Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia Saudara Gibran Rakabuming Raka, para Menteri Koordinator, para Menteri, para Kepala Badan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, para Penasihat dan Staf Khusus Presiden, Jaksa Agung, Kepala BIN, Kapolri, Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan (TNI), serta para Wakil Menteri, Wakil Kepala Badan, dan seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang saya hormati. Tentunya, sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt., Tuhan Mahakuasa, Tuhan Mahabesar, yang memiliki sekalian alam atas segala karunia, kesehatan, kebaikan, dan kedamaian yang masih diberikan kepada kita, sehingga kita dapat melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna ini terkait kesiapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijrah.
Kita sudah memasuki hari ke-23 di bulan suci Ramadan ini, dan tujuh hari lagi kita akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Semoga ibadah kita diterima oleh Allah Swt., dan kita dipertemukan kembali dalam Ramadan mendatang bagi umat Islam. Saya juga ucapkan terima kasih kepada Saudara-saudara kita yang beragama lain yang telah menghormati bulan Ramadan dengan baik. Ini selalu adalah kebanggaan dan keunggulan bangsa Indonesia, yaitu kita melaksanakan ibadah agama kita masing-masing dalam suasana kerukunan, kekeluargaan, dan saling menghormati.
Saya sangat terkesan waktu saya hadir dalam hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-100 di Malang, di Stadion Gajayana. Di situ oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama menyampaikan bahwa gereja-gereja di Malang membantu membuka halamannya, mempersilahkan warga NU tidur di halaman gereja, memberi lapangan parkirnya. Inilah, inilah keunggulan kita. Kebaikan kita, kekuatan kita, ya. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda, [tapi tetap] satu. Ini harus kita jaga.
Saya sekali lagi terima kasih atas pelaksanaan kegiatan pemerintahan dalam bulan suci Ramadan, dan kita mengikuti perkembangan terus. Tentunya kita melaksanakan sidang kabinet ini dalam suasana masih banyak saudara kita yang berada dalam keadaan baru akan pulih dari berbagai bencana yang kita hadapi. Saya juga terima kasih atas kerja keras semua unsur.
Tadi baru saja kita lihat video klip sebentar, apa yang dilaksanakan oleh Satgas Jembatan, 218 jembatan dalam dua setengah bulan, ya. Ini menunjukkan reaksi cepat, tanggap, kehadiran pemerintah. Tetapi, semua unsur terutama dalam rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah-daerah bencana juga menunjukkan kesigapan, kerja keras, pengorbanan yang besar secara fisik. Bahkan, ada yang berkorban jiwa dan raga untuk membantu rakyat di daerah-daerah bencana.
Atas nama negara, bangsa, dan sebagai presiden, saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras. Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi, sampaikan penghargaan saya dan terima kasih saya kepada semua unsur di lapangan yang telah bekerja keras.
Saudara-saudara,
Kita juga hari ini telah secara, memberi contoh, dengan kita memberi zakat dan ini menunjukkan lagi peran yang sangat penting dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Badan Amil Zakat Nasional ini dan semua lembaga-lembaga keuangan, lembaga-lembaga ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, harus kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada, supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, kembali lagi secara efisien dan efektif.
Saudara-saudara sekalian,
Saya sekarang ingin menyampaikan beberapa hal terkait dengan mudik Lebaran yang kita hadapi. Pertama, saya minta Menteri Perhubungan untuk memastikan bahwa kebijakan diskon harga bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, baik diskon tiket di pesawat, kereta api, kapal laut, dan jalan tol, dan memastikan pelayanan yang baik di setiap tempat.
Saya juga minta Panglima TNI dan Kapolri mengerahkan sarana yang dimiliki oleh TNI dan Polri untuk membantu kelancaran mudik ini. Kemungkinan Angkatan Laut dan Angkatan Darat punya kapal-kapal, mungkin ini bisa diperbantukan, dikoordinasikan, dengan Menteri Perhubungan, juga saya kira Kepolisian Negara Republik Indonesia juga punya aset-aset dan sarana-sarana yang bisa untuk membantu.
Menteri Sosial yakinkan bahwa tambahan bantuan pangan untuk 35 juta keluarga penerima manfaat, desil 1, 2, 3, dan 4 berjalan dengan baik. Juga, bantuan sosial reguler, yakinkan bisa tepat waktu. Saya juga minta para kementerian dan lembaga untuk melakukan percepatan belanja prioritas pemerintah untuk masyarakat, seperti SLPP (Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Menteri Tenaga Kerja, Menteri Keuangan, dan Menteri Investasi, pastikan tunjangan hari raya untuk semua ASN pusat dan daerah, dilaksanakan tepat waktu. Juga, bonus hari raya untuk pekerja sektor transportasi online, yakinkan bahwa yang kita tentukan harus sampai ke mereka, yaitu antara Rp400.000 sampai dengan Rp1,6 juta rupiah per orang. Kita juga bersyukur, baru di pemerintahan kita, pengemudi online mendapat bonus hari raya. Terima kasih.
