Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat siang,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Yang saya hormati, Menteri Koordinator Perekonomian sebagai penyelenggara Saudara Airlangga Hartarto beserta seluruh jajaran yang hadir;
Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara yang sekaligus adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi, dan juga Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Saudara Rosan Perkasa Roeslani, Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Amerika Negara Saudara Donny Oskaria yang juga adalah COO dari Danantara;
Para menteri koordinator, para menteri, para kepala badan, para wakil menteri dan seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang tidak saya sebut namanya satu persatu tanpa mengurangi rasa hormat saya;
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan;
Para duta besar negara sahabat yang hadir yang saya hormati, terima kasih atas kehadiran Saudara-saudara;
Para pimpinan bank milik negara, hadir Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI, dan juga bank swasta yang hadir;
Para pimpinan asosiasi dunia usaha yang hadir di sini di antaranya hadir Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia Saudara Anindya Novyan Bakrie, hadir juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Apindo Saudari Sinta Wijaya Dhani dan juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Saudara Akbar Himawan Bukhari;
Yang saya hormati juga para pimpinan perusahaan-perusahaan perbankan yang hadir, para pimpinan lembaga jasa keuangan, para pimpinan perusahaan BUMN dan swasta, para pimpinan lembaga ekonomi dan lembaga riset nasional, para pimpinan lembaga riset, para rektor, para ahli bidang ekonomi;
Saudara-saudara sekalian hadirin yang saya hormati, dan para rekan-rekan pers dan media yang hadir.
Tentunya sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Mahakuasa, Tuhan Maha Besar, bagi umat Islam Allah Swt, yang memiliki sekalian alam atas segala karunia, atas segala berkah, kesehatan dan kedamaian yang masih diberikan kepada kita, kita bersyukur terus. Selagi kita juga selalu berdoa, agar saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan akibat berbagai musibah bencana di berbagai daerah, senantiasa diberi kekuatan dan senantiasa diberi kebaikan oleh Mahakuasa, segera dipulihkan kehidupannya menjadi normal kembali.
Saudara-saudara sekalian,
Adalah satu kehormatan dan kebanggaan bagi saya untuk bisa hadir dalam acara ini. Saya menyambut baik inisiatif Menteri Koordinator Perekonomian dengan semua timnya dan menteri-menteri lain yang terkait, yang telah bekerja keras dalam tahun pertama pemerintahan kita. Baru satu tahun lebih kita bekerja, tapi kita merasakan sebenarnya banyak sekali yang sudah kita capai.
Saudara-saudara sekalian,
Dalam sebuah perjalanan panjang, yang bisa kita katakan, perjalanan pembangunan suatu bangsa dibutuhkan stamina ketahanan, dibutuhkan kesabaran, dibutuhkan keteguhan hati, dibutuhkan semangat tidak menyerah dan juga dibutuhkan keberanian.
Saudara-saudara sekalian,
dibutuhkan keberanian untuk mencari akar masalah, dibutuhkan keberanian untuk melihat kenyataan riil, bukan keadaan yang kita harapkan, tapi keadaan yang nyata. Setelah kita mengerti keadaan yang nyata, dibutuhkan lagi keberanian untuk mengakui kesulitan-kesulitan kita, mengakui kelemahan-kelemahan kita. Dalam pembangunan suatu bangsa kita ibaratkan sebuah perjalanan jauh, sebuah long march dan kita tahu bahwa perjalanan jauh selalu dimulai dengan satu langkah.
Kita harus bersyukur bahwa kita sudah melakukan banyak langkah. Kita bersyukur semua pendiri bangsa telah meletakkan dasar yang luar biasa bagi kita. Kita bersyukur pendiri-pendiri bangsa kita, pejuang-pejuang bangsa kita mewariskan kepada kita satu nusa, satu bahasa, satu kebangsaan. Kita bersyukur bahwa kita majemuk, kita terdiri dari berbagai ratusan kelompok etnis, kita terdiri dari ras-ras yang berbeda, kita terdiri dari penduduk yang punya agama-agama besar yang berbeda, tapi kita bisa bersatu. Kita bisa bersatu dalam usaha bersama mencari kehidupan yang lebih baik.
