Kemensetneg Ajak Pelajar Kenali Pemerintahan dan Sejarah Istana Kepresidenan

 
bagikan berita ke :

Selasa, 13 Oktober 2026
Di baca 2 kali

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima kunjungan 207 pelajar dari tiga sekolah melalui program “Istana untuk Anak Sekolah” di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat tugas pemerintahan, sejarah Istana Kepresidenan, serta peran berbagai pihak dalam mendukung penyelenggaraan negara.

Kunjungan tersebut diikuti 61 peserta dari SMK Muhammadiyah 2 Playen, Gunungkidul, DI Yogyakarta; 91 peserta dari SMP Saint Peter, Jakarta; dan 55 peserta dari SMP Negeri 12 Tangerang Selatan, Banten. Sebelum mengikuti tur kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, para peserta mendapatkan pemaparan interaktif mengenai tugas dan fungsi Kemensetneg serta sejarah Istana Kepresidenan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemensetneg Faisal Fahmi menjelaskan bahwa Kemensetneg memberikan dukungan teknis, administrasi, analisis, dan manajemen kabinet kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam menjalankan tugas pemerintahan. Dukungan tersebut melibatkan koordinasi dan kerja berbagai pihak agar pelaksanaan tugas kepresidenan dapat berjalan dengan baik.

“Kementerian Sekretariat Negara adalah sebuah kementerian yang dibentuk untuk mendukung Presiden dan Wakil Presiden dalam bidang teknis, administrasi, analisis, dan juga dukungan manajemen kabinet,” ujar Faisal.

Dalam konteks dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Faisal mengajak para siswa memahami bahwa penyelenggaraan pemerintahan tidak hanya berkaitan dengan sosok pemimpin, tetapi juga melibatkan banyak orang yang bekerja di balik layar. Mulai dari menyiapkan agenda dan dokumen, melakukan koordinasi, hingga memastikan berbagai kebutuhan kegiatan kenegaraan terpenuhi, setiap unsur memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan tugas Presiden dan Wakil Presiden.

Faisal juga mengingatkan para peserta bahwa menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan mempersiapkan masa depan bangsa. Kunjungan ke Istana diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dan berkontribusi bagi Indonesia.

“Jadikan ini momen bersejarah, momen inspirasi, dan terutama momen motivasi bagi kalian untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” pesan Faisal.

Sementara itu, Pranata Humas Terampil Biro Humas Kemensetneg Ikrimah Nurhalimah Susilo mengajak para siswa mengenal Istana Kepresidenan mulai dari sejarah hingga fungsi setiap tempat dalam penyelenggaraan kegiatan kenegaraan.

“Setiap Istana memiliki fungsi dan sejarahnya masing-masing. Istana Merdeka, misalnya, menjadi tempat pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi, sedangkan Istana Negara antara lain digunakan untuk pelantikan pejabat dan jamuan kenegaraan,” jelas Ikrimah.

Pemaparan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar tugas dan peran Kemensetneg, sistem pemerintahan, serta sejarah Istana Kepresidenan di Indonesia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tur untuk melihat secara langsung sejumlah ruang rapat dan area bersejarah yang digunakan dalam kegiatan kenegaraan dan pemerintahan.

Pengalaman tersebut memberikan perspektif baru bagi para peserta tentang lingkungan kerja kepresidenan. Mereka tidak hanya berkesempatan melihat bangunan dan ruangan di kompleks Istana, tetapi juga mengenal pentingnya koordinasi dan kerja bersama dalam mendukung jalannya pemerintahan.

Muhammad Yusuf, siswa SMP Negeri 12 Tangerang Selatan, mengaku senang mendapatkan kesempatan mengunjungi Istana dan memperoleh pengetahuan baru.

“Saya sangat senang karena bisa mendapatkan hal baru, apalagi istana bukan hal yang bisa didatangi pelajar, dan pada hari ini kita memiliki kesempatan untuk mengunjungi istana,” ungkap Yusuf.

Hal serupa disampaikan Jason Immanuel, siswa SMP Saint Peter. Menurutnya, kegiatan tersebut menambah pemahamannya mengenai sejarah Istana serta tugas Presiden dalam penyelenggaraan negara.

“Kegiatan hari ini menambah pengetahuan saya mengenai sejarah yang ada di Istana serta fungsi dan peran pemerintahan di Indonesia,” ujar Jason.

Kesan mendalam juga dirasakan Marsya Zascia Bella, siswi SMK Muhammadiyah 2 Playen. Marsya mengapresiasi terselenggaranya program yang memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengenal Istana Kepresidenan secara langsung.

“Terima kasih kepada Pak Prabowo karena sudah menjalankan program ini, semoga program ini terus berlanjut agar lebih banyak siswa-siswi yang dapat berkunjung ke Istana,” ujar Bela.

Melalui program “Istana untuk Anak Sekolah”, Kemensetneg menghadirkan pembelajaran kontekstual agar generasi muda dapat mengenal sejarah, simbol negara, dan penyelenggaraan pemerintahan secara langsung. Pengalaman ini diharapkan dapat memperluas wawasan kebangsaan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta mendorong para pelajar untuk mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang berkontribusi bagi masa depan Indonesia. (NVT/FID/Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0