Selanjutnya, saya minta kualitas pelayanan di rest area, di pelabuhan, di bandara, dan di semua stasiun ditingkatkan. Usahakan tidak ada antrean yang tidak terkendali. Ketersediaan BBM, pasokan listrik, dan jaringan internet, diupayakan terus stabil. Ini adalah Lebaran kedua pemerintahan kita.
Menteri, Menko Pangan, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, pastikan agar pasokan pangan stabil dan aman, dan harga-harga bisa kita jaga. Nanti mungkin beberapa menteri akan menyampaikan laporannya.
Menteri Pariwisata, saya minta aktif turun di tempat wisata, mengajak serta mempromosikan setiap aspek wisata di tanah air. Dunia penuh ketidakpastian. Kita lihat bahwa krisis melanda banyak negara. Kita sikapi krisis ini, tapi ekonomi harus berjalan, rakyat harus tenang. Kita masih punya kekuatan dan kemampuan, sehingga roda kehidupan jangan sampai terhenti. Situasi secara garis besar masih bisa kita kendalikan.
Untuk semua kementerian dan badan, saya berharap bahwa kita laksanakan persiapan menghadapi Lebaran. Kita yakinkan bahwa mudik tahun ini berjalan dengan baik, aman, nyaman dan penuh kegembiraan. Utamakan keselamatan di jalan dan persiapkan segala aspek dengan matang.
Selanjutnya, saya kira, mungkin Menteri Koordinator Ekonomi dapat menjelaskan secara garis besar situasi ekonomi, dibantu nanti Ketua Dewan Ekonomi Nasional, bila perlu nanti ditambah oleh Menteri Keuangan.
Kemudian Menteri ESDM melaporkan ketersediaan BBM, kesiapan dan langkah-langkah mitigasi menghadapi krisis dunia. Menteri Pertanian melaporkan kondisi pertanian, pangan, stok beras.
Menteri Perhubungan melaporkan kesiapan mudik, Kapolri melaporkan kondisi keamanan dan lalu lintas, dan menteri-menteri lain standby apabila perlu memberi keterangan tambahan, termasuk Direktur Utama Pertamina standby untuk menambah bila kita perlu penjelasan.
Saya persilakan Menko Ekonomi, silakan.
(Laporan dari jajaran Kabinet Merah Putih)
Baik, terima kasih Kapolri. Saya kira kita lihat perencanaannya juga cukup baik, mendetail dan sudah siap untuk menghadapi segala kemungkinan. Saya ucapkan terima kasih. Saya kira secara garis besar, ya, kita bisa merangkum apa yang kita dengar [terkait] presentasi-presentasi keadaan.
Saudara-saudara,
Saya ingin merangkum ini semua, ya, kita simpulkan. Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah dan ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan mempengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa mempengaruhi harga makanan. Kita alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar. Masalah BBM kita sebenarnya sudah punya rencana-rencana, ini akan kita akselerasi.
Tapi tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM, ya. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita. Banyak negara sudah melakukan langkah-langkah. Mungkin Seskab, ada Seskab? Ada slide untuk memberi tahu berapa langkah? Ini langkah Pakistan, ini hanya sebagai perbandingan.
Jadi, mereka menganggap ini sudah kritis, jadi dikatakan critical measures. Seolah-olah bahwa ini bagi mereka seperti kita dulu waktu Covid-19, mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah untuk semua, semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah. Kemudian, hari kerja mereka potong hanya menjadi empat hari. Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah. Mereka memotong semua ketersediaan BBM untuk semua kementerian, dan mereka mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan pada setiap saat. Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, ya, belanja kendaraan, belanja mebel dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan. Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri, kemudian mereka kurangi, tidak boleh menggunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta dan sebagainya. Kemudian, semua lembaga pendidikan tinggi, mereka pindah ke online. Kemudian, semua sekolah berhenti untuk dua minggu, ya mungkin ini menghadapi Idulfitri.
Ini hanya contoh, ya, ini contoh. Maksud saya, ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini, ya, kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya dua-tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi.
Dengan demikian, kita berharap, kita akan selalu menjaga bahwa kita, defisit kita tidak tambah, bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit. Sasaran kita adalah APBN kita harus balanced budget, itu paling ideal dan itu saya kira kita bisa lakukan, ya. Bahwa kita harus selalu ingat, bahwa kita masih menghadapi masalah-masalah kebocoran, ya, tidak efisien, masalah-masalah under invoicing, under counting, manipulasi administratif dan sebagainya.
Ini besar ini, kebocoran ini besar. Maaf, saya selalu akan bicara masalah ini. Kita sudah lakukan langkah-langkah tadi oleh Ketua DEN, masalah gov tech, sinkronisasi semua K/L menjadi satu jaringan gov tech. Ini diperkirakan bisa kurangi kebocoran sampai dengan 40 persen dari pengeluaran kita.