Saya ingatkan, bahwa tugas kita bernegara adalah mencari kehidupan yang lebih baik untuk rakyat kita. Tugas dan tanggung jawab setiap pemerintah di setiap negara, di seluruh dunia adalah untuk bekerja, berjuang, untuk memberi kehidupan yang layak bagi rakyatnya.
Saudara-saudara sekalian,
Saya mengajak kita untuk realistis. Kita selalu mengatakan kita ingin menjadi negara yang maju. Benar, kita ingin menjadi negara maju. Tapi jangan kita berpretensi, kita mau mencapai tingkatan yang sama dengan negara-negara yang sudah ratusan tahun sebelum kita mencapai tingkat teknologi dan industri yang sangat maju. Kita punya cita-cita tinggi, tapi kita punya sikap yang realistis. Yang penting bagi kita adalah kita harus menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara, seluruh sumber daya alam kita, dan kita kelola, kita jaga dan kita pergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita. Dan, itu yang saya sebagai kepala pemerintah, sebagai kepala negara saya bertekad untuk melaksanakan. Kita harus berani, saya katakan tadi, mengakui kesulitan-kesulitan kita dan kelemahan-kelemahan kita.
Kita bersyukur dengan apa yang kita telah capai dan untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada tim saya, kepada para menteri saya, kepala badan, semua tim saya. Saya merasa bangga dengan prestasi Saudara-saudara, dengan kerja keras Saudara-saudara. Saya yang tahu Saudara, saya yang lihat Saudara dari hari ke hari, semua pencapaian kita yang kita harus bangga adalah hasil kerja keras seluruh tim yang saya pimpin. Jadi, Saudara-saudara, di hadapan seluruh rakyat Indonesia saya katakan memang tim saya adalah, menurut pendapat saya, menurut keyakinan saya, karena saya pengguna, saya melihat langsung dari dekat, mereka semua-semua adalah putra putri terbaik bangsa Indonesia. Terima kasih, terima kasih pekerjaanmu. Dan, saya percaya kita akan mencapai prestasi yang lebih baik lagi.
Saudara-saudara sekalian,
Para pakar silakan menilai, saya percaya bahwa kita akan membuat kejutan demi kejutan. Kita akan buktikan ke seluruh dunia bahwa bangsa Indonesia sekarang, bangsa Indonesia hari ini adalah bangsa Indonesia yang percaya diri, bangsa Indonesia yang paham, bangsa Indonesia yang bertekad untuk berdiri di atas kaki kita sendiri. Dan, kita tidak mau dan tidak akan lagi selalu didikte oleh bangsa lain atau dipermainkan oleh siapa pun lagi, Saudara-saudara sekalian.
Kita harus berani mengakui kelemahan-kelemahan kita. Tapi, Saudara-saudara, setelah kita bekerja satu tahun, mulai beberapa hari ini, beberapa minggu ini, saya dapat laporan dari kepala-kepala daerah. Beberapa gubernur, beberapa bupati, sekarang mereka baru melihat hasil riil, dampak riil dari berbagai kebijakan kita. Mereka mengatakan di tingkat mereka bahwa konsumsi rumah tangga meningkat, tadi dibenarkan.
Saya beberapa hari lalu ketemu pemimpin-pemimpin industri dan perdagangan, rombongan Apindo datang ke saya dipimpin oleh ketua umumnya, datang ke saya 23 orang. Mereka laporan ke saya, bulan Januari ini konsumsi rumah tangga meningkat, dan mereka katakan, yang mengatakan mereka pelaku bisnis, mereka mengatakan bahwa mereka merasakan bahwa Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga ini dan mendorong pertumbuhan di desa-desa, di kecamatan-kecamatan, di lapisan yang paling bawah dari ekonomi kita. Dan, di sini lah, dari sini lah, dari lapisan paling bawah Indonesia akan bangkit menjadi ekonomi yang dinamis.
