Sambutan Presiden pada Peresmian Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik
di PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat siang,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Yang saya hormati Gubernur Jawa Tengah, Komisaris Jenderal Polisi Purnawirawan Ahmad Luthfi beserta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah. Hadir Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat;
Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Ribut Hari Wibowo,
Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Rano Maxim Tilaar;
Wakil Wali Kota Semarang, Saudara Iswar Aminuddin,
Bupati Magelang, Saudara Grengseng Pamuji;
Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas, yang sekaligus adalah Ketua Umum Kadin, Saudara Anindya Bakrie sebagai tuan rumah beserta seluruh pegawai PT VKTR Sakti yang saya hormati;
Para Menteri Kabinet Merah Putih yang hadir di sini bersama saya hari ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Saudara Bahlil Lahadalia,
Menteri Sekretaris Negara, Saudara Prasetyo Hadi,
Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Letnan Kolonel Infanteri Teddy Indra Wijaya;
Juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Saudara Akbar Buchari; Kemudian Chief Executive Officer PT VKTR Teknologi Mobilitas, Saudara Ardiansyah Bakrie beserta seluruh jajarannya;
Para Pimpinan Asosiasi Transportasi dan para Pimpinan Perusahaan Swasta yang hadir: dari PT Damri, dari PT Trisakti, dari 99 Cahaya, Bluebird, Tujuh Sukses, EasyGo, dan TransJakarta;
Para Tokoh Agama dan para Tokoh Masyarakat Daerah Magelang yang saya hormati;
Seluruh hadirin undangan, rekan pers dan media yang saya hormati.
Tentunya sebagai insan yang bertakwa marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. bagi umat Islam, Tuhan Mahakuasa, Tuhan Maha Besar yang memiliki sekalian alam. Hanya kepada-Nya lah kita berdoa dan hanya kepada-Nya lah kita memohon pertolongan.
Kita bersyukur atas segala kebaikan, segala karunia, atas kesehatan yang masih diberikan kepada kita sekalian, atas kedamaian yang masih diberikan kepada bangsa dan negara kita, kita dapat hadir di acara yang sangat membanggakan ini, yaitu peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial pertama berbasis listrik dari PT VKTR Sakti Industries.
Saya sangat menyambut baik dan menghargai kegiatan ini, inisiatif yang telah diambil sejak berapa tahun oleh Saudara Anindya Bakrie beserta keluarga semuanya, kelompok usahanya, yang terus bekerja dengan visi yang sangat jelas, visi ingin ikut serta dalam pembangunan bangsa Indonesia, dalam transformasi bangsa. Sebagai kelompok usaha ingin ikut serta dalam industrialisasi. Industrialisasi adalah bagian akhir daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa. Industri tentunya ada berbagai-bagai tingkatan, industri dasar, industri menengah, habis itu industri yang sangat tinggi dan sebagainya.
Kita sadar bahwa sekarang tiap bangsa harus mandiri di bidang-bidang yang paling menentukan, yaitu di antaranya yang paling utama tentu pangan, habis itu energi. Negara yang sebesar kita kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive, bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri dan energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan.
Alhamdulillah, akibat kerja sama yang baik di antara banyak pihak kita sudah mandiri di bidang pangan, sudah relatif swasembada, mungkin ada beberapa komoditi lagi, tapi kita intinya kita sudah tidak takut masalah pangan. Yang penting sekarang adalah pemerataan, tidak boleh ada orang lapar di Indonesia.
Di bidang energi, kita sangat kaya, sangat banyak sumber-sumber kita. Jadi di tengah dunia krisis, banyak negara cemas, kita harus waspada, tapi kita optimistis. Kita akan menghadapi tantangan beberapa bulan yang akan datang, tapi kita punya resources, kita punya sumber-sumber yang sangat kuat, sangat banyak. Walaupun bagaimana, kita harus hemat energi, walaupun bagaimana, kita harus sekarang menuju energi yang bersih, energi terbarukan. Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, elektrifikasi, memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon.
Jadi, inisiatif yang dilaksanakan oleh VKTR ini, VKTR Industries adalah bersejarah, ada suatu tonggak yang membanggakan. Ibarat, kita dulu diajarkan pepatah, ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba. Jadi inilah yang kita harapkan dari putra-putra putri-putri bangsa Indonesia.
Memang negara butuh, kita harus tinggalkan energi dari karbon, dari fosil, kita gunakan hanya untuk yang strategis. Tetapi sekarang, avtur pun bisa dari kelapa sawit, dan kita punya banyak kelapa sawit. Bahkan avtur nanti itu dari jelantah, dari limbah, dari sisanya minyak goreng kita bisa olah menjadi avtur. Dan beberapa saat lagi kita akan buka pusat-pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini. Kita akan investasi besar-besaran di bidang itu.
Jadi hari ini saya sangat gembira, saya sangat bangga, kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting. Dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik.
