebelum berkeliling kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, para pelajar mendapatkan pemaparan materi “Presiden dan Istana Kepresidenan: Di Balik Lahirnya Kebijakan Nasional” yang disampaikan oleh Analis Kebijakan Ahli Madya pada Asisten Deputi Dukungan Aparatur dan Kelembagaan, Sekretariat Dukungan Kabinet (Setdukab), Dewi Pratama Bakti.
Dalam sesi ini dijelaskan bahwa proses lahirnya kebijakan oleh Presiden dan Wakil Presiden sebagai pengambil keputusan tertinggi tidak berjalan sendiri, melainkan didukung oleh berbagai institusi, salah satunya Kemensetneg yang memiliki peran strategis di balik layar penyelenggaraan pemerintahan dan kenegaraan.
“Presiden memiliki dua peran utama, yakni sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Sebagai kepala negara, Presiden berfungsi sebagai simbol persatuan dan kedaulatan bangsa serta mewakili Indonesia dalam hubungan diplomatik internasional. Sementara sebagai kepala pemerintahan, Presiden menjalankan fungsi eksekutif, termasuk melaksanakan undang-undang, menyusun kebijakan publik, dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal,” jelas Dewi.
Dewi menegaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya, Presiden tidak bekerja sendiri, melainkan dibantu oleh para menteri dan kepala lembaga. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci lahirnya kebijakan pemerintah yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Kebijakan pemerintah lahir dari kerja bersama antara Presiden, menteri, dan kepala lembaga dalam satu sistem yang terintegrasi,” ujar Dewi dalam paparan tersebut.
Lebih lanjut, dijelaskan pula peran penting Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet sebagai perangkat pendukung utama Presiden. Menteri Sekretaris Negara berperan dalam memberikan dukungan administrasi dan teknis, termasuk memastikan kelancaran persidangan kabinet. “Menteri Sekretaris Negara menjadi motor manajemen pemerintahan yang memastikan kebijakan berjalan sesuai visi dan misi Presiden,” jelas Asisten Deputi Dukungan Aparatur dan Kelembagaan, Sekretariat Dukungan Kabinet ini.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Presiden dengan para menteri dan kepala lembaga. Selain itu, Sekretariat Kabinet juga berfungsi sebagai think tank yang melakukan analisis kebijakan agar setiap keputusan memiliki dasar hukum dan data yang kuat. “Sekretaris Kabinet menjadi jembatan komunikasi sekaligus pengendali strategis agar kebijakan dapat dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran,” ungkap Dewi.
Dewi menekankan peran Kemensetneg dalam memberikan dukungan administrasi dan teknis kepada Presiden dalam menjalankan peran sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dewi juga menjelaskan bagaimana sebuah kebijakan publik lahir melalui forum pengambilan keputusan yang ketat, seperti Sidang Kabinet Paripurna dan Rapat Terbatas.
“Dalam proses pengambilan kebijakan, Presiden memimpin berbagai forum seperti Sidang Kabinet Paripurna, Rapat Terbatas, hingga pertemuan lainnya. Forum-forum tersebut menjadi wadah utama dalam membahas isu strategis nasional serta menentukan arah kebijakan pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kebijakan yang dihasilkan melalui proses yang terstruktur dan terkoordinasi,” terang Dewi.
Menutup sesi materi, Dewi berharap pengalaman praktis ini dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat dalam diri setiap pelajar. Dengan melihat langsung operasional pemerintahan, program “Istana untuk Anak Sekolah” ini diharapkan tidak hanya menjadi kunjungan biasa, tetapi menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. (RTP/ART - Humas Kemensetneg)