Sambutan Presiden pada Peringatan Nuzululquran 1443 Hijriah

 
bagikan berita ke :

Selasa, 19 April 2022
Di baca 133 kali

Istana Negara, Jakarta
 
 

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahi robbil alamin, washolatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya’i wal mursalin, sayyidina wa habibina wa syafiina wa maulana Muhammadin, wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in. Amma ba’du.

 

Yang saya hormati, Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia;
Yang saya hormati, para Pimpinan dan Anggota Lembaga Negara;
Yang saya hormati, Yang Mulia para Duta Besar dan Perwakilan Negara-negara Sahabat;
Para Menteri Kabinet Indonesia Maju yang saya hormati;
Bapak, Ibu, Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat di seluruh Tanah Air;
Hadirin dan undangan yang berbahagia. 

 

Salah satu keistimewaan Ramadan, bulan yang penuh berkah dan ampunan ini adalah kita semua bisa bersama-sama memperingati hari Nuzululquran untuk mengingat diturunkannya Al-Qur’an, kitab suci umat Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw., sebagai petunjuk bagi hidup dan kehidupan manusia.

 

Al-Qur’an merupakan mukjizat dari Allah Swt. yang tidak ada keraguan di dalamnya. Al-Qur’an adalah petunjuk dan pembeda antara yang hak dan yang batil, sebagai peringatan, sebagai rahmat, sebagai penjelas, sebagai berita gembira, dan bahkan sebagai obat bagi hati yang sedang duka dan sakit.

 

Hadirin yang saya hormati,
Sebagai bangsa yang berketuhanan, kita semua dituntut untuk percaya dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Konsekuensi dari beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah kita harus menerima dengan lapang dada bahwa keberagaman ini merupakan kehendak Allah Swt.

 

Al-Qur’an menegaskan bahwa keanekaragaman yang terjadi pada berbagai makhluk Tuhan pada hakikatnya merupakan sunatullah, sebuah ketetapan Allah Swt., sebuah skenario Allah Swt. Keberagaman yang merupakan anugerah dari Allah Swt. harus terus kita jaga, kita rawat, kita kelola dengan baik agar terjadi perjumpaan, yaitu membangun kebersamaan dalam dialog-dialog yang sehat dengan semangat saling melengkapi, saling memperkaya satu dengan yang lain, dan berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan.

 

Hadirin yang saya muliakan,
Kita harus menyadari bahwa masing-masing elemen bangsa yang beraneka ragam memiliki kebaikan dan kelebihannya sendiri-sendiri. Jangan sampai ada di antara kita yang merasa lebih dari yang lain, merasa lebih baik dari yang lain, atau bahkan lebih suci dari yang lain. Kita mungkin berbeda dari yang lain tapi bukan berarti kita merasa lebih dari yang lain.

 

Kebaikan-kebaikan dari yang muncul dari berbagai elemen bangsa, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, yang sejatinya perlu dikedepankan untuk kepentingan bersama, dikontribusikan untuk kemanfaatan bersama.

 

Karena itu, saya mengajak umat Islam untuk menjadikan peringatan Nuzululquran ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam keragaman yang sangat dibutuhkan dalam mewujudkan negeri dan bangsa yang baldatun tayyibatun warabbun ghafur.

 

Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini.

 

Terima kasih.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.