Kalau saya percaya, bahwa ekonomi kita akan sangat baik tahun ini. Kita selalu menghadapi mereka-mereka yang selalu memandang rendah bangsa kita, itu tidak menjadi apa-apa, itu bagi kita adalah cambuk untuk kita bekerja lebih baik lagi. Kita bekerja untuk rakyat kita, kita bukan bekerja untuk menyenangkan orang lain. Kita bekerja untuk rakyat kita, itu yang saya tekankan, Saudara-saudara sekalian.
Saudara-saudara sekalian,
Para kepala daerah melaporkan di daerah-daerah mereka sudah melihat kemiskinan menurun, mereka sudah merasakan pengangguran terbuka menurun. Mereka juga melihat tren bahwa jumlah orang bekerja meningkat. Mereka juga menghitung rasio gini dalam tren menurun.
Saudara-saudara sekalian,
Dari Makan Bergizi Gratis program kita saja, hari ini kita telah mencapai 60.200.000 penerima manfaat. Anak-anak Indonesia, ibu-ibu hamil dan orang tua lansia yang hidup sendiri dan tidak ada yang membantu. Enam puluh juta dua ratus ribu [orang] tiap hari kita beri makan, kalau dihitung berarti kita memberi makan penduduk sebesar Afrika Selatan tiap hari. Untuk ibu-ibu hamil kita memberi diantar ke rumah, untuk orang tua lansia diantar ke rumah, saya kira di dunia ini adalah suatu prestasi yang membanggakan. Dari segi manajemen, dari segi logistik, dari segi pengendalian, saya kira ini sesuatu yang mungkin harus dicatat sebagai prestasi yang membanggakan kita.
Saudara-saudara,
Dari 60.200.000 tersebut kalau dijumlahkan selama ini, kita sudah memproduksi dan mendistribusi 4,5 miliar porsi makanan, 4,5 miliar dan kita mengakui terdapat 28 ribu katakanlah penerima manfaat yang mengalami gangguan dari makanan itu dengan berbagai sebab. Dua puluh delapan ribu ini sebagian besar tidak perlu dirawat, hanya sebagian kecil. Dan, 28.000 ini dibandingkan dengan 4,5 miliar statistiknya adalah, kalau tidak salah 0,0006. Saya ulangi, karena mungkin matematik saya kurang ya 0,000 Nol lagi? Empat nol? Luar biasa, 0,00006, berarti ini adalah 99,9994. Mereka yang pintar-pintar, makanya saya presiden, kau menteri saya. Yang pintar mereka, jadi. Kalau tidak pintar, tidak duduk di situ.
Berarti kalau in reality, ini harus dikatakan suatu usaha yang berhasil. Kita ingin zero error, itu harus kita capai. Tadi pagi saya baru resmikan SPPG Polisi, nanti begitu selesai jumlahnya akan lebih dari 1.100. Saya lihat dan saya kagum dengan kualitasnya. Dan, saya percaya, saya dapat laporan dari Kepala BGN, di tempat-tempat lain juga sudah seperti itu. Alat-alat yang kita produksi dari dalam negeri juga sudah cukup canggih untuk menjamin kebersihan air, menjamin kebersihan food tray, dan selanjutnya juga mengatur limbah daripada MBG ini.
