Sambutan Presiden RI - Makan Siang Bersama Pedagang Pasar Jakarta, Jakarta 3 September 2015
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MAKAN SIANG BERSAMA PEDAGANG PASAR JAKARTA
ISTANA NEGARA, JAKARTA
3 SEPTEMBER 2015
Â
Â
Â
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,
Â
Siang ini bisa bertemu dengan Bapak-Ibu semuanya.Saya ingin siang hari ini mendapatkan masukan-masukan, mendapatkan masalah-masalah yang ada di pasar baik masalah penataannya, baik yang berkaitan dengan harga-harga yang ada, baik yang berkaitan dengan mungkin harapan kebijakan kedepan seperti apa. Sebetulnya ini, sebetulnya urusan pasar, terutama yang ada di Jakarta, itu memang urusannya Pak Ahok, bukan urusannya Presiden, tapi tidak apa-apa. Kalau nanti saya sudah dapat problem dan masalah-masalahnya apa, saya akan sampaikan ke gubernur untuk perbaikan-perbaikan yang diperlukan.
Â
Yang berkaitan dengan penataan PKL, pedagang kaki lima, sayakira saya tetap concern untuk ikut membantu dengan penataan ini dengan catatan memang betul-betul ditata.Tapi, kalau sudah ditata ya jangan keluar lagi.Biasanya, ditata tidak laku,besok sudah keluar, mencari untuk makan. Ya saya tahu. Otomatis pasti seperti itu. Saya tahu, iya. Oleh sebab itu, keluar kan? Tahu.
Â
Jadi,
banyak hal yang dalam membuat kebijakan, saya ingin mendengar langsung dari
pelaku-pelaku. Bapak-Ibu ini kan pelaku-pelaku ekonomi. Jadi, tahu betul kondisi
riil yang ada di lapangan seperti apa. Itu yang ingin saya ketahui sehingga
antara jabatan sekarang yang menjadi tanggung jawab saya dengan yang
sehari-hari dilakukan Bapak-Ibu semuanya bisa sambung.Saya tidak mau, karena tidak pernah bertemu, kemudian saya
kehilangan informasi, kehilangan wawasan mengenai keadaan pedagang kaki lima,
mengenai keadaan pasar, sehingga nantinya menjauhkan pikiran dan wawasan saya
terhadap…
(Acara dilanjutkan secara tertutup/intern)
Â
PKL Waduk Pluit, kemudian dari Pasar Burung di Pramuka, Pasar Ikan di Muara Angke, Pasar Batu Putih di Kebayoran Lama, juga dari Pasar Minggu, Pasar Kampung Makassar.
Â
Saya tadi tanya,“Pasar di Kampung Makassar dimana?†“Bapak sudah kesana tiga kali.â€Saya juga lupa di sebelah mana karena hampir tiap hari dulukanmasuk ke pasar terus.
Â
DiTanah Abang,tidak tahu saya sudah berapa ratus kali. Kalau di Tanah Abang, mungkin sudah bukan puluh, tapi ratus bolak-balik ke Tanah Abang.
Â
Pasar Induk Kramat Jati. Saya? Berarti tidakbertemu. Sudah dong, sering, lebih dari dua kali.Berarti pas tidakdagang. Apa? Sayurpernah, buah pernah, malam jam tiga juga pernah.Iyabetul.Tanyadisana.
Â
Pasar Kramat Jati tradisional, Pasar Kue Subuh di Senen, kemudian dagang daging sapi di Senen, dagang kain di Blok A Tanah Abang, dagang di Blok BTanah Abang, PKL di Sunda Kelapa, PKL di Proklamasi, kemudian pangkalan Bajaj di Senen…
Â
(Acara dilanjutkan secara tertutup/intern)
*****
Biro Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden