Turots Ulama Indonesia, Identitas Keislaman Bangsa di Era Modern

 
bagikan berita ke :

Selasa, 08 Februari 2022
Di baca 123 kali

Jakarta, wapresri.go.id – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meresmikan acara Pameran Turots Nusantara secara daring dari kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Selasa (08/02/2022).

 

Dalam sambutannya, Wapres menyampaikan bahwa Turots atau karya tertulis warisan budaya Islam menjadi penanda Islam di Indonesia yang kaya dengan pengetahuan dan kebudayaan zaman dahulu. Untuk itu, Turots Ulama Indonesia dapat dijadikan identitas keislaman bangsa sebagai dasar dalam mengembangkan konsep membangun Indonesia maju sesuai dengan keadaan yang terjadi saat ini.

 

“Turots Ulama Indonesia dijadikan sebagai basis pijakan membangun identitas dan jati diri keIslaman bangsa Indonesia. Utamanya, dalam menghadapi berbagai tantangan dunia modern, menuju Indonesia yang unggul, tangguh, dan berkarakter, seperti yang kita cita-citakan,” tegasnya.

 

Untuk menghargai sumbangsih para ulama yang telah melahirkan Turots di masa silam, Wapres menekankan, bangsa Indonesia harus memiliki semangat dan kesadaran yang tinggi akan kebesaran leluhur tersebut. Sehingga, ke depannya karya-karya baru tentang peradaban Islam dapat muncul kembali sesuai dengan perkembangan zaman.

 

“Sebagai pewaris tradisi keilmuan Islam yang kaya di masa silam, seyogyanya ingatan, spirit, dan kesadaran bangsa Indonesia akan kemegahan dan kebesaran leluhur yang dimiliki bangsa Indonesia dapat dibangkitkan kembali untuk mendorong munculnya karya-karya baru tentang keIslaman, yang sarat akan ilmu pengetahuan, sesuai dengan perkembangan zaman, seraya tetap mengajak pada jalan kebaikan, dan menguatkan persatuan dan kesatuan,” tuturnya.

 

Selanjutnya, Wapres mencontohkan, salah satu karya peninggalan Turots adalah kitab yang ditulis oleh Imam Nawawi Al-Bantani. Ia pun mengimbau kepada umat Islam Indonesia, terutama generasi muda, dapat mengikuti semangat warisan Syekh Nawawi Al-Bantani yang menguasai khazanah keilmuan dunia Islam.

 

“Syekh Nawawi Al-Bantani juga memberikan contoh dan semangat kepada para ulama di Indonesia, khususnya generasi muda, untuk membuat karya tulis yang berkualitas sejak ratusan tahun yang lalu. Karya literasi dan kajiannya menumbuhkan jiwa nasionalisme. Aktivitas di bidang keilmuan ini dijalani oleh Syekh Nawawi hingga akhir hayatnya,” pungkas Wapres.

 

Dalam kesempatan tersbeut dilakukan pula Peluncuran Kompilasi 11 Kitab Ulama Nusantara dan Pengajuan Nama Jalan Syekh Nawawi Banten di Cilincing, Jakarta Utara. (RN/SK-BPMI, Setwapres)

Kategori :
Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0