Jadi, Saudara-saudara, MBG ini, hari ini sudah mencapai 23 ribu lebih dapur, 23 ribu lebih dapur SPPG. Pada puncaknya, ini akan sampai 82 juta lebih penerima manfaat, pada ujungnya akan mencapai lebih dari 30 ribu dapur. Dan, tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Dari MBG saja, sekarang sudah lebih dari 1 juta orang bekerja, di ujungnya akan 1,5 juta orang bekerja tiap hari. Tapi tiap dapur akan menimbulkan, dan sudah menimbulkan 5 sampai 10 pemasok, supplier. Masing-masing pemasok punya tiga, empat, lima petani yang bekerja. Ekonomi di desa hidup. Petani sayur, petani ikan, peternak ayam, peternak kambing, peternak susu, semua yakin bahwa hasilnya langsung dibeli dan tidak jauh, karena di tiap kampung mereka bisa punya pasar tetap, pasar terjamin. Ini menimbulkan ekonomi dari bawah. Para kepala daerah melaporkan bahwa mereka merasakan dinamisme dari bawah.
Saudara-saudara,
Ini hanya salah satu bukti awal dari satu tahun kita bekerja dan ini akan terus kita buktikan dengan hasil nyata, Saudara-saudara. Kita juga sudah mulai membangun desa-desa nelayan. Desa nelayan tahun 2026 ini akan mencapai 1.000 desa nelayan. Tiap desa nelayan terdiri dari sekian ratus, ada yang 300, 500, ada yang sampai 2.000 nelayan. Yang selama Republik Indonesia berdiri belum pernah disentuh oleh pemerintah Republik Indonesia.
Nelayan-nelayan kita belum pernah dapat perhatian. Mereka kadang-kadang belum, tidak bisa punya es. Tidak ada pabrik es di desa mereka. Mereka sulit dapat solar. Mereka sulit untuk dapat akses ke pasar. Ini kita ubah. Kita, totalnya dalam empat tahun mendatang kita akan membangun 5.000 desa nelayan. Tiap desa nelayan kita akan membangun pabrik es. Kita akan bikin cold storage. Kita akan bikin dermaga. Kita akan bagikan kapal-kapal. Kita akan siapkan kendaraan, Saudara-saudara. Dan, ini semua bukan hand out, bukan kita bagi-bagi, ini kita organisir dalam koperasi. Semua pengeluaran mereka akan bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah.
Saudara-saudara,
Ekonomi yang kita jalankan bukan ekonomi hand out, yang kita akan bangun ini semua sudah ada dalam anggaran kita sudah bertahun-tahun. Jadi, Saudara-saudara, nanti desa-desa itu kita beri kebebasan. Kalau dia mampu, kita akan permudah akses kepada ekspor. Dia bisa ekspor langsung. Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang boleh ekspor langsung, Saudara-saudara. Kita akan permudah regulasi, supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mendasar. Dan, mereka akan menghasilkan protein dalam kondisi yang tidak terlalu mahal untuk seluruh rakyat Indonesia.
Demikian juga, Saudara-saudara, ini sudah hampir 100 sudah jadi di berbagai titik dan target kita 2026 ini akan sampai 1.000, dan selanjutnya total sampai 2029 target kita adalah 5.000 desa nelayan yang nanti mereka akan kembalikan investasi itu. Tapi, kita kasih kelonggaran mengembalikannya supaya tidak terlalu berat untuk mereka. Kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11 sampai 12 tahun. Yang tidak ada masalah, karena para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun. Itu pun, itu pun sering minta restrukturisasi.
Saya ini sudah lama jadi orang Indonesia dan saya pernah jadi pengusaha juga. Saya pun pernah minta restrukturisasi, dengan kata lain lebih sederhana minta belas kasihan perpanjangan untuk kembalikan. Benar atau tidak? Mana menteri-menteri pengusaha? Saudara-saudara, kalau pengusaha besar boleh dikasih haircut, apalagi haircut lagi? Enaknya sendiri, haircut. Masa nelayan-nelayan kita enggak kita berdayakan? Belum pernah mereka dapat kesempatan ini, banyak yang menangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan.