Jadi sekarang sudah ada bus dari listrik, truk dari listrik dan kemampuannya juga cukup besar, membanggakan. Saya dapat laporan, kemampuan VKTR bisa produksi 10 ribu bus dari listrik. Yang kontennya, itu TKDN-nya dalam negerinya itu sekarang sudah 40 persen. Dan dalam waktu sebentar lagi, mungkin dua tahun lagi akan menuju 60 persen. Dua tahun setelah itu akan menuju 80 persen.
Ini sesuatu yang sangat membanggakan. Jadi sudah ada industri bus, industri truk. Dan saya terima kasih Gubernur Jawa Tengah katanya Pemda Jawa Tengah sudah pesan berapa puluh bus, sudah. Dari DKI [Jakarta] juga sudah cukup banyak, [untuk] Transjakarta.
Kita harapkan dari pemprov-pemprov lain juga akan berpihak dan membeli produk bangsa kita sendiri, di seluruh tanah air. Mensesneg, catat itu gubernur-gubernur yang tidak pesan produk dalam negeri, bus dan truk dan sebagainya. TNI juga suruh beli dalam negeri.
Jadi ini membanggakan, langsung saya ingat. Jadi ini Saudara Anindya ini memang visioner. Jadi mengerti, paham arah pembangunan yang harus kita jalankan. Jadi saya kira walaupun memang bapakmu kawan saya, tapi saya kira hari ini dia cukup bangga. Kok dia enggak ke sini hari ini? Coba ditegur Presiden Republik Indonesia itu. Iya kan?
Tapi saya kira ini sesuatu yang sangat luar biasa. Jadi saya bahagia, ini arah kita. Kita juga sedang membentuk perusahaan untuk memproduksi sedan. Sedan dari listrik.
Jadi Saudara-saudara, saya sudah putuskan, akan kita jalankan program elektrifikasi 100 gigawatt, 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam dua tahun. Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar. Tidak. Dengan itu kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah, yang di PLN akan kita tutup. Dari menutup itu, kita akan menghemat 200 ribu barel sehari.
Kita masih perlu impor sekarang ini 1 juta barel sehari. Dengan kita tutup PLTD, kita menghemat langsung 20 persen. Dan dengan nanti 100 gigawatt, kita juga akan menghemat sangat-sangat besar. Mungkin kita 2-3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali. Kita punya kekuatan besar, kita benar sungguh-sungguh, kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri.
Jadi untuk anak-anak muda, masa depan kita cerah. Yang bilang tidak cerah, yang bilang Indonesia gelap, mungkin matanya yang kurang bagus. Matanya dan hatinya. Kita mau diapain orang kalau hatinya tidak tulus, matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia tidak gelap, Indonesia sangat-sangat cerah, kita sangat kuat, semakin kuat. Pertumbuhan kita baik, tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia. Indonesia sedang bangkit. This giant is waking up, we will not be anymore the sleeping giant, we are rising.
Saudara-saudara,
kebahagiaan ini saya kira akan disusul oleh kebanggaan-kebanggaan lain, terobosan-terobosan kita. Tadi disebut masalah sampah kita akan selesaikan dengan teknologi anak-anak Indonesia sendiri yang sangat murah.
Dengan demikian Saudara-saudara, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Saudara-saudara sekalian, semua pihak yang membuat hari ini sesuatu tonggak bersejarah. Saya bangga bisa hadir di sini dan saya terus akan memantau progres Saudara, kalau ada kesulitan-kesulitan Saudara punya banyak jalur, sampaikan, kita akan selesaikan. Karena ini saya anggap suatu industri yang sangat penting.
Saya berharap VKTR ini akan menjadi salah satu national champion kita. Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kita akan menganggap, melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia. Apalagi kalian milih nama seri gunung: Tidar. Kebetulan saya waktu muda saya dibesarkan di Lembah Tidar. Banyak kenangan saya di Tidar ini, banyak kenangan saya di Magelang. Apalagi Saudara pilih nama lagi seri kedua: Lokon. Ibu saya dari Minahasa, jadi Gunung Lokon itu sangat terkenal di Minahasa.
Ini intelnya Pak Anin sangat bagus. Dia bisa pilih kan Gunung Kerinci, dia bisa pilih seri Semeru [tapi] dia pilih Tidar sama Lokon. Ini harus didukung ini. Terima kasih, jangan saya panjang-panjang ya pidato. Karena gini, kalau Prabowo Subianto dikasih podium sama mic, dia bisa ceramah tiga jam. Apalagi ada kopi di sini. Saya izin minum kopi, tapi saya janji tidak akan teruskan sambutan. Untuk meyakinkan Saudara, saya bacakan kalimat terakhir.
Terima kasih, selamat berjuang.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om santi santi santi om,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan.
Merdeka!
Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 9 April 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik VKTR