Nah, ini saya minta dibicarakan nanti, ya. Mungkin oleh Menko-Menko nanti beberapa hari ini kita lihat, kita pikirkan. Dulu kita atasi Covid-19 berhasil kita dan kita mampu. Banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar. Umpamanya, beberapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet, dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya, ya.
Saya kira itu yang saya ingin sampaikan, bahwa kita walaupun merasa aman, tidak panik, tapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemudian paling jelek. Kita berharap skenario yang terburuk tidak terjadi di Timur Tengah, tapi ramalan-ramalan juga banyak mengatakan ini bisa jadi perang yang sangat panjang, ya, perang yang sangat panjang.
Saya kira itu dari saya. Terima kasih semua Menteri, terima kasih semua Kepala Badan. Saya ingin menyampaikan penghargaan saya atas kerja keras semua unsur, ya. Saya kira kita sudah buktikan, tidak hanya kepada rakyat kita, tapi kepada dunia bahwa pemerintah kita bekerja dengan sangat cepat, dengan sangat efisien, masih banyak yang kita harus kerjakan tapi kita berani menghadapi kesulitan.
Kita berani mengatasi kesulitan dan kita tidak mau berbohong kepada rakyat kita dan kita tidak mau berbohong kepada diri kita sendiri, ya. Kalau kita selalu ingin berbohong kepada diri kita sendiri, kita akan keliru, jadi kita harus berani menghadapi kenyataan, berani melihat kekurangan kita, kemudian kita berani mengatasinya. Kita ada skenario positif, moderat, skenario paling jelek, tapi apa pun ini tergantung kepada kita.
Terima kasih atas kerja keras semua Menteri, semua Wakil Menteri, Kepala Badan, ya. Kita buktikan terus ke rakyat kita bahwa kita bekerja untuk kepentingan rakyat. Kita tidak boleh berpikir lagi kepentingan kelompok, kepentingan golongan, suku, bahkan kepentingan partai kita masing-masing. Kesetiaan kepada bangsa adalah di atas kesetiaan apa pun.
Terima kasih. Dengan ini, saya tutup Sidang Kabinet Paripurna menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah ini. Untuk mereka yang ingin mudik nanti, saya ucapkan sebelumnya, selamat mudik dan jaga diri masing-masing di rumah.
Kita juga, juga saya kira harus memberi contoh, open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan. Saudara kita di daerah bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat. Tapi kita juga jangan total, istilahnya tutup semua acara, ya, karena kalau tidak ekonomi kita juga nggak jalan nanti, ya. Jadi warung-warung, katering dan sebagainya, ekonomi kita harus berjalan.
Tadi laporan Menko Ekon, Ketua DEN, Menteri Keuangan bahwa ekonomi kita baik, ekonomi kita kuat. Mereka-mereka yang, apa itu, yang memberi penilaian-penilaian seolah-olah ekonomi kita morat-marit, menurut saya mereka punya agenda tersendiri. Jangan-jangan mereka bekerja untuk bukan bangsa Indonesia, ya.
Jadi, saya kira rakyat kita akan pandai untuk melihat, yang penting kita beri bukti kepada rakyat, ya, kan, itu yang paling penting. Dan, nanti saya juga akan menganjurkan, saya sampaikan ke rakyat, ini juga ada media, ya, kan. Rakyat kita sudah pintar, sudah pandai, hati-hati dihasut, hati-hati juga yang dihasut adalah anak-anak. Anak-anak yang polos, yang tidak mengerti apa-apa, ya, kan, dihasut untuk berbuat negatif.
Saudara-saudara,
Negara kita kuat, negara kita punya potensi, kita berada di jalan yang benar. Mereka-mereka yang ingin menimbulkan kerusuhan itu adalah orang-orang jahat. Tidak ada kebaikan dari kerusuhan. Kita sudah memilih jalan demokrasi, perbedaan selesaikan dengan baik. Kalau tidak suka dengan pemerintah, dengan pejabat, ganti dengan pemilihan. Kita sudah buktikan, ada pergantian gubernur, ada pergantian menteri, presiden, kita sudah buktikan, berjalan dengan baik, ya. Ada yang ikut pemerintah kita, ada yang di luar, tidak ada masalah, ya, kan. Pemerintah yang tidak ikut koalisi kita, ada yang menang pemilihan Gubernur DKI, kita tidak ganggu, kita hormati, dan kita kerja sama. Gubernur DKI sama pemerintah pusat kerja sama dengan baik. Karena kita mengabdi kepada rakyat.
Jadi, sekali lagi, Saudara-saudara, terima kasih atas pengabdianmu dan mari kita bekerja terus untuk bangsa dan rakyat kita. Dengan ini, saya tutup Sidang Kabinet Paripurna, 13 Maret 2026.
Terima kasih.