Sama juga dengan Koperasi Merah Putih yang akan kita bangun dan sudah mulai sebentar lagi. Kemungkinan saya dapat laporan, mungkin dalam 1-2 bulan ini sudah akan beroperasi beberapa ratus koperasi. Yang koperasinya sudah hampir berdiri adalah 30 ribu koperasi, 30 ribu gudang. Setiap koperasi punya gudang, punya cold storage, punya gerai-gerai. Di situ akan ada farmasi desa murah, obat generik akan sampai, akan ada klinik desa, akan ada gerai untuk super micro financing, untuk membantu menghilangkan peran daripada rentenir. Kita akan beri bunga yang sangat mudah, sangat ringan untuk mereka-mereka.
Semua barang subsidi akan punya akses, rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran. Dan, ini semua anggarannya dari mana? Anggarannya sudah ada, karena 10 tahun kita sudah beri dana desa kepada desa-desa kita, 10 tahun sudah kita berikan. Dan, sekarang kita akan mengarahkan, selama ini 10 tahun kita harus akui banyak dana tersebut tidak sampai ke rakyat. Ini dibuktikan dengan banyak sekali kepala desa yang terpaksa berhadapan dengan hukum, karena tidak dapat pertanggungjawabkan dengan baik penggunaan dana tersebut. Saudara-saudara sekalian, dari ini semua kita akan buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita riil, nyata, dan akan di atas sasaran yang kita tetapkan.
Saudara-saudara sekalian,
Kita juga buktikan bahwa kita sekarang sudah swasembada beras, kita menuju swasembada pangan. Saudara-saudara, produksi beras kita tahun 2025 adalah 34,7 juta ton, naik 13 persen dari 2024. Sekarang, cadangan beras di Bulog bulan Juli 2025 adalah 4,2 juta ton, adalah tertinggi sepanjang sejarah bangsa kita. Dan, sampai sekarang pun cadangan yang sudah ada masih sangat tinggi.
Saudara-saudara sekalian,
Dalam kebijakan fiskal, saya sudah buktikan bahwa kita bisa melaksanakan efisiensi, penghematan yang sangat besar. Di tahun pertama pemerintahan kita, kita telah menghemat uang dari anggaran kita sendiri sangat besar, 300 triliun lebih penghematan kita. Di akhir tahun 2025 pun, kita lakukan dan kita melihat hasil dari penghematan tersebut. Uang ini lah, uang penghematan ini lah yang kita pakai untuk program MBG dan sebagainya. Uang yang pasti akan habis untuk hal-hal yang tidak produktif, kita alihkan ke hal-hal yang produktif.
Kita mengeluarkan semua yang bersifat tidak produktif, perjalanan luar negeri, seremoni-seremoni yang tidak perlu, rapat, seminar, FGD, dan sebagainya-sebagainya. Kajian-kajian, analisa-analisa, sudah tidak perlu terlalu banyak kajian dan analisa. Kita sudah tahu masalahnya. Kekurangan infrastruktur, lakukan. Desa perlu jembatan, buat. Rakyat lapar, cari pangan. Tidak usah terlalu banyak analisa, ya. Ini kita sudah hemat sangat luar biasa. Di tahun pertama Rp308 triliun kita sudah hemat. Ini berapa miliar dolar ini, 308 triliun? Berapa? Delapan belas miliar dolar, 18 miliar dolar dan kita bisa lakukan lebih besar lagi. Kebocoran harus kita tutup, harus kita kurangi.
Saudara-saudara sekalian,
Saya masih melihat kebocoran-kebocoran besar, tapi saya terima kasih Danantara dalam satu tahun Anda bekerja, mungkin kurang dari satu tahun. Kita bentuk Saudara baru Februari 2025, Februari ya. Tiga, empat, lima bulan pendirian, belum satu tahun, tapi Saudara sudah, saya dapat laporan sementara hasil daripada efisiensi Saudara, reformasi Saudara, sudah melahirkan hasil empat kali lipat daripada tahun 2024. Ini luar biasa, tapi harus terus dikejar. Saya menuntut return on asset, ya tujuh persen lah. Kenapa senyum? Kepala Danantara bisa? Kok siapnya kurang tegas ini? Siap, gitu loh. [Siap!] Nah itu. Tidak usah khawatir. Saya ingat selalu, apa yang dikatakan Bung Karno, “gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Kalau kau tidak sampai, minimal kau jatuh di antara bintang-bintang.” Siap dulu, ya.
Kami dulu di pasukan khusus tentara. Moto kami dulu, siapa berani, menang! Berani dulu, iya kan? Patok, tujuh persen. Kau akan kaget, iya kan? Kalau kau patok, “Lima persen, Pak.” Nanti tiga persen. Kau patok tujuh persen, saya patok 8 persen. Sekarang saya tingkatkan, harus bisa lebih dari delapan persen. Menteri-menteri bisa? Siap, gitu loh. Percaya sama saya, kalian sendiri akan kaget. Kalian sendiri akan kaget, benar enggak. Angka-angka saya banyak, tapi saya enggak mau bicara terlalu panjang, karena inti yang saya sampaikan sudah saya sampaikan.
Saudara-saudara,
Efisiensi. Dan, tidak ada masalah banyak kawan-kawan dari luar negeri. Kita tidak perlu malu kalau kita punya kekurangan. Korupsi masih terlalu banyak. Kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia. Segala kebocoran, segala penyelewengan, segala manipulasi, semua tingkatan. Saya kumpulkan pengusaha-pengusaha yang sebagian besar adalah kawan saya sendiri, saya sampaikan, “Sudahlah. Kalian sudah besar, sudah kaya. Patuhi peraturan. Kalian pintar-pintar.” Tapi, di Indonesia ini orang pintar itu pintarnya pintar mencari peluang mengatasi peraturan. Benar? Ini dari sekolah kita belajar. Ini, hilangkan budaya itu. Tapi, masalahnya pemerintah, birokrasi juga harus benar. Kadang-kadang birokrasi yang tidak benar, iya kan?
Ada yang sampaikan kepada saya bahwa Winston Churchill pernah mengatakan, “I’m more afraid of my bureaucrats than I’m afraid of Adolf Hitler.” Katanya, but kita tidak tahu. Apa benar atau tidak dia mengatakan begitu. Tapi kira-kira semangatnya seperti itulah. Saya juga begitu. Mungkin diubah deh, aku yang ngomong. I’m more afraid of my bureaucrats than I’m afraid of siapa lah, kuntilanak atau apa gitu.
So, kita harus bersihkan. Kita harus ada the New Indonesia. The new Indonesia harus tidak boleh, tidak boleh ada korupsi. Untung kita masih negara demokrasi, kan? Benar? Demokrasi, agak demokrasi lah. Lumayan lah demokrasi kita, kan? Kalau tidak ada demokrasi, gue tidak jadi presiden. Iya kan? Benar ya? Jadi, jangan ada kelompok-kelompok yang selalu mengeluh, ”Indonesia begini lah, Prabowo otoriter lah.” Tapi kalau ditanya rakyat, jangan-jangan perlu juga sedikit-sedikit otoriter. Jangan-jangan, untuk melawan koruptor-koruptor itu. Tapi kita demokratis, jadi kita masih moderat. Banyak negara lain enggak tahu deh, hari ini ada, besoknya tidak ada. Iya kan? Jangan-jangan efektif yang itu, jangan-jangan. Waduh, ini ada banyak wartawan ya. Waduh, ada lagi banyak duta besar negara barat lagi, waduh. I am completely democratic, completely.
Saudara-saudara,
Jadi, kita bertekad, saya bertekad. Patuhi hukum. Tidak ada kompromi. Kita harus tegakkan hukum dengan baik. Tapi tidak boleh ada miscarriage of justice. Tidak boleh hukum dipakai alat untuk mengerjai lawan politik. Tidak boleh. Dan saya tidak mau, dan saya sudah buktikan. Saya buktikan saya berani abolisi, saya berani amnesti, kalau saya merasa ada sesuatu. Jadi, pengadilan kita harus memberi keputusan yang adil. Beyond a reasonable doubt. Keputusan itu harus beyond a reasonable doubt, harus tidak boleh ada keragu-raguan sedikit pun. Kalau ada kemungkinan bahwa terdakwa itu mungkin tidak bersalah, kita tidak boleh memberi putusan yang final kepada mereka itu.
Dan, saya sebagai pemegang mandat dari rakyat, saya bertanggung jawab. Saya ingin ada rule of law di Indonesia. Saya ingin ada kepastian hukum. Hanya dengan kepastian hukum, kita bisa menjamin stabilitas dan ketenangan bagi rakyat kita. Rakyat kita harus merasa hidup dalam masyarakat di mana pemerintahnya bersih dan adil. Ini syarat dari keberhasilan suatu negara.
Saya pelajari sejarah, tidak ada negara berhasil tanpa pemerintah yang bersih dan adil. Dan, saya bertekad dengan tim saya, kita membangun pemerintah yang bersih dan adil. Dan, birokrat-birokrat yang tidak mau menyesuaikan, kita akan mengadakan regenerasi. Saya sudah siapkan institusi-institusi pendidikan. Tahun ini kita akan mulai membangun 10 universitas baru. Satu lembaga khusus untuk administrasi pemerintahan. Putra-putri Indonesia yang terbaik akan kita pilih, akan kita godok, kita siapkan untuk mengambil alih kepemimpinan semua lembaga yang baik. There is nobody that cannot be replaced.
Saya perintahkan kepada Danantara, BP BUMN, Menpan RB, semua menteri K/L, beri wewenang penuh untuk mengganti semua pejabat-pejabat yang tidak perform dengan baik atau yang melanggar. Saya terima kasih kepada semua penegak hukum yang telah bekerja keras.
Saudara-saudara sekalian,
Indonesia harus berani memperbaiki semua bidang, semua sektor, termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi dan ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya, kita akan buktikan. Saya minta kebersihan sampah. Saya terima kasih beberapa lembaga pendidikan kita telah mengembangkan alat-alat recycling, alat-alat pemusnah sampah yang ramah lingkungan, tidak merusak, tidak menimbulkan bau, yang cukup dalam skala-skala kecil. Kita berharap ada alat-alat itu di setiap kelurahan kita, di setiap kecamatan kita, sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat yang terendah. Ini kita akan laksanakan tahun ini juga. Alat-alat yang besar-besar, ya kita terpaksa cari teknologi yang terbaik, dan kita sudah mulai.
Saudara-saudara sekalian,
Saya minta Indonesia asri, aman, sehat, resik, dan indah. Ini sudah mulai bekerja. Saya juga berharap kita akan lakukan gentengisasi seluruh desa, kecamatan, kabupaten, dan seluruh kota-kota besar Indonesia. Saya kira itu yang saya ingin sampaikan.
Dan, saya percaya stabilitas politik di Indonesia bisa kita jaga dengan baik, tegas. Kita jaga keamanan untuk semua. Kita hormati semua perjanjian yang dibangun oleh Indonesia sebagai pemerintah. Kita punya track record yang sangat besar, Indonesia belum pernah di-fault dalam sejarah kita. Kita selalu hormati semua perjanjian pemerintah-pemerintah pendahulu. Kita terbuka untuk investasi dari mana pun, dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan.
Saya namakan, saya punya strategi adalah Indonesia Incorporated. Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju, tarik yang kurang kuat. Yang kuat, tarik yang lemah. Pemerintah yang bersih dan adil, bantu yang paling lemah dan paling miskin. Kita bangkit bersama. Indonesia insyaallah nanti bukan saja raksasa yang tertidur, tapi kita harus bangkit menjadi raksasa yang mampu berdiri dan membangun kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya. Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Shalom,
Salve,
Om santi santi santi om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan,
Terima kasih.
Selamat melaksanakan sarasehan ini.
Terima kasih.